Penghentian Senjata Israel – Palestina mulai berlaku setelah sebelas hari pertempuran dengan ratusan korban jiwa

Kekerasan yang terparah selama beberapa tahun terakhir pada Israel dan Wilayah Palestina di Jalur Gaza sudah merenggut banyak nyawa. Percekcokan terbuka ini pecah sesudah rangkaian ketegangan yang naik selama satu bulan sebelumnya. Berikut ini rentetan kejadian yang mengarah kepada sengketa kedua pihak.

13 April

Bentrokan pecah di Yerusalem Timur antara warga Palestina dan polisi Israel

Awak Palestina marah atas dipasangnya barikade di luar Gerbang Damaskus yang jadi kesempatan masuk ke Kota Periode Yerusalem sehingga menghalangi mereka untuk berkumpul di sana setelah salat di Masjid al-Aqsa pada malam perdana bulan suci Ramadan.

Ketidakpuasan warga Palestina sebelumnya sudah muncul akibat Presiden Mahmoud Abbas menunda Pemilu yang telah direncanakan, pada belakangan menyalahkan Israel atas penyerasian proses pemungutan suara bagi warga Palestina di Yerusalem Timur.

Hamas – kompetitor bagi kubu Presiden Abbas yang menguasai Gaza serta juga mencalonkan kandidatnya porakporanda marah atas penundaan Pemilu.

Kekerasan di sekitar Gerbang Damascus dan tempat-tempat asing di Yerusalem Timur tetap berlanjut tiap malam.

15-16 April

Sejumlah roket ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel, yang dibalas dengan serangan udara setelah sekian lama berlangsung masa tenang antara Israel dan Palestina.

19 April

Bentrokan berkembang ke Jaffa, yaitu praja pelabuhan yang bersebelahan dengan Tel Aviv dan penuh dihuni etnis Arab porakporanda Yahudi.

20 April

Di Yerusalem, kaum muda Yahudi, yang marah atas rentetan serangan warga Palestina terhadap orang Yahudi Ortodoks yang difilmkan dan dimuat ke aplikasi TikTok, menyerang orang Arab sekaligus meneriakkan slogan-slogan anti-Arab.

23 April

Ratusan pengikut ua-nasionalis Yahudi berdemo serupa meneriakkan “Matilah Orang-orang Arab” ke arah Gerbang Damaskus untuk memprotes serangan karakter Arab atas orang Yahudi. Bentrokan pun pecah pada lokasi antara warga Palestina dan polisi yang mencari jalan memisahkan kedua kelompok. Puluhan orang luka-luka.

Kekerasan antara orang Arab dan Yahudi meluas ke wilayah-wilayah lain di Kota Yerusalem.

24 April

Kelompok militan menembakkan puluhan roket ke Israel dari Gaza, yang dibalas dengan serangan udara.

2 Mei

Faksi Fatah dengan mendukung Presiden Mahmoud Abbas dan Hamas mengutuk ancaman penggusuran keluarga-keluarga Palestina lantaran rumah-rumah mereka di provinsi Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, oleh para pemukim Yahudi menjelang sidang pengadilan. Hamas menyerukan orang-orang Arab untuk membentuk “perisai perlawanan manusia” di sana.

Hari-hari berikutnya, polisi dan pendemo berulangkali bentrok di lokasi tersebut yang menjadi pusat pemenuhan kemarahan warga Palestina.

4 Mei

Militan di Gaza mulai mengirim balon pembakar ke Israel selama kira-kira hari berturut-turut, menyebabkan puluhan kebakaran.

7 Mei

Perut pria bersenjata Palestina ditembak mati dan seorang lagi luka-luka setelah menembaki gerombolan keamanan Israel di Sembiran Barat bagian utara. Pihak berwenang Israel mengatakan klan bersenjata itu merencanakan “serangan besar” di Israel.

8 Mei

Malam kedua kekerasan dalam Yerusalem Timur berlangsung setelah puluhan ribu orang salat di masjid al-Aqsa dalam malam Lailatul Qadr.

Polisi dan pendemo bentrok pada Gerbang Damaskus. Polisi memakai meriam air, peluru karet, dan gas air timbil menghadapi kerumunan warga Palestina, yang beberapa melempari keras kepala.

Lebih dari 120 warga Palestina dan 17 penjaga Israel luka-luka.

9 Mei

Mahkamah Agung Israel menunda sidang atas kasus Sheikh Jarrah setelah ada pekik penundaan karena meningkatnya kegaduhan. Ketegangan tetap tinggi dan rangkaian bentrokan tetap berlaku antara polisi Israel & warga Palestina di Sheikh Jarrah dan Gerbang Damaskus.

10 Mei

Bentrokan dalam pagi buta pecah antara polisi dan warga Palestina dalam kompleks masjid al-Aqsa, di mana massa melemparkan sundal dan polisi menembakkan granat kejut.

Kemarahan warga Palestina telah disulut oleh rencana pawai peringatan tahunan Hari Yerusalem yang dijadwalkan di sore hari oleh ratusan kaum nasionalis Israel untuk merayakan perebutan Yerusalem Timur oleh Israel pada 1967

Pawai itu rencananya melewati kawasan yang mayoritas dihuni orang-orang Arab di Praja Lama dan ini dianggap warga Palestina sebagai provokasi yang disengaja. Akhirnya sabuk pawai diubah, namun kekerasan tetap terjadi dengan mengoyak lebih dari 300 awak Palestina dan 21 penjaga Israel di kompleks kudus.

Hamas mengeluarkan ultimatum pada Israel agar “menarik semua pasukannya dari masjid al-Aqsa dan Sheikh Jarrah pada pukul 18. 00. Masa lewat tenggat waktu tanpa digubris Israel, sejumlah peluru ditembakkan ke Yerusalem, kala pertama dalam bertahun-tahun terakhir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Hamas telah “kelewat batas” dan Israel membalasnya dengan serangan udara, menewaskan tiga anggota Hamas.

Saling balas tembakan peluru dan serangan udara situ memuncak menjadi bentrokan paling dahsyat antara dua bagian sejak perang tahun 2014.

Related Post