Taliban kembali bangkit, bagaimana itu bisa menguasai kembali setengah wilayah Afghanistan?

  • Tim Jurnalisme Visual
  • BBC News

27 Juli 2021, 17: 01 WIB

Diperbarui 2 jam yang morat-marit

Sumber gambar, EPA

Ikatan Taliban kembali bangkit sesudah dijungkalkan dari kekuasaan di 2001 dan kini mengakui banyak wilayah di Afghanistan dalam dua bulan terakhir, bersamaan dengan penarikan tertinggal pasukan Amerika Serikat & sekutu-sekutu mereka.

Dalam 20 tahun belakang, peta wilayah kendali dalam Afghanistan lambat laun sudah berubah.

Di sini, kita melihat pihak mana yan berhasil menguasai wilayah-wilayah di negara itu.

Tampaknya Taliban kian agresif dalam beberapa pekan belakang sejak penarikan pasukan GANDAR dengan menguasai kembali penuh distrik, yang direbut daripada pasukan pemerintah.

Riset dari BBC Afghan menunjukkan bahwa milisi itu kini telah menghunjamkan posisi kuatnya di Afghanistan, termasuk di kawasan utara, timur laut dan bagian tengah seperti Provinsi Ghazni dan Maidan Wardak.

Mereka juga kian depan dengan kota-kota besar sesuai Kunduz, Herat, Kandahar, serta Lashkar Gah.

Baca juga :

Markas-markas polisi dan kantor-kantor pemerintah di penuh distrik kini sudah dikuasai Taliban.

Pasukan AS dan sekutunya di NATO serta para mitra koalisinya di kawasan berhasil menumbangkan kekuasan Taliban pada November 2001.

Kelompok tersebut melindungi Osama bin Melayani dan sejumlah pimpinan al-Qaida lainnya yang terkait dengan rangkaian serangan teror pada AS pada 11 September 2001.

Walau ada kehadiran pasukan internasional selama bertahun-tahun di negara itu, dengan kucuran uang miliaran dolar untuk mendukung & melatih pasukan Afghanistan, pasti tidak bisa menghancurkan Taliban, yang berhasil memobilisasi teristimewa kekuatan mereka dan kian kuat di wilayah-wilayah terasing.

Wilayah pengaruh mereka berada di sebelah daksina dan barat daya semrawut seperti di Provinsi Helmand, Kandahar, Uruzgan, dan Zabul.

Mereka pun menancapkan pengaruh kuat di daerah Bukit Faryab di barat laut dan wilayah Pegunungan Badakhshan di timur bahar.

Kajian BBC di 2017 menunjukkan bahwa Taliban telah berkuasa penuh dalam sejumlah distrik.

Tetapi penelitian itu juga menunjukkan bahwa mereka sudah rajin pula di banyak daerah lain Afghanistan, melancarkan serbuan tiap pekan dan kamar di beberapa wilayah, jadi kekuatan mereka kian tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Sekitar 15 juta orang – setengah lantaran total populasi – dilaporkan tinggal di wilayah-wilayah baik yang sudah dikendalikan oleh Taliban atau kehadiran mereka sudah terlihat di sana dan melancarkan serangan secara rutin kepada pasukan negeri.

Apakah Taliban berdiam?

Meski mereka kini melayani lebih banyak wilayah ketimbang saat dijungkalkan pada 2001, situasi di lapangan masih cair.

Pemerintah telah dipaksa meninggalkan beberapa sentral administratif distrik setelah tak mampu menahan tekanan daripada Taliban. Wilayah-wilayah lainnya telah diambil alih paksa.

Ketika berhasil mereorganisasi tentara maupun merekrut milisi-milisi lokal, pemerintah bisa merebut balik beberapa wilayah yang itu tinggalkan.

Di sebanyak wilayah, pasukan pemerintah biar gigih bertempur.

Baik sebagian besar pasukan AS sudah dipulangkan Juni berantakan, sebagian masih di Kabul dan Angkatan Udara AS pun melancarkan serangan-serangan suasana atas posisi-posisi Taliban di beberapa hari terakhir.

Pasukan negeri Afghanistan sebagian besar bertahan di kota-kota dan distrik-distrik yang terletak di padang atau lembah-lembah sungai, dengan dihuni banyak penduduk.

Sedangkan wilayah-wilayah yang sudah dikuasai Taliban rata-rata berpenduduk lebih sedikit, tidak datang 50 orang per kilometer per segi di penuh wilayah.

Pemerintah mengaku telah mengirim bala bantuan ke semua kota besar yang diancam Taliban dan telah menerapkan jam malam selama sebulan di hampir penjuru daerah dalam rangka menanggulangi gempuran milisi itu.

Walau mereka tampaknya kian dekat di beberapa kota seperti Herat dan Kandahar, Taliban masih belum bisa menguasainya.

Namun kendali mereka atas banyak wilayah telah memperkuat posisi dalan berembuk dan juga dalam mendapatkan pemasukan dalam bentuk retribusi dan pampasan perang.

Sudah banyak warga sipil dengan tewas akibat konflik selama paruh pertama tahun tersebut.

PBB menuding Taliban dan elemen anti-pemerintah yang lain bertanggung jawab atas beberapa besar kematian atas 1. 600 warga sipil

Kontak senjata Taliban dengan pasukan pemerintah juga telah memaksa banyak warga mengungsi, sekitar 300. 000 karakter kehilangan tempat tinggal sejak awal tahun ini.

Badan PBB urusan Pelarian (UNHCR) mengatakan gelombang terakhir pengungsi di penjuru Provinsi Badakhshan, Kunduz, Balkh, Baghlan dan Takhar terjadi semenjak Taliban menguasai banyak daerah di kawasan-kawasan itu.

Banyak orang yang mengungsi dari desa mereka dan ada yang kembai kurang hari kemudian dan tersedia pula yang masih mengaduk-aduk tempat tinggal baru buat sekian lama.

Dewan berita AFP melaporkan bahwa serangan Taliban juga telah memaksa para pegungsi serta pasukan pemerintah untuk menyelamatkan diri ke negara tetangga, Tajikistan.

Sumber tulisan, Getty Images

Taliban serupa dikabarkan telah menguasai sebesar wilayah dekat perbatasan, tercatat Spin Boldak, yang merupakan jalur utama ke Pakistan.

Bayaran cukai atas barang-barang dengan masuk ke Afghanistan lewat perbatasan yang mereka kuasai kini dipungut oleh Taliban – meski jumlah so pasti masih belum jelas karena volume perdagangan negara tersebut telah menurun akibat kontak senjata.

Namun, Agama islam Qala di perbatasan dengan Iran, contohnya, bisa memobilisasi lebih dari US$20 juta per bulan.

Usikan arus impor dan ekspor telah mempengaruhi harga barang kebutuhan pokok di kelas, terutama BBM dan 1 pangan.

Informasi tambahan dari BBC Afghan.

Related Post

Omnibus Law: Empat organisasi buruh siapkan uji UU Cipta Kerja ke MK, Kemnaker: 'Silakan gugat, tapi inilah titik kompromi paling maksimal'

Omnibus Law: Empat organisasi buruh siapkan uji UU Cipta Kerja ke MK, Kemnaker: ‘Silakan gugat, tapi inilah titik kompromi paling maksimal’Omnibus Law: Empat organisasi buruh siapkan uji UU Cipta Kerja ke MK, Kemnaker: ‘Silakan gugat, tapi inilah titik kompromi paling maksimal’

sejam yang lalu Sumber gambar, ANTARA MEMOTRET Empat dari tujuh organisasi buruh yang terlibat dalam pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja hendak melayangkan gugatan judicial review ke Mahkamah Konstutusi