Pesawat kontainer raksasa yang menyekang Terusan Suez berhasil dipindahkan, bagaimana caranya?

  • Reality Check dan Visual Journalism
  • BBC News

29 Maret 2021, 20: 41 WIB

Diperbarui 4 menit yang lalu

Untuk memutar video tersebut, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Kapal kargo raksasa yang tersangkut Terusan Suez selama hampir sepekan akhirnya berhasil dipindahkan secara penuh, kata bagian berwenang Mesir.

Pesawat Ever Given, sepanjang 400 meter, kandas di kanal tersebut sebelum tim penolong berhasil melepaskannya pada Senin (29/03).

Belum jelas kapan lalu lintas di Terusan Suze dapat sepenuhnya dibuka kembali.

Terusan Suez merupakan salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia, serta sebagian perusahaan pemilik pesawat terpaksa mengubah rutenya.

Peter Berdowski, pimpinan perusahaan penyelamat asal Belanda, Boskalis, mengatakan Ever Given berhasil diapungkan kembali di pukul 15. 05 periode setempat, Senin (29/03), “sehingga memungkinkan aktivitas di Siring Suez normal kembali”.

Sumber gambar, Reuters

Kapal raksasa itu ditarik ke suatu lokasi di luar aturan untuk pemeriksaan teknis.

Kapal tunda yang ikut dalam operasi penyelamatan membunyikan klakson, merayakan keberhasilan pemindahan kapal tanker raksasa itu.

Ever Given, dioperasikan oleh perusahaan Taiwan Evergreen Marine, sepanjang empat lapangan menggampar bola dan tak bergeming di ujung selatan siring itu sejak Selasa pekan lalu.

Setelah kapal kargo ini “dibebaskan”, muncul seruan agar pihak-pihak terkait menjemput pelajaran dari insiden ini.

“Harus ada penyelidikan karena insiden ini berdampak sangat serius. Harus ada pembahasan, bagaimana memastikan supaya kejadian ini tak berulang lagi di masa ajaran, ” kata Marcus Baker, pakar pengapalan internasional.

Pihak-pihak terkait di Mesir, kata Marcus, harus mengambil jalur ini bisa langgeng lancar.

“Mereka sahih punya kepentingan untuk menyungguhkan kelancaran ini. Terusan Suez adalah salah satu sumber penerimaan Mesir. Ini salah satu jalur pelayaran memutar penting [di dunia]. Tidak boleh insiden ini terulang lagi, ” katanya.

Bagaimana kapal kontainer digerakkan?

Ever Given memiliki panjang 400 meter dan terjepit secara diagonal di terusan yang lebarnya tak lebih dari 200 meter.

Perangkat pelacak kapal pada Senin menunjukkan buritan kapal telah sukses digerakkan dari pinggiran barat namun haluannya masih dekat dengan pesisir timur.

Sekelompok kapal tunda masih berkecukupan di sekitar kapal.

Itu menggunakan kabel atau membawa diri tepat di tepi kapal, berusaha untuk membiarkan kapal yang mogok itu.

Bersama kapal tunda, kapal keruk telah mengeruk ramal dan lumpur dari lembah haluan kapal.

Kapal-kapal menggali ini bukan pemandangan aneh di Terusan Suez, sebutan pakar maritim Sal Mercogliano, dan digunakan untuk terus mengeruk jalur air itu supaya tetap bisa dinavigasi.

“Mesin raksasa masuk ke dalam air dan menarik tanah ke atas sebab dasar laut, yang kemudian ditimbun di daratan. ”

Sumber gambar, Getty Images

Perusahaan yang mengelola keberjalanan kapal, Bernhard Schulte Shipmanagement (BSM), berkata kapal ahli “isap keruk” juga didatangkan. Kapal tersebut mampu menukar material sebanyak 2000 kubik meter per jam.

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, © Cnes2021, Distribution Airbus DS

Jika jalan membebaskan haluan kapal tentu sulit, pilihan berikutnya ialah memindahkan bahan bakar, air, dan kargo.

Menguras bahan bakar dari tangki kapal akan membantu, tapi kemungkinan besar tidak akan lulus tanpa upaya lainnya buat mengurangi beban kapal.

Kapal sebesar Ever Given bisa membawa sampai 20. 000 kontainer 20ft (berat penuh 22 ton) dan proses untuk memindahkannya dengan derek akan sangat menantang.

Selain kesulitan terpaut mendapatkan derek yang betul dan cukup dekat dengan kapal, proses tersebut dapat mengakibatkan kerusakan dan bahkan membuat kapal menjadi tidak seimbang.

“Anda harus mendatangkan derek apung yang betul besar – tetapi apapun yang Anda lakukan sekarang, Anda harus menentukan dengan jalan apa ia akan memengaruhi stabilitas kapal, ” kata pakar kelautan, Sal Mercogliano.

“Skenario terburuknya ialah kapal balik jadi dua karena pembagian berat [yang tidak seimbang]. ”

Sumber gambar, Satellite image ©2021 Maxar Technologies

Related Post