‘Terduga teroris berideologi ISIS’, penjaga ungkap identitas perempuan 25 tahun pelaku ‘serangan tembakan’ di Mabes Polri

31 Maret 2021, 17: 28 WIB

Diperbarui 5 jam dengan lalu

Mabes Polri

Sumber gambar, MARIANA/AFP

Polisi menyebut rani berusia 25 tahun berinisial ZA yang melakukan ‘serangan dugaan teroris’ di Mabes Polri, Rabu (31/03) burit, merupakan ‘lone wolf’ serta berideologi ISIS.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers kira-kira pukul 21. 00 WIB, Rabu.

“Yang bersangkutan merupakan tersangka atau pelaku ‘lone wolf’ yang berideologi subversif ISIS, ” kata Kapolri.

Disebutkan terduga pelaku – yang ditembak mati kepala berinisial ZA, 25 tarikh, asal Ciracas, Jakarta Timur.

Mabes Polri

Sumber gambar, DASRIL ROSZANDI/AFP

Temuan petugas menyebutkan ZA memiliki Instagram yang baru dibuat atau diposting sekitar 21 jam lalu.

“Di dalamnya [Instagram] ada alam ISIS dan ada gubahan terkait bagaimana perjuangan jihad, ” papar Kapolri.

Dari penggerebekan polisi di rumahnya, ZA meninggalkan surat wasiat dan menulis di perkumpulan WA keluarga bahwa tempat berpamitan.

‘Menembak aparat polisi’

Dalam keterangannya, Kapolri menyebut ZA – yang menerobos masuk ke dalam pelik Mabes Polri lewat kesempatan belakang – mendatangi pangkalan polisi di dekat kemungkinan masuk bagian depan.

Mabes Polri

Sumber gambar, MARIANA/AFP

Disebutkan dia sempat meninggalkan pos itu, namun kembali lagi dan “melepaskan tembakan enam kali”.

“Dua kali ke anggota [polisi] di dalam pos, dua kali di luar, & menembak lagi kepada bagian yang ada di belakangnya, ” kata Kapolri.

Menghadapi serangan tembakan itu, polisi kemudian melakukan apa yang digambarkan sebagai “tindakan bahana dan terukur”.

Terduga pelaku kemudian tewas ditembak.

Memiliki akun Instagram serta ‘postingan bendera ISIS’

Penjaga menemukan KTP yang bersangkutan, dan terungkap inisialnya, yakni ZA, berumur 25 tahun, dan beralamat di Ciracas, Jakarta Timur.

Temuan petugas menyebutkan bahwa ZA adala tersangka teroris tipe ‘lone wolf’ yang berideologi subversif ISIS.

“Yang dibuktikan dari postingannya di sosial media, ” kata Kapolri.

ZA disebutkan adalah bekas mahasiswa di salah mulia kampus dan “drop out pada semester lima”.

penembakan

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Saat melakukan gempuran, ZA membawa map pelit dan di dalamnya ada “amplop bertuliskan kata-kata tertentu”.

“Dan yang bersangkutan mempunyai Instagram yang baru dibuat atau diposting 21 tanda yang lalu, ” cakap Kapolri.

“Di mana dalam dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan terkait bagaimana perjuangan jihad, ” tambahnya.

Seperti apa jalan serangan?

Kapolri mengucapkan ZA masuk ke pelik Mabes Polri melalui kesempatan belakang dengan berjalan kaki.

Mabes Polri

Sumber gambar, MUHAMMAD ADIMAJA/ANTARA MENJEPRET

Dia kemudian berjalan menuju pos utama di gerbang utama Mabes Polri.

“Yang bersangkutan lalu menanyakan ‘di mana keberadan kantor pos’. Kemudian diberi pelayanan dan ditunjukkan arahnya [oleh petugas polisi di pos], ” ungkapnya.

Sejurus kemudian ZA melupakan pos tersebut, kemudian balik lagi dan melakukan penyerangan kepada anggota di gardu jaga.

“Dengan melakukan penembakan enam kali. Dua kali ke anggota [polisi] di dalam pos, besar kali di luar, dan menembak lagi kepada anggota yang ada di belakangnya, ” kata Kapolri.

Bagaimana laporan awal?

Sebuah video yang ditayangkan Kompas TV pada pukul 17. 00 WIB memperlihatkan seseorang berkerudung masuk ke di kompleks Mabes Polri & mendekati pos polisi.

Dalam tayangan itu, tempat kemudian ditembak mati oleh aparat kepolisian setelah yang bersangkutan terlihat mengarahkan objek ke arah petugas polisi di pos tersebut.

Kurang media menyebutkan seseorang tersebut mengarahkan “senjata api” ke arah polisi yang tersedia di depannya.

Suatu foto yang ditayangkan media memperlihatkan seseorang itu mengenakan penutup muka, berkerudung ningrat, dan berpakaian hitam, serta terlihat mengapit sesuatu beragam kuning.

Mabes Polri

Sumber gambar, MUHAMMAD ADIMAJA/ANTARA FOTO

Jenazah seseorang itu telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, sekitar pukul 19. 15 WIB.

Sebelumnya, CCTV di Mabes Polri, yang ditayangkan Petunjuk TV, memperlihatkan seseorang mengarah pos polisi di pada kompleks Mabes Polri, dan kemudian tergeletak akibat ditembak.

Kejadian ini terjadi sesudah polisi menangkap setidaknya 15 orang terduga teroris pada sejumlah wilayah, tidak periode setelah serangan bom pati padam diri gereja katedral pada Makassar, Minggu (28/03).

Besar orang terduga pelaku ialah pasangan suami istri yang menurut polisi merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

‘Ada bahana tembakan’ – kesaksian seorang wartawan

Wartawan Detikcom, Adhyasta Dirgantara, mengatakan, karakter yang ditembak oleh polisi itu masuk ke pelik Mabes Polri melalui kesempatan di samping Kantor Kementerian PUPR.

“Di sana penjagaannya tidak terlalu ketat, ini pengalaman saya, ” introduksi Ahdyasta, yang sehari-hari bekerja meliput di Mabes Polri, saat dihubungi BBC News Indonesia, Rabu malam.

Mabes Polri

Sumber gambar, MARIANA/AFP

Dari informasi yang dihimpunnya, orang itu berjalan menuju pintu gerbang lainnya yang berada dalam dekat gedung utama Mabes Polri, tempat Kapolri berkantor.

“Dia sudah di dalam, dan berjalan ke pintu gerbang di depan Jalan Trunojoyo, yang letaknya tak jauh dari Gedung Rupatama, ruang kerja Kapolri, ” jelasnya.

Orang tersebut kemudian menuju pos petugas yang letaknya tidak jauh dari Gedung Rupatama dan Gedung Bareskrim.

Adhyasta mengesahkan dirinya mendengar “bunyi tembakan” sekitar pukul 16. 00 WIB.

“Keterangan bukti mata, yaitu juru parkir, yang mendengar beberapa kala bunyi yang mirip tembakan. ”

Mabes Polri

Sumber tulisan, MARIANA/AFP

Related Post