Tensi AS-China meninggi, Washington perintahkan tutup konsulat China di Houston

Tensi AS-China meninggi, Washington perintahkan tutup konsulat China di Houston post thumbnail image

Ikatan diplomatik antara Amerika Serikat serta China memburuk, setelah Washington memerintahkan Beijing untuk menutup konsulat itu di Houston, paling lambat Jumat (24/07)—langkah yang disebut Beijing sebagai “provokasi politik”.

Menteri Luar Daerah AS, Mike Pompeo, mengatakan keputusan itu diambil karena China “mencuri” kekayaan intelektual.

Kemenlu China mengecam kelakuan tersebut di Twitter, dengan menuturkan kedutaan mereka di Washington DC telah menerima ancaman kematian.

Sebelumnya, mencuaikan rekaman video, beberapa individu tidak dikenal tampak membakar kertas dalam keranjang sampah yang terletak tanah gedung konsulat China di Houston.

Ketegangan antara AS dan China meningkat akhir-akhir ini.

Pemerintahan Kepala AS Donald Trump berulang kala berseteru dengan Beijing mengenai urusan perdagangan dan pandemi virus corona, serta penerapan UU Keamanan Nasional di Hong Kong.

Kemudian, pada Selasa (21/07), Departemen Kehakiman AS menduga China mensponsori para peretas dengan mengincar sejumlah laboratorium yang cukup mengembangkan vaksin Covid-19. Dua awak negara China, yang dituduh mengawasi perusahaan riset AS dan dibantu agen pemerintah China, telah didakwa.

Mengapa GANDAR memerintahkan penutupan konsulat China?

Pompeo mengucapkan Partai Komunis China mencuri “tak hanya kekayaan intelektual Amerika…tapi pula kekayaan intelektual Eropa…yang menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan pekerjaan”.

“Kami menetapkan ekspektasi bagaimana Partai Komunis China akan bersikap, ” kata Pompeo.

“Jika mereka tidak memenuhi [ekspektasi tersebut], kami akan mengambil tindakan buat melindungi rakyat Amerika, melindungi ketenteraman kami, keamanan nasional kami, serta juga melindungi ekonomi serta pekerjaan kami, ” tambahnya.

Di seluruh AS, terdapat lima konsulat China dan satu kedutaan besar di Washington DC. Belum jelas mengapa konsulat China di Houston yang diminta untuk tutup.

Dalam pernyataan terpisah, Deplu AS menuduh China melakukan “kegiatan mata-mata secara ilegal dan operasi pengaruh” yang mencampuri “politik domestik” serta “memaksa para pemimpin usaha kami, mengancam keluarga-keluarga Amerika famili China yang bermukim di China, dan lainnya”.

Bagaimana tanggapan China?

Daam serangkaian cuitan, juru bicara Kemenlu China, Hua Chunying, memaparkan bahwa alasan-alasan yang disampaikan AS terkait penutupan konsulat di Houston “luar pelik mengada-ada”.

Dia mendesak AS mengubah “keputusan salah” tersebut, atau China mau “bertindak dengan balasan yang tegas”.

“Ketika para diplomat China mengusung pengetahuan antar dua belah pihak dan persahabatan, kedutaan AS di China menyerang sistem politik China di depan umum, ” ujarnya.

“Akibat penodaan dan kebencian yang ditiupkan negeri AS, kedutaan China telah menerima ancaman bom dan kematian. ”

Para pejabat China mengatakan AS mempunyai bertambah banyak staf pada perwakilannya di China, ketimbang staf perwakilan China di AS.

Kemenlu China telah mengunggah peringatan kepada segenap mahasiswanya dalam AS, meminta mereka untuk “waspada” selagi “badan-badan penegak hukum AS meningkatkan interogasi secara acak, perundungan, penyitaan barang-barang pribadi, dan penahanan yang mengincar mahasiswa China dalam AS”.

Media pemerintah China, Global Times , membuat duga pendapat konsulat AS mana dengan sebaiknya ditutup sebagai balasan pada tindakan Washington.

Apa yang terjadi dalam konsulat?

Tanda-tanda awal ada sesuatu yang tidak biasa di konsulat China di Houston mengemuka pada Selasa (21/07), ketika orang-orang di seberang konsulat melihat api di sejumlah keranjang sampah.

Tayangan rekaman video memperlihatkan beberapa orang melemparkan yang tampak seperti kertas ke dalam garing sampah. Tidak diketahui siapa mereka. Orang-orang tersebut kemudian terlihat menuang air ke dalam keranjang sampah itu.

Layanan darurat kemudian dipanggil ke gedung konsulat pada Selasa (21/07) malam. Namun, kepolisian Houston mengutarakan di Twitter bahwa anggota itu “tidak diberi akses memasuki gedung” namun mereka melihat asap.

Juru kata pemerintah China, Wang Wenbin, tak secara langsung menanggapi api dalam lahan konsulat. Dia hanya mengucapkan konsulat di Houston beroperasi secara normal.

Related Post