PM Israel Benjamin Netanyahu diam-diam ‘terbang ke Arab Saudi untuk mulut rahasia dengan Putra Mahkota’

PM Israel Benjamin Netanyahu diam-diam ‘terbang ke Arab Saudi untuk mulut rahasia dengan Putra Mahkota’ post thumbnail image

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diam-diam lelap ke Arab Saudi pada Minggu (22/11) untuk bertemu dengan Anak Mahkota Mohammed bin Salman, patuh media Israel.

Netanyahu didampingi oleh kepala badan intelijen atau Mossad, Yossi Cohen, secara sembunyi-sembunyi bersemuka dengan Putra Mahkota dan Gajah Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo di kota Neom, Arab Saudi.

Tidak ada kepastian secara resmi.

Pompeo singgah di Neom, pesisir Laut Merah wilayah Arab Saudi, dari Uni Emirat Arab sebagai bagian dari lawatannya ke Timur Tengah.

Di antara media Israel yang menurunkan berita tentang anjangsana PM Netanyahu adalah situs berita Ynet.

Dilaporkan pesawat jet membawa Netanyahu dan rombongan terbang lantaran Israel pada Minggu malam & kembali mendarat di Israel di dalam Senin dini hari (24/11).

Surat kabar Haaretz melaporkan pergerakan pesawat jet Netanyanu terdeteksi sejumlah situs pelacak penerbangan.

Pesawat lepas landas di Minggu malam dan mendarat di Neom, kemudian diparkir di sana selama sekitar dua jam. Udara yang sama kemudian terbang kembali ke Israel sesudah tengah malam.

Salah seorang penasihat Netanyahu, Topa Luk, tampak mengisyaratkan kunjungan tersebut memang terjadi namun sejauh itu belum ada konfirmasi resmi daripada kedua negara.

Biro PM Israel belum mengeluarkan penjelasan, begitu pula pemerintah Arab Saudi.

Kalau benar, kunjungan tersebut tercatat sebagai lawatan pertama perdana menteri Israel ke Arab Saudi yang pernah dilaporkan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan pihaknya mengharapkan Arab Saudi akan melakukan normalisasi ikatan dengan Israel, mengikuti jejak Uni Emirat Arab dan Bahrain dengan meneken perjanjian normalisasi hubungan pada September.

Sudan juga telah sepakat untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Sejumlah pejabat Amerika Serikat dan Israel dalam berbagai jalan mengisyaratkan bahwa lebih banyak negeri Arab akan menjalin hubungan dengan Israel.

Di depan umum Arab Saudi telah mengatakan akan pasti mempertahankan sikapnya sejalan dengan perilaku Liga Arab untuk tidak menjalin hubungan dengan Israel sampai pertengkaran Israel dengan Palestina diselesaikan.

Namun Arab Saudi telah mengizinkan pesawat Israel terbang di atas wilayahnya ke negara-negara baru sahabatnya di tempat Teluk dan juga ke Asia.

Related Post