WNA China datang ke Indonesia di tengah larangan mudik, ‘Semua hal terkait Tiongkok selalu menjadi isu politik’

29 menit yang semrawut

Sumber gambar, FAUZAN/ANTARA FOTO

Seorang pakar kebijakan terbuka mengkritik sikap pemerintah dengan “reaktif” dan “sepotong-potong” zaman melarang penerbangan carter sebab luar negeri yang melayani tenaga kerja asing selama peniadaan mudik.

Larangan itu diterapkan di sedang gelombang kritik atas eksistensi WNA dari China meniti penerbangan carter.

“Kebijakannya tersebut reaktif dan sepotong-potong. Itu ada letupan, direspon, tapi tidak komprehensif dan kesannya reaktif. Seharusnya komprehensif serta proaktif, ” kata Pengkritik kebijakan publik dari Fisipol UGM, Bayu Dardias Kurniadi, kepada BBC News Indonesia, Selasa (11/05).

Tengah, seorang pejabat di Departemen Ketenagakerjaan mengatakan, kemunculan kembali isu soal kehadiran gaya kerja asing asal China di Indonesia tidak copot dari sentimen terkait negeri China.

“Pasti [ada sentimen] tersebut, makanya semua hal terpaut Tiongkok, jadi seksi, oleh sebab itu [isu] kebijakan, ” kata Staf mahir bidang ekonomi dan SDM Menteri Tenaga Kerja, Aris Wahyudi, kepada BBC News Indonesia, Selasa (11/05).

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Dalam hari-hari belakangan ini, masyarakat membabatkan kritikan terhadap pemerintah terkait kehadiran lebih dari 300 orang tenaga kerja langka (TKA) dari China dalam Bandara Sukarno-Hatta, di tengah kebijakan larangan mudik.

Petunjuk resmi pejabat keimigrasian mengatakan bahwa kehadiran lebih dibanding 300 orang tenaga kerja asing asal China tersebut telah memenuhi aturan keimigrasian, yaitu antara lain terkait proyek strategis nasional.

Mereka datang dalam tiga kloter, yaitu Selasa (04/05), Kamis (06/05), dan Sabtu (08/05) lalu di Bandara Sukarno Hatta, Provinsi Banten.

Namun sebagian asosiasi menganggap izin yang diberikan pemerintah terhadap kehadiran mereka “tidak peka”, karena di saat bersamaan pemerintah melarang warganya untuk mudik lebaran.

Hasil pemeriksaan Kementerian Kesehatan, dua orang warga negeri China itu positif terpapar Covid-19. Dua orang tersebut kini sedang menjalani isolasi di salah satu hotel di Jakarta.

& di tengah gelombang kemarahan yang muncul belakangan itulah, pemerintah melalui Kementerian Relasi, Senin (10/05) mengumumkan kecendekiaan pelarangan penerbangan carter sebab luar negeri yang melayani tenaga kerja asing semasa peniadaan mudik.

Reaksi negatif terhadap kehadiran tenaga kegiatan asing (TKA) asal China di Indonesia ini bukanlah yang pertama.

Baca juga:

Mengapa keputusan pemerintah melarang carter pesawat dikritik?

Pengamat kebijakan publik dari Fisipol UGM, Bayu Dardias Kurniadi, mengatakan kebijakan pemerintah terpaut mudik lebaran lebih penuh bersifat reaktif, yaitu lebih banyak merespon apa dengan terjadi di masyarakat.

“Jadi [turunnya izin] motor carter itu muncul karena reaksi atas pembatasan penerbangan, dan akhirnya kemudian dilarang juga [carter pesawat], ” kata Bayu Dardias kepada BBC News Nusantara, Selasa (11/05).

“Kebijakannya itu reaktif dan sepotong-potong. Itu ada letupan, direspons, akan tetapi tidak komprehensif dan kesannya reaktif. Seharusnya komprehensif dan proaktif, ” tambahnya.

Seharusnya, kebijakan dibuat secara komprehensif dan kemudian dipikirkan secara sangat detil, barang apa dampak implementasi dari per kebijakan.

Sumber gambar, FAUZAN/ANTARA MENJEPRET

“Karena sudah sahih, tanggalnya kapan, fenomena seperti apa yang bakal terjadi, berapa orang yang mau pergi untuk mudik, semuanya bisa diantisipasi, ” jelasnya.

Dia menggarisbawahi, fenomena pegangan sudah bisa diprediksi jauh-jauh hari.

Dengan demikian, begitu Bayu, kebijakan reaktif bisa dibenarkan apabila menghadapi status yang chaotic (kisruh) dan tidak bisa diprediksi.

Menurutnya, semua kebijakan negeri terkait mudik, harus dikembalikan kepada tujuan awalnya yakni untuk membatasi mobilitas bangsa agar Covid-19 tidak menjalar lebih luas.

Dihadapkan bukti bahwa cakupan vaksinasi di Indonesia sejauh ini masih dibawah empat persen, sehingga belum mampu melindungi semesta masyarakat Indonesia dari paparan virus tersebut.

“Artinya, kebijakan mudik ini diantisipasi semenjak awal, dan dipikirkan dampaknya. Kalau mau ditutup, ya, ditutup semua. Tidak cuma penerbangan komersial, tapi pula termasuk carter, ” paparnya.

Baca juga:

Apa tanggapan Kementerian Pertalian?

Dihubungi secara terisolasi, Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengaku pembatasan penerbangan carter dari asing negeri sudah diberlakukan sejak Rabu, 5 Mei 2021.

“Sebelum masa peniadaan pegangan, ” kata Adita Irawati dalam teks tertulis kepada BBC News Indonesia, Selasa (11/05) ketika ditanya kenapa larangan carter itu mutakhir diterbitkan Senin (10/05).

Di keterangan pers pada Senin (10/05), Menteri Perhubungan Tabiat Karya Sumadi menyebutkan penerbangan carter satu pesawat sebab luar negeri ke Nusantara selama peniadaan mudik “dilarang” hingga 17 Mei 2021.

Dia mengatakan keputusan diambil setelah “disetujui di rapat terbatas” yang digelar di hari yang persis, yaitu Senin (10/05).

Sumber gambar, FAUZAN/ANTARA FOTO

“Bahwa tidak ada lagi penerbangan carter dari luar negeri yang beroperasi melayani tenaga kerja asing selama kala peniadaan mudik hingga 17 Mei 2021.

“Menhub juga meminta para gaya kerja asing untuk memurukkan perjalanannya, ” kata Akhlak Karya Sumadi, dalam bertemu pers, Senin (10/05).

Menurut Adita Irawati, kekangan carter pesawat dari luar negeri yang melayani gaya kerja asing itu juga berlaku bagi TKA lantaran China. “Tidak ada pengecualian, ” katanya.

Baca juga:

Staf terampil Menaker: ‘Isu tenaga kegiatan asing dari China menjelma ‘seksi dan politis’

Anggapan negatif terhadap kehadiran gaya kerja asing (TKA) asal China di Indonesia tersebut bukanlah yang pertama.

“Pasti [ada sentimen] itu, makanya semua situasi terkait Tiongkok, jadi bagian, jadi [isu] politik, ” kata Pekerja ahli bidang ekonomi & SDM Menteri Tenaga Kegiatan, Aris Wahyudi kepada BBC News Indonesia, Selasa (11/05)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan sudah melahirkan izin kerja untuk para TKA dengan pertimbangan order mereka dalam proyek penting nasional, katanya.

Sumber tulisan, ANTARA/YUSRAN UCCANG

“Kedatangan itu (TKA) kita butuhkan buat menciptakan lapangan kerja segar dan mereka maksimal pada Indonesia selama enam bulan, ” ujarnya.

Kehadiran mereka dibutuhkan untuk percepatan pengamalan proyek strategis nasional dengan sudah diputuskan pemerintah.

“Mereka saat ini medium menyiapkan pembangunan smelter, misalnya di Konawe dan Maluku Utara, ” kata Aris. Apabila TKA itu tak bisa datang ke Nusantara secara tepat waktu, program pembangunan pabriknya akan mangkrak.

Lagipula, “Kalau sudah siap [pabriknya], saat penerapan nanti akan memanfaatkan gaya lokal, ” tambahnya.

Selama pandemi, pemerintah tak melarang kehadiran TKA pokok China, namun menurutnya, pihaknya dan otoritas terkait lainnya menerapkan kebijakan protokol kesehatan, mulai pemberangkatan sampai itu tiba di Indonesia.

Itulah sebabnya, kebijakan pemerintah yang semula mengizinkan penerbangan carter bagi TKA lantaran China, justru untuk menyimpan mereka maupun warga Indonesia dari paparan Covid-19.

“Carter [pesawat] tidak untuk mengeksklusifkan atau memanjakan, tapi untuk perlindungan bagus TKA maupun warga kita, ” jelas Aris.

Ditanya tentang adanya kebijakan baru larangan penerbangan carter bagi TKA – tercatat dari China – ke Indonesia, Aris Wahyudi mengiakan belum mengetahuinya.

“Insya Allah akan tidak terganggu [proyek strategis nasional, karena ini selama mudik saja, ” katanya.

‘Bukan turis, tapi akan berfungsi di proyek strategis nasional’

Pada Selasa (11/05), BBC News Indonesia telah menghubungi Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara, tetapi belum mendapat respons.

Namun dalam keterangan sebelumnya, Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting mengatakan, eksistensi WNA asal China tersebut telah memenuhi aturan keimigrasian.

Menurutnya, kedatangan itu ke Indonesia hanya diizinkan untuk melakukan kepentingan esensial saja.

“Terkait kedatangan WNA ke Indonesia, kami sampaikan bahwa mereka dengan datang telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait serta akan bekerja di order strategis nasional, bukan untuk tujuan wisata, ” ungkap Jhoni, Jumat (07/05).

Dia mengeklaim bahwa mereka meninggalkan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan tubuh sebelum pemeriksaan keimigrasian.

Sumber gambar, AFP/GETTY IMAGES

Sampai sejauh ini, pelarangan masih berlaku untuk WNA yang ingin datang dengan tujuan wisata.

Pemerintah juga menghentikan sementara pemberian bebas visa kunjungan serta Visa On Arrival sejak awal Maret tahun lulus untuk mencegah lonjakan penyaluran COVID-19.

Namun April morat-marit, kehadiran 117 orang awak negara India yang muncul ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (21/04), menimbulkan kepanikan, di pusat melonjaknya kasus covid-19 di India.

Hasil pemeriksaan otoritas terkait menyimpulkan 12 orang di antaranya dinyatakan tentu Covid-19 sehingga mereka harus diisolasi.

Di zaman bersamaan, terkuak dugaan suap seorang warga Indonesia dengan baru tiba dari India kepada “dua orang oknum” di Bandara Soeharto-Hatta.

Warga berinisial JD itu, menurut polisi, berusaha mencekoki oknum di bandara biar dibebaskan dari kewajiban karantina selama 14 hari. Itu sudah ditangkap oleh kepolisian.

Related Post