Nigeria tuntut hukuman bagi staf imigrasi Indonesia yang terekam serang diplomatnya di Jakarta, bagaimana respons pemerintah RI?

5 jam yang semrawut

Sumber tulisan, _

Negeri Nigeria menuntut hukuman bagi pejabat imigrasi Indonesia yang terekam tampak menyerang seorang diplomatnya Sabtu pekan berarakan di Jakarta. Rekaman itu menjadi viral di media sosial.

Kementerian Sungguh Negeri Indonesia mengungkapkan bahwa sudah terjadi pertemuan jarang Duta Besar RI, Usra Hendra Harahap, dengan Menteri Luar Negeri Nigeria, Geoffrey Onyeama.

Dalam pertemuan itu, Dubes RI menyatakan “telah terjadi salah pengertian & sudah diselesaikan antara pihak-pihak yang terkait atau berperan pada waktu itu, ” ungkap Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, pada BBC News Indonesia Rabu (11/08).

Pertemuan lanjutan antara pejabat Kemlu RI dengan Dubes Nigeria serupa digelar di Jakarta, dalam Rabu (11/08), untuk mengatasi persoalan itu.

Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM RI DKI Jakarta, Ibnu Chuldun, mengatakan kedua pihak melegalkan “telah terjadi kesalahpahaman & sepakat berdamai disaksikan sebab Pimpinan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan dan Duta Luhur Nigeria. ”

Baca juga:

Anggapan keras di Nigeria

Rekaman video yang tersebar dalam media sosial menunjukkan Abdul Rahman Ibrahim, seorang pejabat konsuler yang berdinas dalam Jakarta, ditahan di mobil oleh beberapa karakter. Ia ditangkap di lupa satu jalan di ibu kota.

Nigeria menyebutnya sebagai “tindak pelanggaran internasional yang mengerikan oleh negara Indonesia” dan menyatakan akan meninjau hubungan bilateral dengan negara Asia Tenggara tersebut.

Video menunjukkan salah seorang pria meletakkan tangannya pada kepala sang diplomat dan mendorongnya kembali ke status mobil.

Di antara bahana teriakan untuk memprotes, Ibrahim mengulangi: “Saya tak mampu bernapas. ”

Dalam rekaman dengan durasi satu menit, 30 detik, Ibrahim merebak mengatakan: “Leher saya, leher saya. ”

Insiden tersebut memicu kemarahan di Nigeria. Banyak orang mengatakan insiden itu menunjukkan bagaimana negara2 lain memandang Nigeria.

Bahkan sebagian kalangan menuntut penjelasan lengkap dari negeri Indonesia.

Kementerian Luar Kampung Nigeria sebelumnya telah mengirimkan surat protes kepada negeri Indonesia dengan mengatakan kalau perlakuan buruk yang dialami Ibrahim “melanggar hukum global dan Konvensi Wina dengan mengatur hubungan diplomatik dan hubungan konsuler antarnegara”.

Kalangan politisi Nigeria pun menyampaikan kecaman. Politisi yang serupa aktivis HAM Senator Shebu Sani dalam akunnya di Twitter menyatakan bahwa “Penyerangan dan perlakuan kejam terhadap Diplomat Nigeria oleh aparat Imigrasi #Indonesia patut dikutuk. ”

“Suatu pelanggaran nyata terhadap semua protokol diplomatik. Ini setara dengan kebrutalan George Flyod. Teman kita Indonesia salah, ” cuit Sani.

Menindaklanjuti insiden itu, Kementerian Luar Negeri membuktikan perwakilan Indonesia untuk Nigeria dipanggil pada hari Senin (09/08) dan meminta maaf atas nama pemerintahnya.

Nigeria pun dikabarkan memanggil pulang Dubesnya di Jakarta untuk mengirimkan laporan lengkap kepada negeri, dan Kementerian Luar Negeri mengatakan konsultasi akan terus dilakukan.

Respons Kemlu MENODAI

Juru bicara Kementerian Asing Negeri RI, Teuku Faizasyah, membenarkan kabar bahwa telah berlangsung pertemuan antara Dubes RI dan Menlu Nigeria beberapa hari lalu terkait masalah tersebut,

Pertemuan kurun pejabat Kemlu RI dunia protokoler dan konsuler dan Direktorat Jenderal kawasan Afrika dengan pihak Kedubes Nigeria digelar Jakarta pada Rabu (11/08) untuk mendalami apakah ada pelanggaran terkait insiden tersebut.

“Ini yang medium kita dalami, karena pada informasi yang kita menyimak saat sekarang apa dengan disampaikan oleh pihak imigrasi mereka sedang menjalankan perintah. Dan hal-hal ini langsung diperjelas, sejauh mana kejadian yang terjadi lapangan tersebut, apakah ada komunikasi yang jelas antara pihak imigrasi dan yang bersangkutan, apakah ada salah pertimbangan dan lain-lain..

“Hal-hal seperti ini yang menetapkan kita perjelas terlebih awal, apakah benar ada bagian pelanggaran terhadap hak imunitas seorang diplomat di negara akreditasi dan untuk itu kita masih terus menyungguhkan dari pihak imigrasi, ” ujar Faizasyah.

Namun, tempat menegaskan bahwa pasca-insiden itu antara pihak imigrasi dengan pihak Kedubes Nigeria faktual sudah ada semacam pengerjaan masalah secara kekeluargaan, karena mereka sudah saling menoleransi.

“Hal-hal ini juga kalau tidak salah juga disampaikan oleh Duta Besar kita kepada Menlu Nigeria bahwa terjadi salah pengertian serta sudah diselesaikan antara pihak-pihak yang terkait atau terlibat pada waktu itu, ” lanjut dia.

Klarifikasi pihak Imigrasi RI

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI DKI Jakarta Ibnu Chuldun mengklarifikasi video viral tudingan kekerasan yang dilakukan petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan terhadap seorang diplomat warga Nigeria pada Sabtu (7/8/2021) yang viral di media sosial.

Menurut Ibnu, dalam bahan tertulis, justru diplomat pokok Nigeria tersebut yang bertindak arogan dan lebih dahulu melakukan pemukulan terhadap aparat Imigrasi. “Justru WNA pokok Nigeria itu yang menyelenggarakan pemukulan terhadap petugas awak saat dalam perjalanan ke kantor imigrasi.

“Yang bersangkutan dibawa ke pejabat karena bersikap tidak kooperatif dengan menghardik petugas yang melakukan pemeriksaan dokumen serta malah menantang untuk ditahan, ” ujar Ibnu di dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (10/8/2021).

“Akibat pemukulan tersebut, salah satu petugas kami mengalami luka bengkak dan berdarah pada bagian bibir sebelah kiri dan ini bisa dibuktikan dari hasil visum yang dilakukan atas petugas kami. ”

“Setelah pemukulan itu, petugas kami lantas memegangi WNA tersebut. Jadi, yang terlihat di video itu justru petugas kami berusaha mencegah WNA asal Nigeria itu kembali melakukan kekerasan atau hal yang tidak diinginkan, ” katanya.

Sama dengan disampaikan Ibnu, kejadian ini berawal dari informasi dengan diterima petugas mengenai adanya sekelompok warga negara ganjil yang diduga izin tinggalnya telah habis dan menginap di salah satu hotel di Jakarta Selatan.

Petugas lalu mendatangi lokasi menginap para WNA itu karena mereka diduga berencana mengadakan sebuah pesta di hotel tersebut pada Sabtu sore. Oleh pihak hotel, petugas diberitahu bahwa para WNA tersebut telah check out dan berpindah ke sebuah apartemen yang masih berlokasi di wilayah Jakarta Selatan.

Petugas kemudian mendatangi apartemen tersebut dan mendapati seorang WNA di lobi apartemen. “Ketika petugas menanyakan paspor dan identitas dirinya, WNA tersebut marah dan tidak mau menyerahkan dokumen tersebut.

Dia juga sempat menghardik aparat dan malah menantang untuk ditahan. Karena dia tidak kooperatif akhirnya dibawa petugas ke kantor imigrasi, ” ujar Ibnu. “Dalam perjalanan menuju kantor itulah yang bersangkutan melakukan pemukulan terhadap petugas kami sehingga kudu dipegangi.

Dia langsung berteriak-teriak sepanjang perjalanan serta sampai di kantor imigrasi juga masih berteriak. Real, petugas tidak melakukan kebengisan kepadanya. Setelah ditanyai, barulah akhirnya dia mengaku sebagai diplomat dengan menyerahkan Kartu Diplomatik Kedutaan Nigeria, ” ungkapnya.

Ibnu berniat klarifikasi yang disampaikan pihaknya ini bisa menjernihkan berbagai tudingan yang dialamatkan kepada pihaknya.

Ia juga menyebut permasalahan sudah diselesaikan secara kekeluargaan setelah Duta Besar Nigeria, Ari Usman Ogah, mendatangi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan pada petang harinya dengan disertai petugas kepolisian Direktorat Pam Obvit Polda Metro Jaya.

“Peristiwa ini sebenarnya tidak perlu terjadi bila WNA tersebut sejak awal bersikap kooperatif dengan petugas dan terbuka dengan statusnya jadiplomat. Kami berharap penjelasan ini sekaligus bisa membersihkan tudingan yang beredar dalam media sosial atas aparat kami, ” kata Ibnu.

“Setelah proses mediasi dan mendengarkan kronologi perihal dari kedua belah bagian akhirnya petang itu juga petugas dan WNA tersebut sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak mengakui telah terjadi kesalahpahaman dan sepakat berdamai disaksikan oleh Pimpinan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan dan Duta Besar Nigeria, ” ujar Ibnu.

Related Post

Dinar Candy dan protes berbikini yang berbuntut pidana: Hawa diperkarakan karena tubuhnya, ‘pendapatnya malah tidak diperhatikan’Dinar Candy dan protes berbikini yang berbuntut pidana: Hawa diperkarakan karena tubuhnya, ‘pendapatnya malah tidak diperhatikan’

17 menit yang lalu Sumber gambar, Getty Images Siasat polisi menjerat selebritas Dinar Candy dengan Undang-undang Pornografi karena berpakaian bikini zaman menyampaikan protes, dikritik Komnas Perempuan dan pakar asas.