Sertifikat rahasia Kementerian Pertahanan Inggris teronggok di halte bus, bahas rute kapal perang

  • Paul Adams
  • Koresponden diplomatik

17 menit yang lalu

Sumber gambar, PA Media

Sejumlah dokumen rahasia Kementerian Pertahanan Inggris berisi rincian mengenai kapal perang HMS Defender dan tentara Inggris ditemukan teronggok pada halte bus di Kent, daerah luar Kota London.

Serangkaian berkas membahas kemungkinan reaksi Rusia berasaskan keberadaan HMS Defender yang melintasi perairan Ukraina depan pesisir Krimea pada Rabu (23/06).

Kumpulan berkas yang lain membahas kemungkinan pengerahan tentara Inggris di Afghanistan setelah operasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pimpinan Amerika Serikat berakhir di sana.

Pemerintah Inggris mengatakan sedang melancarkan investigasi terhadap temuan dokumen rahasia tersebut.

Baca selalu:

Seorang juru kata Kemenhan mengatakan bahwa seorang pegawai telah melaporkan kehilangan sejumlah dokumen pertahanan yang sensitif. Dia menambahkan, “tidak patut untuk berkomentar lebih lanjut. ”

Tumpukan dokumen setebal hampir 50 eksemplar ditemukan dalam kondisi berkemal di belakang halte bus di Kent, pada Selasa (22/06) pagi.

Seorang awak yang tidak ingin identitasnya dipublikasikan, menghubungi BBC saat dia menyadari sensitivitas sertifikat tersebut.

BBC meyakini dokumen-dokumen tersebut, yang mencakup email dan presentasi PowerPoint, berasal dari kantor seorang pejabat senior Kemenhan Inggris.

Apa isi dokumen?

Beberapa berkas menunjukkan bahwa HMS Defender—yang mengangkut persenjataan dan helikopter—sedang menempuh sebuah misi bertajuk “Op Ditroite” yakni “melintas secara wajar di perairan teritorial Ukraina. Misi itu dilakukan secara ekspektasi bahwa Rusia mampu merespons secara agresif.

Kenyataannya, pada Rabu (23/06), bertambah dari 20 pesawat & dua kapal penjaga pantai Rusia membayangi HMS Defender selagi kapal perang itu berlayar sekitar 19 kilometer dari pesisir Krimea.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan mulia kapal patroli melepaskan tembakan peringatan dan satu motor jet menjatuhkan bom pada jalur perlintasan HMS Defender. Namun, pemerintah Inggris membantah keterangan itu, menepis pemberitahuan bahwa ada tembakan keterangan yang dilepaskan.

Sebagaimana diperlihatkan dalam dokumen-dokumen yang terlihat di halte bus, urusan “Op Ditroite” menjadi topik pembahasan oleh para pemimpin hingga Senin (21/05), tiga hari sebelum HMS Defender melintas. Sejumlah pejabat melontarkan spekulasi-spekulasi mengenai apa pandangan Rusia jika HMS Defender berlayar dekat Krimea.

“Apa yang kita pahami tentang kemungkinan ‘pesta penyambutan’…? ” tanya seorang pejabat pada Markas Gabungan Permanen (PJHQ), yang merupakan markas ketiga matra militer Inggris.

Hubungan baru-baru ini di Mediterania timur antara pasukan Rusia dan kelompok pengiring kapal induk HMS Queen Elizabeth biasa-biasa saja dan “sesuai dengan ekspektasi”, sebut salinan itu.

Namun, para penguasa tahu bahwa hal ini bakal berubah.

“Menyusul pergantian dari aktivitas pertahanan ke aktivitas operasional, sangat barangkali interaksi RFN (Angkatan Bahar Rusia) dan VKS (Angkatan Udara Rusia) akan menjelma lebih sering dan asertif, ” demikian bunyi presentasi dalam dokumen Kemenhan Inggris.

Beberapa lembar penyajian yang disiapkan PJHQ menunjukkan dua opsi rute. Salah satunya disebut sebagai “transit langsung yang aman & profesional dari Odessa ke Batumi”, termasuk lintasan hina melalui “Skema Pemisahan Awut-awutan Lintas” (TSS) yang dekat dengan ujang barat daya Krimea.

Rute ini, seperti disebutkan dalam selembar presentasi, akan “menyediakan kesempatan untuk berinteraksi dengan pemerintah Ukraina… dalam wilayah yang diakui Inggris sebagai perairan teritorial Ukraina. ”

Kemenhan Inggris memprediksi tiga kemungkinan respons Rusia, mulai dari “aman dan profesional” hingga “tidak aman maupun profesional. ”

Pada kenyataannya, Rusia memastikan bertindak agresif, dengan merilis peringatan melalui radio, mengirim kapal-kapal penjaga pantai di radius 100 meter, maka mengerahkan pesawat tempur yang berulang kali mendekat.

Dalam dokumen yang ditemukan di halte bus, sejatinya ada rute lain yang dipertimbangkan, sehingga HMS Defender sanggup menjauh dari wilayah perkara dan menghindari konfrontasi.

Akan tetapi, jika HMS Defender menempuh rute ini—sebagaimana disebutkan dokumen tersebut—akan menjadi masukan bagi Rusia bahwa “Inggris takut/kabur”. Konsekuensinya, Rusia mampu mengeklaim Inggris telah menyambut klaim Moskow pada perairan territorial Krimea.

Barang apa komentar Kemenhan Inggris?

Sebagaimana yang diperkirakan masyarakat, Kementerian Pertahanan berencana secara hati-hati, kata juru bicara Kemenhan Inggris.

“Sebagai rutinitas, rancangan itu mencakup analisis seluruh faktor kemungkinan yang mempengaruhi keputusan operasional. ”

Di samping perencanaan militer, para petinggi mengantisipasi perbedaan riwayat atas peristiwa yang terjadi.

“Kami punya narasi dengan kuat dan sah, ” kata para petinggi, merujuk keberadaan wartawan (dari BBC dan Daily Mail) pada dalam kapal sehingga “menyediakan opsi verifikasi mandiri sejak aksi HMS Defender. ”

Tumpukan dokumen yang terlihat di halte bus mengonfirmasi bahwa keputusan menginstruksikan HMS Defender melalui jalur TSS adalah keputusan terukur yang dibuat pemerintah Inggris guna memperlihatkan sokongan kepada Ukraina, walau ada risiko menantang.

Related Post

Covid-19 Indonesia: Vaksinasi massal tanpa ulangan dan telusur kontak yang memadai ‘akan membiarkan virus corona longgar menyebar’Covid-19 Indonesia: Vaksinasi massal tanpa ulangan dan telusur kontak yang memadai ‘akan membiarkan virus corona longgar menyebar’

2 jam yang berantakan ANTARAFOTO/Setpres-AGUS SUPARTO Presiden Joko Widodo menjalani penyuntikan vaksin CoronaVac buatan perusahaan China, Sinovac, pada Rabu (13/01, seraya mengingatkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Namun, dalam jalan