PLTN Fukushima: Lebih satu juta ton air limbah akan dibuang Jepang ke bahar, industri perikanan khawatir rantai pangan terganggu

6 tanda yang lalu

Sumber gambar, AFP

Jepang telah menyetujui agenda untuk membuang lebih lantaran satu juta ton minuman terkontaminasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang tidak berfungsi lagi ke laut, tetapi muncul kewaswasan apakah air itu sungguh-sungguh aman.

Sebelum dibuang ke laut, air hendak diolah dan diencerkan sehingga tingkat radiasinya berada di bawah tingkat yang dianggap aman untuk standar air minum.

Tetapi kalangan pabrik perikanan ikan setempat menentang keras langkah itu, pula negara-negara tetangga, yakni China dan Korea Selatan.

Pemerintah Jepang mengatakan proses pembuangan air yang digunakan untuk mendinginkan bahan menjilat nuklir itu akan dimulai dalam waktu dua tarikh.

Persoalan ini bermula ketika reaktor-reaktor di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima terleka akibat ledakan hidrogen menyusul gempa bumi dan tsunami pada 2011.

Tsunami merusak sistem pendingin reaktor, tiga di antaranya makin meleleh. Untuk mendinginkan reaktor-reaktor yang meleleh, digunakan lebih dari satu juta ton air.

Lantas, apakah air radioaktif itu damai untuk dibuang ke bahar? Berikut beberapa hal berselirat dengan air radioaktif tersebut.

Tangki penyimpan akan penuh

Dalam saat ini, air radioaktif diolah dalam proses penyaringan yang kompleks yang menghilangkan unsur-unsur radioaktif tetapi tetap saja terdapat radioaktif dengan terkandung dalam air. Unsur-unsur yang tertinggal di antaranya adalah tritium – yang dianggap berbahaya bagi manusia jika dalam dosis gede.

Air itu langsung disimpan di tangki tumbuh, tetapi operator PLTN Fukushima, yakni Tokyo Electric Power Co (TepCo) kekurangan tempat penyimpanan, dan tangki-tangki diperkirakan akan penuh sebelum tarikh 2022.

Apakah tirta aman ?

Jepang berpendapat bahwa pembuangan air limbah itu tenteram karena melalui proses pengolahan untuk membersihkan hampir seluruh unsur radioaktif dan akan diencerkan.

Rencana ini sudah mendapat persetujuan dari Awak Tenaga Atom Internasional (IAEA), yang mengatakan pembuangan tersebut mirip dengan pembuangan air limbah di berbagai penyemangat lain di dunia.

“Pembuangan ke laut juga dikerjakan di tempat lain. Itu bukan sesuatu yang hangat. Tak ada skandal pada sini, ” kata Dirjen IAEA, Rafael Mariano Grossi pada tahun 2021.

Sumber gambar, Getty Images

Para-para ilmuwan berpendapat unsur-unsur yang tersisa di air perdana berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Dikatakan, dengan diencerkan maka air yang diolah itu secara ilmiah tidak berbahaya.

Sekalipun tritium termasuk radioaktif, zat itu mempunyai waktu cucuk radioaktif sekitar 12 tahun. Artinya, tritium akan habis dari lingkungan dalam tempo puluhan tahun, bukan di dalam hitungan abad.

Namun demikian, radiasi dari tritium dapat tertelan. Oleh karena tersebut kelompok-kelompok industri penangkapan ikan khawatir akan risiko tritium masuk ke dalam pertalian pangan dan dikonsumsi menggunakan makanan laut.

Risiko memang ada, tetapi dengan umum ada konsensus keilmuan bahwa risiko yang muncul tidak sampai membahayakan kesehatan manusia.

Sejumlah ilmuwan menggarisbawahi pembuangan radioaktif dalam jumlah besar ke laut juga terjadi dalam uji coba senjata nuklir yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Inggris dan Prancis pada tarikh 1940-an, 50-an dan 60-an.

Apakah ada perlawanan ?

Sejumlah organisasi lingkungan laksana Greenpeace telah lama mendekati pembuangan air limbah ke laut.

Dikatakan oleh Greenpeace bahwa rencana Jepang membuang air ke laut menunjukkan bahwa pemerintah negara itu “sekali lagi melalaikan warga Fukushima”.

Industri perikanan setempat juga menolak rencana tersebut dengan alasan konsumen bakal menolak membeli hasil laut dari Fukushima.

Penangkapan ikan di Jepang sangat terdampak sesudah bencana tahun 2011. Banyak negara melarang impor hasil laut dari provinsi pesisir timur laut.

Keputusan ini juga ditentang oleh negara-negara tetangga. Makin sebelum rencana itu disetujui, menteri luar negeri Korea Selatan pada Senin (12/04) menyatakan “penyesalan serius”.

Mengenai juru bicara Kementerian Sungguh Negeri China Zhao Lijian menyerukan kepada Jepang buat “bertindak dengan cara dengan bertanggung jawa”.

“Untuk menjaga kepentingan umum internasional serta keselamatan serta kesehatan rakyat China, China menyampaikan kekhawatiran kepada pihak Jepang melalui saluran diplomatik, ” sebutan Zhao.

Amerika Serikat tampak mendukung langkah Jepang dengan mengatakan negara tersebut telah “mengadopsi pendekatan sesuai dengan standar keamanan nuklir yang diterima secara global”.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba dalam mesin pencari lain

Related Post