Kudeta Myanmar: PBB sebut pengambilalihan kewenangan oleh militer ‘tidak bisa diterima’ dan janjikan tekanan internasional

7 tanda yang lalu

Myanmar

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mendesak kelompok dunia untuk memastikan kudeta militer di Myanmar gagal.

Pengambilalihan tanduk “tidak bisa diterima”, katanya, & pemimpin kudeta harus dibuat untuk memahami bahwa ini bukanlah jalan untuk memerintah suatu negara.

Dewan Kesejahteraan PBB sedang merumuskan pernyataan terkait kudeta militer di Myanmar, namun China diperkirakan akan memboikot segala bentuk pernyataan yang mengutuk kudeta tersebut.

Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi ditahan ketika militer merebut kekuasaan pada Senin (01/02) lalu.

A woman clatters pans to make noise after calls for protest went out on social media in Yangon

Polisi di Myanmar awut-awutan yang juga dikenal sebagai Burma – kemudian mengenakan dakwaan terhadap Suu Kyi dan memberlakukan tangsi rumah terhadapnya hingga 15 Februari.

Baik Suu Kyi atau Kepala Myanmar Win Myint yang juga ditahan militer, hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Myanmar soldiers

Militer Myanmar yang memberlakukan suasana darurat selama setahun, berusaha untuk membenarkan tindakannya dengan menuduh manipulasi dalam pemilu November lalu yang dimenangkan oleh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dimpimpin Suu Kyi.

Pada Kamis (04/02) para-para pengguna Facebook di Myanmar melaporkan mereka tak bisa mengakses maklumat itu.

Sebuah halaman Facebook yang disiapkan untuk mengoordinasikan perlawanan terhadap kudeta telah disukai oleh puluhan ribu pengguna.

Aung San Suu Kyi in September 2020

‘Benar-benar tidak bisa diterima’

Sekretaris Jenderal PBB menyerukan agar tatanan konstitusional dibentuk kembali di Myanmar. Ia berharap Dewan Keamanan akan satu suara soal masalah tersebut.

“Kami akan melakukan segala yang kami mampu untuk memobilisasi semua aktor pokok dari komunitas internasional untuk memberikan tekanan yang cukup pada Myanmar untuk memastikan bahwa kudeta tersebut gagal, ” katanya.

“Membalikkan hasil pemilu dan keinginan rakyat adalah benar-benar tidak dapat diterima.

Untuk menyesatkan video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

“Saya berharap itu akan membuat tentara di Myanmar memahami bahwa ini bukanlah cara untuk memerintah negara dan ini bukan cara untuk bergerak maju. ”

Negara-negara barat mengecam kudeta itu, tetapi upaya pada Dewan Keamanan PBB agar kepala suara gagal karena China tidak menyepakatinya. China adalah satu dibanding lima anggota tetap dengan sah veto di dewan tersebut.

Beijing sudah lama melindungi Myanmar dari perlindungan internasional, dan sejak kudeta berlaku telah memperingatkan bahwa sanksi atau tekanan internasional hanya akan memperburuk keadaan.

Bersama Rusia, mereka telah berulang kali melindungi Myanmar dari kritik di PBB atas tindakan represi militer terhadap populasi minoritas Muslim Rohingya.

People give a three-finger salute at a protest in Yangon

Keberadaan Suu Kyi masih misteri

Ada laporan kalau pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi menjalani tahanan sendi di kediamannya di ibu tanah air Nay Pyi Taw.

Ia menghadapi sejumlah dakwaaan, termasuk melanggar preskripsi ekspor-impor dan kepemilikan atas corong komunikasi ilegal.

Dakwaaan ini termuat dalam sebuah dokumen kepolisian berantakan yang disebut Laporan Awal Prima – yang diajukan ke meja hijau.

Police document charging Myanmar's Aung San Suu Kyi, 3 February 2021

Ia tetap berada dalam tahanan agar “para saksi mata dapat ditanya, merancang bukti dan pengacara setelah terdakwa diperiksa, ” menurut dokumen tersebut.

Tatkala, Presiden Win Myint dituduh menyalahi undang-undang bencana nasional, karena bersemuka dengan para pendukungnya dalam arak-arakan selama kampanye pemilu di sedang pembatasan Covid-19.

2px presentational grey line

Aung San Suu Kyi:

Aung San Suu Kyi attends a meeting on September 1, 2020

  • Mendapat popularitas di dunia internasional pada 1990-an saat ia berkampanye untuk memulihkan demokrasi di Myanmar setelah berada dibawah kekuasaan tentara selama beberapa dekade
  • Menghabiskan hampir 15 tarikh dalam penahanan antara 1989 & 2010 setelah mengorganisir demonstrasi dengan menyerukan reformasi demokrasi yang tenang dan pemilu yang bebas
  • Mendapat Penghargaan Nobel Perdamaian saat menjalani tahanan rumah di dalam tahun 1991
  • Menyelenggarakan partai NLD meraih kemenangan dalam pemilu pertama yang diperebutkan dengan terbuka di Myanmar dalam 25 tahun pada 2015
  • Reputasinya ternoda karena menutup serampangan atas aksi represi militer yang membuat lebih dari setengah juta warga sipil dari minoritas Muslim Rohingya mencari perlindungan di Bangladesh

2px presentational grey line

Para aktivis menyerukan pembangkangan sipil

Sejauh itu baru sedikit tanda-tanda aksi muncul rasa di Myanmar. Pada Selasa dan Rabu malam, para pilot membunyikan klakson di kota terbesar di negara itu, Yangon. Sedangkan warga memukul-mukul panci dan bajan mereka.

Negara itu tampak mati setelah kudeta, dengan pasukan tentara berpatroli dan jam malam diberlakukan.

Namun, banyak petugas medis melakukan protes dengan berhenti bekerja, ataupun bekerja sambil mengenakan simbol pembangkangan untuk menentang penindasan demokrasi pada Myanmar.

Yangon General Hospital - medics wear red ribbons in protest, 3 February 2021

Para pemrotes mengatakan mereka mendorong pembebasan Suu Kyi.

Mereka mengenakan pita merah ataupun hitam untuk menandakan perlawanan, dan digambarkan memberikan penghormatan tiga jari yang dikenal dari film Hunger Games dan digunakan oleh para demonstran tahun lalu di Thailand.

Secara online, banyak yang mengubah foto profil media sosial mereka menjadi warna merah, untuk mendukung partai Suu Kyi.

Related Post