Reynhard Sinaga: ‘Keadilan telah ditegakkan’, polisi melacak 23 objek lagi pemerkosa berantai terbesar di Inggris

6 tanda yang lalu

Sumber gambar, facebook

Polisi yang menyelidiki pemerkosa berantai paling parah di sejarah hukum Inggris mengucapkan mereka berhasil melacak 23 korban lagi.

Reynhard Sinaga, seorang WNI, dinyatakan bersalah memperkosa puluhan adam di apartemennya di Manchester dan memfillmkan aksinya tersebut.

Reynhard saat ini pusat menjalani hukuman penjara sebaya hidup, minimum harus dijalani 40 tahun, setelah dihukum atas 159 dakwaan serbuan seksual.

Polisi mengatakan pekerjaan 60 pria yang diduga juga menjadi korban terus berlanjut.

Zed Ali, dari Kepolisian Manchester mengatakan 23 pria yang melapor “memutuskan untuk tak melakukan gugatan. ”

Reynhard, yang tengah mengambil gelar doktornya di Inggris, mencari sasaran korban di kelab malam dan bar-bar sebelum mengajak korban ke apartemennya di Princess Street, tidak jauh dari pusat praja Manchester.

Ia membius korbannya sebelum memperkosa mereka pada kondisi tidak sadar. Sebagian besar dari mereka difilmkan. Reynhard juga mengumpulkan barang-barang milik korban seperti telepon seluler dan jam lengah.

Para korban yang terjaga tidak sadar atas barang apa yang terjadi pada itu.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di pesawat pencari lain

Reynhard ditangkap setelah salah seorang korban terbangun ketika ia tengah melakukan aksinya.

Polisi menemukan rekaman tindak perkosaan ini di telepon selulernya, berisi ratusan jam rekaman, temuan yang disebut penjaga sebagai penyelidikian kasus perkosaan terbesar dalam sejarah kaidah Inggris.

Sumber gambar, Greater Manchester Police

Dalam empat persidangan terpisah, warga negara Indonesia ini dinyatakan bersalah atas 136 dakwaan perkosaan, delapan upaya perkosaan, 14 serangan seksual.

Polisi Zed Ali mengatakan 23 adam yang melapor tidak bakal melakukan gugatan karena Reynhard “telah menjalani hukuman seumur hidup atas kejahatan perkosaan dan masih empat dekade lagi sebelum ia dipertimbangkan untuk dibebaskan. ”

“Mereka merasa bahwa keadilan sudah ditegakkan dan langkah tersebut merupakan bukti kerja sungguh-sungguh kami yang dapat menyatukan bukti yang diperlukan untuk menjebloskan Reynhard Sinaga ke penjara, ” katanya.

Sumber gambar, Greater Manchester Police

Saat menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap Reynhard di pengadilan Manchester, Hakim Suzanne Goddard menggambarkannya sebagai “predator seksual setan” dan selalu “monster”.

Kasus Reynhard diajukan ke Mahkamah Banding sebab Kejaksaan Agung karena balasan terhadapnya dianggap terlalu kecil.

Hukuman awal menetapkan Reynhard harus mendekam setidaknya 30 tahun sebelum mendapat jalan untuk mengajukan pembebasan.

Tetapi Mahkamah Banding meningkatkan balasan minimal menjadi 40 tahun.

Related Post