Penembakan brutal di Atlanta: Tersangka mengaku ‘kencaduan seks’, didakwa pembunuhan tapi belum nyata apakah bermotif rasial

17 Maret 2021

Diperbarui 3 tanda yang lalu

Lokasi penembakan di panti pijat dan spa Piedmont Road di Atlanta, Georgia, 16 Maret 2021.

Sumber gambar, EPA

Pria bersenjata dengan menewaskan delapan orang dalam panti pijat dan spa di Kota Atlanta, negeri bagian Georgia, Amerika Serikat, dikenai dakwaan pembunuhan.

Namun para pejabat belum dapat memastikan apakah pukulan dengan korban termasuk enam perempuan Asia itu karena motivasi rasial. Empat korban telah disebutkan identitasnya.

Tersangka, Robert Aaron Long, menghadapi berbagai dakwaan berlapis pembunuhan serta penyerangan.

Sherif Cherokee, Frank Reynolds mengatakan tersangka mengklaim “kecanduan seks”.

Serangan ini terjadi di tengah peningkatan kebiadaban yang menyasar warga keturunan Asia-Amerika.

Empat korban sudah teridentifikasi sebagai Ashley Yaun, 33 tahun; Paul Andre Michels, 54 tahun; Xiaojie Yan, 49 tahun; serta Daoyou Feng, 44 tarikh.

Sementara itu, objek lainnya, Elcias R Hernandez-Ortiz mengalami luka.

Apa dengan dikatakan polisi?

AS, penembakan, asia

Sumber tulisan, Reuters

Dalam keterangan pada media, Rabu kemarin, para-para penyidik mengatakan tersangka bertanda Robert Aaron Long sudah mengakui perbuatannya, tapi menyanggah serangan ini bermotifkan rasial.

Long telah ditangkap secara tuduhan empat pembunuhan, serta satu lagi atas penyerangan, menurut Departmen Sheriff provinsi Cherokee.

“Dia rupanya punya persoalan, apa yang ia rasakan sebagai kecanduan seks, dan lokasi tempat kejadian perkara telah menggodanya, & dia ingin menyingkirkannya, ” kata Capt. Jay Baker yang juga menambahkan, Long ditangkap bersama barang fakta pistol 9 mm, serta tidak melakukan perlawanan.

Panti pijat ini diketahui terkadang menyediakan layanan prostitusi, tapi pihak berwenang mengatakan belum ada indikasi lokasi itu telah diincar sebelumnya.

Untuk memutar gambar ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

“Ini adalah bisnis yang berjalan dengan legal, yang masih beruang dalam jangkauan kami, ” kata Wali Kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms, yang menambahkan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam “mempermalukan ataupun menyalahkan korban”.

Polisi juga mencatat masih terlalu pra bagi penyelidikan ini untuk mengungkap motif, dan tersangka melakukan aksi ini seorang diri.

Bottoms mengatakan tersangka ditangkap dalam perjalanan ke Florida, kemungkinan untuk menyelenggarakan aksi serupa.

Tersangka cepat diidentifikasi karena ayahnya sendiri membantu pihak kepolisian.

Taat CBS News, tersangka mengutarakan kepada para penyidik kalau “dia mencintai Tuhan dan senjata”

Sejauh mana jalan kejadian yang diketahui?

Atlanta Police Department officers investigate the scene of a shooting outside a spa on Piedmont Road in Atlanta, Georgia, USA, 16 March 2021

Sumber gambar, EPA

Penembakan terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 17: 00 (21: GMT) di Young’s Asian Massage di Acworth, daerah Cherokee.

Dua orang tewas di tempat kejadian dan tiga dilarikan ke rumah sakit. Tapi cuma satu yang selamat, perut lainnya ikut tewas, introduksi juru bicara kantor sheriff, Capt. Baker. Dia kemudian mengkonfirmasi para korban ialah dua perempuan Asia, seorang perempuan kulit putih & seorang pria kulit putih, dan mengatakan seorang Amerika Latin mengalami luka.

Kurang dari satu jam lalu, kepolisian mendapat panggilan terhadap “perampokan yang sedang berlangsung” di Gold Spa dalam sebelah timur laut Atlanta. Dalam panggilan yang direkam 911, seorang perempuan memberi tahu bahwa ia padahal bersembunyi dari serangan.

“Apa Anda punya gambaran menimpa pria yang menyerang? ” kata operator.

“Kami sedangkan bersembunyi saat ini, ” jawab perempuan itu. “Mereka bersenjata api. ”

“Segera datang oke? ” katanya.

Map shows the location of the shootings in Atlanta

Presentational white space

Saat bagian berwenang tiba di spa “petugas menemukan tiga jenazah perempuan di dalam lokasi dengan luka tembak, ” kata polisi.

Saat berada di sana, petugas juga mendapat panggilan menuju spa di seberang jalan, Aromatherapy Spa. Di situ polisi juga menemukan perempuan lainnya yang tewas ditembak.

Pada sebuah panggilan 911, seorang perempuan mengatakan kepada operator bahwa dia mendapat telepon dari seorang teman dengan mengatakan, ada pria yang masuk ke dalam spa dan melepaskan tembakan.

“Mereka mengatakan sejumlah pria hadir… kami mendengar letusan senjata dan seorang perempuan terbis persis di depan kesempatan, ” katanya. “Dan semua orang ketakutakn, dan seluruh orang bersembunyi. ”

Para-para penyelidik yang mempelajari rekaman CCTV kemudian merilis tulisan seorang tersangka di dekat satu diantara spa. Polisi mengutarakan, setelah perburuan dari Woodstock, Georgia, akhirnya Robert Aaron Long ditangkap di wilayah Crisp, sekitar 150 mil (240 kilometer) di daksina Atlanta.

Pihak berwenang di Korea Selatan mereka masih mencari tahu kewarganegaraan 4 perempuan keturuan Korea itu.

Gold Spa in Atlanta

Sumber gambar, Getty Images

Sebelumnya, Delapan orang, tercatat setidaknya enam perempuan famili Asia, tewas dalam penembakan di tiga tempat bertentangan di negara bagian Georgia, Amerika Serikat, Selasa (16/03) waktu setempat.

Kepolisian setempat menyebut empat orang mati di sebuah panti memijit di Acworth, kawasan tepian utara Atlanta. Lainnya tewas di dua spa dalam Kota Atlanta.

Pemerintah Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa empat dari korban penembakan tersebut merupakan keturunan Korea.

Para pejabat setempat menyebut seorang laki-laki berusia 21 tahun telah ditangkap dan dipercaya merupakan tersangka dalam 3 serangan mematikan itu.

Mematok berita ini disusun, kepolisian belum mengumumkan motif penembakan tersebut.

Kejahatan rasial terhadap orang-orang keturunan Asia-Amerika meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Situasi itu dipicu keterangan yang menyalahkan orang Asia atas penyebaran Covid-19.

Di pidatonya minggu lalu, Presiden AS Joe Biden mengutuk “kejahatan rasial yang kejam terhadap orang Asia-Amerika, dengan diserang, dilecehkan, disalahkan serta dikambinghitamkan. ”

Penembakan perdana di Atlanta terjadi sekitar pukul lima sore waktu setempat di Youngs Asian Massage Parlor, Acworth.

Spesialis bicara kepolisian setempat, Kapten Jay Baker, menyebut perut orang tewas di tempat kejadian. Tiga korban penembakan lain sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi perut di antaranya tak bisa diselamatkan.

Baker mengkonfirmasi, empat target tewas pertama adalah besar perempuan keturunan Asia, seorang perempuan kulit putih dan satu laki-laki kulit suci.

Seorang laki-laki Hispanik mengalami luka-luka akibat pukulan tersebut.

Amerika Serikat

Sumber gambar, EPA

Kurang dari satu jam setelah penembakan pertama, kepolisian setempat mendapat informasi mengenai perampokan yang sedang berlaku di Gold Spa, pada timur laut Atlanta.

“Setibanya di sana, petugas menjumpai tiga perempuan yang mati dengan luka tembak di lokasi, ” kata penjaga dalam sebuah pernyataan.

Era tengah berada di Gold Spa, polisi dipanggil ke spa di seberang ulama, bernama Aromatherapy Spa. Pada sana mereka menemukan utama perempuan yang juga mati ditembak.

Kepolisian setempat, sama dengan dikutip oleh Atlanta Journal-Constitution, mengatakan bahwa empat korban terakhir yang mereka temukan adalah perempuan keturunan Asia.

Penyelidik yang telah menelaah rekaman CCTV kemudian merilis video seorang tersangka dalam dekat salah satu spa.

Dalam sebuah penyergapan, kepolisian menangkap Robert Aaron Long, warga Woodstock, Georgia di kawasan sekitar 240 kilometer sisi selatan Atlanta.

Kapten Baker menyebut para-para penyelidik sangat yakin kalau laki-laki itu adalah karakter dalam ketiga penembakan.

Pihak berwenang mengatakan masih terlalu dini dalam penyelidikan buat mengetahui apakah para objek menjadi sasaran karena ras atau etnis mereka.

Tetapi, kelompok advokasi Stop AAPI Hate [Asian Americans and Pacific Islanders] menyebut peristiwa itu sebagai “tragedi yang tak dapat diungkap dengan kata-kata”.

spacer

“”Saat ini ada penuh ketakutan dan rasa melempem di komunitas Asia-Amerika yang harus diatasi, ” tulis kelompok itu lewat akun Twitter.

Ben Crump, seorang pengacara hak sipil terkemuka, juga angkat bicara di Twitter.

“Pembunuhan tragis hari ini di #Atlanta menegaskan kembali perlunya kita untuk memajukan dan melindungi SEMUA minoritas yang terpinggirkan di Amerika dari rasisme, ” tulisnya.

Related Post