Ledakan Lebanon: Dubes RI antisipasi dampak ekonomi setelah ledakan menyebabkan puluhan meninggal dan ribuan luka-luka termasuk satu perempuan WNI

Ledakan Lebanon: Dubes RI antisipasi dampak ekonomi setelah ledakan menyebabkan puluhan meninggal dan ribuan luka-luka termasuk satu perempuan WNI post thumbnail image

beirut

Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Thohari, mengatakan pihaknya mengantisipasi kesulitan pasokan makanan dalam sejumlah hari mendatang setelah ledakan gebyar di Pelabuhan Beirut, pada Selasa (04/08), menyebabkan paling tidak 80 orang meninggal dan lebih untuk 4. 000 lainnya luka-luka.

Ia mengatakan sekitar 70% barang-barang impor Lebanon, termasuk makanan john kebutuhan pokok lainnya, datang melewati lokasi terjadinya ledakan.

“Yang amat utama adalah dampak ekonomi hal ini karena untuk beberapa hari ke depan [pasokan] pasti terganggu, ” kata Hajriyanto kepada wartawan BBC Indonesia, Callistasia Wijaya, melampaui telepon pada Rabu (05/08).

Untuk ini, ia mengatakan pihaknya mengimbau em função de WNI, terutama mereka yang tinggal di Beirut, untuk memperhatikan stok makanan.

Ia menambahkan pihak KBRI akan memberikan bantuan bagi mereka yang kesulitan mengakses pasokan makanan.

“Kita selama pandemi Covid-19 terkadang sudah memberi bantuan secara periodik. Kami akan segera, dengan memperhatikan jadwal dan waktu, memberi bantuan yang disesuaikan dengan perkembangan anyar ini, ” ujarnya.

Selain fokus pada dampak ekonomi, Hajriyanto mengatakan pemerintah Lebanon tengah mengantisipasi kemungkinan dampak kimiawi dari ledakan amonium nitrat itu.

Menurut keterangannya, gudang yang meledak itu adalah daerah penyimpanan bahan-bahan amonium nitrat yg digunakan untuk keperluan industri.

“Bahan itu harus dijaga ketat. Bukan tahu bagaimana ada info, terkena api. Sampai hari ini belum ada informasi bahwa itu merupakan tindakan terorisme, tapi kecelakaan, type kata Hajriyanto.

Saat kejadian ledakan, Hajriyanto menceritakan, ia dan staf di KBRI- yang jaraknya sekitar delapan kilometer dari lokasi kejadian- merasa seperti sedang terjadi gempa bumi dan ledakan yang luar biasa dekat.

“Gorden-gorden itu jatuh, in ujarnya.

Berbagai laporan menyebutkan ledakan itu terdengar sampai ke Nicosia sejauh 240 kilometer di Siprus. Guncangannya, menurut catatan sejumlah master seismologi, setara dengan gempa magnitudo 3, 3.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengatakan ada satu orang warga negara Indonesia yang luka tetapi kondisi sudah stabil.

“Ada satu WNI yang mengalami luka-luka (inisial NNE). Staf KBRI sudah berkomunikasi melintasi video call dengan yang bersangkutan. Kondisinya stabil, bisa bicara maupun berjalan. Yang bersangkutan sudah diobati oleh dokter rumah sakit & sudah kembali ke apartmennya dalam Beirut, ” kata Faizasyah.

Korban luka dari Indonesia adalah pekerja migran, tambahnya.

Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Thohari, mengatakan WNI dimana mengalami luka tersebut adalah perempuan yang berada di kawasan Jal El Dib, sekitar delapan kilometer dari Pelabuhan Beirut.

“Luka sudah dijahit oleh dokter. Saat tersebut sudah pulang dan berada dalam apartemen bersama empat WNI lainnya di Jal El Dib, very well sebut Hajriyanto dalam pesan tertulis kepada BBC Indonesia, Rabu (05/08).

Pada Lebanon, terdapat total 1. 447 WNI, 213 di antaranya penduduk dan keluarga besar KBRI) da 1. 234 TNI anggota kontingen Garuda.

Menurut Dubes RI untuk Lebanon, Hajriyanto Thohari, KRI Sulthan Hasanuddin 366—yang bertugas sebagai Kontingen Garuda Satgas MTF dalam UNIFIL—terkonfirmasi safe karena sedang berlayar di Mersin, Turki.

Ledakan hebat di Beirut

Sementara itu, Hamzah Assuudy Lubis selaku Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia dalam Lebanon, mengatakan kepada BBC Dalam negri bahwa “ledakan awalnya kami rasakan seperti gempa kurang lebih 3 detik”.

Dia dan beberapa sahabat sesama mahasiswa tinggal di daerah Barbir, Beirut, yang berjarak kurang lebih empat kilometer dari letak kejadian.

Secara terpisah, mahasiswa Indonesia yang lain bernama Fitrah Alif melalui akun Twitternya menulis, “65 mahasiswa terpantau aman lagi pada rebahan dalam kasur asrama masing-masing. ”

“Saya juga di asrama di kota Tripoli, sekitar 80 kilometer dari Beirut dan tidak terasa guncangan, namun teman yang tinggalnya 8 kilometre dari titik ledak, dia merasakan seperti gempa, terasa getarannya, type kata Fitrah kepada BBC Indonesia.

Hentikan Twitter pesan, 1

Lompati Flickr pesan, 1

Tersimpan in gudang 2. 750 ton amonium nitrat

Para pejabat menuding adanya bahan peledak yang disimpan di gudang selama enam tahun.

Kepala Keamanan Umum, Abbas Ibrahim, mengatakan “bahan berdaya ledak tinggi” hasil sitaan sejumlah tahun sebelumnya disimpan dalam gudang tersebut.

Perdana Menteri Hassan Diab mengatakan adanya 2. 750 ton amonium nitrat – bahan untuk pupuk dan peledak – disimpan pada gudang “tidak dapat diterima. inches

“Saya tidak akan diam sampai kami menemukan orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, hingga kita dapat meminta pertanggung jawaban dan menerapkan hukuman paling berat, ” kata perdana menteri serius akun Twitter resminya.

“Tidak dapat diterima ada 2. 750 amonium nitrat disimpan di gudang selama enam tahun, tanpa adanya langkah pengamanan sehingga membahayakan keselamatan warga. inches

Tentang itu amonium nitrat?

Amonium nitrat memiliki banyak kegunaan, namun dua khasiat yang paling umum adalah seperti pupuk pertanian dan peledak.

Zat tersebut sangat mudah meledak ketika bersentuhan dengan api—dan ketika meledak, amonium nitrat bisa melepaskan sejumlah gas or green energy beracun, termasuk nitrogen oksida atau gas amonia.

Karena mudah meledak, hadir sejumlah aturan ketat dalam mengemasi amonium nitrat secara aman. Laku aturan tersebut meliputi tempat penyimpanan yang tahan api, tidak bisa ada lubang drainase, pipa-pipa, / saluran lain yang dapat menumpuk amonium nitrat sehingga menciptakan bencana ledakan tambahan.

Ledakan hebat di Beirut

Tempat tinggal sakit kewalahan

Rumah sakit rumah sakit dilaporkan kewalahan dan banyak gedung yang hancur.

Seorang petugas medis mengatakan sebanyak 200 hingga 300 jamaah telah dilarikan ke unit gawat darurat di sebuah rumah sakit.

“Saya tidak pernah yang seperti itu. Mengerikan, ” kata petugas bernama Rouba, kepada kantor berita Reuters.

Wartawan BBC di Beirut, Sunniva Rose mengatakan segala kota tampak menghitam.

“Mengendarai menyusuri Beirut menjelang malam, benar-benar berantakan. Jalan-jalan penuh dengan kaca, sulit tuk ambulans lewat, banyak batu-batu, bongkahan semen, rumah-rumah ambruk, ” istilah Rose.

“Asap masih mengepul saat malam. Seluruh kota gelap, sulit bagi berjalan, orang-orang berlumur darah. Aku melihat nenek berusia 86 1 tahun dirawat dokter yang berlari pergi dari rumahnya dengan perlengkapan bantuan pertama, ” tambahnya.

“Flat saya pun rusak. Kaca berserak. Kerusakan begitu dasyat. Bahkan satu mal dimana berjarak dua kilometer dari kawasan ledakan, seluruh bagian depan hancur. Kerusakan bukan hanya di pelabuhan, seluruh Beirut terhantam, ” katanya lagi.

Staf kedutaan Jerman di Beirut termasuk korban luka dalam ledakan, kata kementerian luar negeri Jerman.

“Kami terkejut melihat foto dari Beirut. Kolega di kedutaan kami termasuk korban luka, ” kata kedutaan dalam pesan di Twitter.

Tuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Video dari lokasi kejadian memperlihatkan asap tebal membumbung ke angkasa setelah ledakan pertama.

Kemudian berlangsung ledakan kedua yang jauh amet besar yang tampaknya menghancurkan sebagian bangunan di sekitarnya.

Media setempat mengatakan orang-orang terjebak di bawah reruntuhan.

Diperlihatkan pula mobil-mobil selanjutnya bangunan di sekitarnya yang rusak parah.

Ledakan hebat di Beirut

Salah seorang saksi mata kepada BBC mengatakan ledakannya begitu besar hingga mengira ia akan tewas. Ledakannya sangat memekakkan telinga, katanya.

line

‘Seperti gempa’

Hamzah Assuudy Lubis , Presiden Perhimpunan Pelajar Dalam negri di Lebanon , menuturkan kepada BBC Indonesia

Saat ledakan terjadi, saya dan teman sedang berada di rumah mahasiswa dalam berjarak agak empat kilometer di lokasi kejadian, yaitu Pelabuhan Beirut.

Suasana di sini sangat mencekam, ambulans mondar mandir, masyarakat panik mengejar perlindungan, dan takut akan adanya ledakan susulan.

Ledakan awalnya kami rasakan seperti gempa agak 10 detik. Kami tinggal di salah satu apartemen di daerah Barbir, Beirut, yang berjarak kurang lebih empat kilometer dari lokasi kejadian.

Setelah merasa goncangan, kami turun lewat tangga agar tidak terkena reruntuhan.

Sesampainya di dalam bawah, kami melihat keadaan sudah mencekam. Salah satu orang nasional bilang kepada kami agar naik kembali ke apartemen agar bukan terkena ledakan susulan.

Kondisi apartemen sendiri beberapa kaca pecah dan dinding retak.

Hadi Nasrallah, penduduk Beirut

Saya mencermati api, tapi saya belum paham akan ada ledakan. Kami buka ke dalam. Tiba-tiba saya kelenyapan pendengaran karena sepertinya saya kelewat dekat. Saya kehilangan pendengaran selama beberapa detik, saya tahu nyata sesuatu yang salah.

Dan tiba-tiba kaca mobil pecah begitu saja, kaca mobil-mobil di sekeliling kami, toko-toko, gedung-gedung. Kaca-kaca berjatuhan dari segenap gedung.

Di seluruh Beirut, semua orang menghubungi satu sama lain di wilayah yang terpaut beberapa distance dan mereka merasakan hal dimana sama, kaca pecah, bangunan bergetar, dan ledakan keras.

Sebenarnya kami kaget karena biasanya ketika ledakan terjalin, hanya satu area yang mendapatkan kejadian seperti itu. Namun kali sekarang semua Beirut, bahkan wilayah-wilayah di dalam luar Beirut.

Sunniva Rose, wartawan

“Mengemudi ke Beirut pada awal malam, ketika masih ada cahaya, benar-benar kacau. Jalan-jalan tertutup dari kaca. Sulit bagi ambulans-ambulans bagi melaju – ada batu babi, onggokan semen. Rumah-rumah ambruk.

“Ketika saya sampai di pelabuhan, tempat tersebut ditutup oleh tentara. Tentara minta kami menjauh kalau-kalau ada ledakan kedua.

“Masih ada kepulan asap di dalam langit sampai larut malam. Segala kota hitam kelam. Sangat sulit berjalan, orang-orang bersimbah darah. Ya melihat seorang perempuan berusia eighty six tahun ditangani dokter yang baru keluar rumah membawa peralatan P3K. Mobil-mobil ringsek akibat batu-batu. Rumah-rumah bergaya kuno dengan potongan batu-batu besar ambruk ke jalan.

“Di ripped saya keadaannya kacau sekali, sepenuhnya kaca pecah. Skala dari kerusakan ini esktrem. Bahkan mal yang berjarak dua kilometer, seluruh periode depan gedung hancur. ”

line

Ledakan hebat di Beirut

Hari berkabung nasional, dan kondisi darurat dua minggu

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengumumkan Rabu (05/08) atau dua hari berikut sebagai hari berkabung nasional.

Para pejabat mengatakan korban luka-luka “akan sangat banyak jumlahnya. ”

Pertemuan Dewan Pertahanan Nasional yang dipimpin Presiden Michael Aoun merekomendasikan pemerintah menetapkan “kondisi darurat dua minggu” di ibu kota Beirut dalam pertemuan kabinet Rabu (05/08).

Presiden Aoun juga mengatakan pemerintah akan menggelontorkan dana darurat sebesar 100 miliar lira (Rp972, 5 miliar).

Gerakan Hezbollah Lebanon menyerukan kesatuan nasional menyusul ledakan yang disebut “tragedi besar nasional. ”

“Tragedi daran kerusakan yang belum pernah kamu saksikan sebelumnya… memerlukan solidaritas maka kesatuan dari seluruh rakyat Lebanon, berbagai pelaku politik, ” sebutan Hezbollah dalam satu pernyataan.

Ledakan hebat di Beirut

Kepala rumah sakit Universitas di Beirut, Dr Firass Abiad, mengatakan kepada BBC, sejumlah besar korban luka karena pecahan kaca.

“Ruang gawat darurat sedikit bancuh. Kami banyak menerima korban luka, sebagian besar korban luka gara-gara pecahan kaca yang terjadi akibat ledakan, ” kata Dr Abiad.

Media lokal menerbitkan seruan donasi darah yang diminta berbagai rumah sakit yang kewalahan merawat korban.

Bagaimana reaksi negara-negara lain?

Sesaat setelah kejadian itu, Perdana Menteri Lebanon menyeru untuk dunia internasional untuk membantu negaranya.

“Saya menyampaikan permohonan yang mendesak kepada negara-negara sahabat dan bersaudara… untuk mendampingi Lebanon dan memberikan kami memulihkan luka-luka mendalam kami, ” kata Hassan Diab.

SOMETHIN ON MY WALL Inggris, Boris Johnson, mencuit: “Foto-foto dan video-video dari Beirut malam ini sungguh mengejutkan. Semua doa dan pikiran saya tertuju pada mereka yang terdampak dalam insiden nahas ini.

“Inggris siap menyediakan sokongan dalam bentuk apapun yang kami bisa, termasuk kepada warga English yang terimbas. ”

Ledakan hebat di Beirut

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan simpati mendalamnya atas kejadian yang dia sebut “serangan mengerikan”.

Menteri Luar Negeri AS, Scott Pompeo, kemudian menawarkan bantuan serius cuitannya: “Kami memantau dan sedia membantu rakyat Libanon selagi mereka bangkit dari tragedi mengerikan itu. ”

Pemerintah Prancis menyatakan telah mengirimkan bantuan dan berbagai sumber daya ke Lebanon.

Sementara, menurut cuitan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif, Afe akan “memberikan bantuan dalam ukuran apapun yang diperlukan. ”

Kemudian Arabic Saudi mengutatakan solidaritasnya dengan Lebanon.

Israel menyatakan telah “menghampiri Lebanon menyelusuri saluran diplomasi dan keamanan internasional dan menawarkan bantuan kemanusiaan maupun medis ke pemerintah Lebanon”.

Ledakan hebat di Beirut

Ledakan hebat di Beirut

Ledakan hebat di Beirut

Bagaimana situasi di Lebanon?

Ledakan terjadi ketika Lebanon tengah dililit krisis ekonomi, situasi yang memicu ketegangan politik.

Peta lokasi ledakan

Warga turun ke jalan memprotes cara pemerintah menangani krisis ekonomi terburuk sejak perang saudara 1975-1990.

Terjadi pula ketegangan di perbatasan dengan Israel, yg mengatakan pekan lalu mereka menggagalkan upaya kelompok Hizbullah memasuki wilayah mereka.

Namun, seorang pejabat senior His home country of israel mengatakan kepada BBC bahwa “Israel tidak terlibat” dalam ledakan in Beirut.

Ledakan hebat di Beirut

Analis Timur Tengah BBC, Sebastian Usher, mengatakan ledakan ini mengingatkan orang atas bom yang menewaskan anggota parlemen dan mantan perdana menteri Rafik Hariri pada 2005.

Pada Jumat (07/08) mendatang, pengadilan akan menjatuhkan putusan atas peristiwa pembunuhan Hariri itu. Hariri adalah politisi Sunni kenamaan yang menyerukan agar Suriah mundur dari Lebanon.

Sejak awal perang kawan pada 1976, Suriah menempatkan tentara di negara ini.

Pembunuhan membuat puluhan ribu warga turun ke jalan-jalan memprotes pemerintah Lebanon yang pro-Suriah.

Related Post