Kudeta militer di Myanmar: Warga memukul panci dan wajan, serta membunyikan klakson sebagai protes pengambilalihan kekuasaan

7 jam yang lalu

Perlawanan terhadap kudeta militer di Myanmar menguat, ditandai aksi awak di kota terbesar Yangon yang memukul panci dan wajan, beserta membunyikan klakson mobil.

Petugas kesehatan di sejumlah kota besar juga merencanakan mogok kerja, sedangkan para-para aktivis menyerukan aparat sipil negeri menolak bekerja untuk pemerintahan dengan baru.

Namun sepertinya kontrol militer betul kuat.

Seruan untuk membebaskan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi bergema di Myanmar, dengan hingga kini tidak diketahui keberadaannya sejak penangkapan pada Senin (01/02) dini hari.

Bersamaan dengan penahanan Suu Kyi, lebih dari 100 anggota parlemen ditahan oleh tentara di akomodasi mereka di pokok kota, Nay Pyi Taw. Saat ini, sebagian dari mereka dikabarkan sudah dibebaskan.

Militer mengambil alih tanduk pada Senin dini hari dan memberlakukan kondisi darurat selama setahun setelah menuduh partai Suu Kyi melakukan kecurangan atas kemenangan pemilu baru-baru ini.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Partai yang dipimpin Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menuntut penanggalan Suu Kyi. Partai itu juga meminta militer untuk menerima hasil pemilu pada November, yang dimenangi oleh NLD dengan lebih sebab 80% suara.

Akan tetapi, militer telah menunjuk komisi pemilihan serta kepala polisi baru. Padahal, premi pemilihan sebelumnya tidak menemukan bahan kecurangan pemilu.

Myanmar, yang juga lumrah sebagai Burma, dikuasai oleh tentara hingga 2011, ketika pemerintah biasa dilantik.

Apa yang terjadi masa ini di Myanmar?

Negara tersebut kini dalam kondisi tenang sesudah kudeta, dengan pasukan militer berpatroli di semua kota besar serta jam malam diberlakukan. Sistem hubungan sempat terganggu ketika kudeta terjadi namun berangsur membaik pada Selasa (02/02) pagi.

Saat malam tiba pada hari Selasa, klakson mobil dan pukulan panci masak merebak di jalan-jalan Yangon sebagai keterangan protes warga atas kudeta dengan terjadi.

Kaum pemuda dan pelajar juga menganjurkan kampanye pembangkangan sipil, dan kaca Facebook untuk kampanye tersebut disukai oleh lebih dari 100. 000 pengguna Facebook.

Dokter yang berjalan di rumah sakit pemerintah mengutarakan mereka akan mogok kerja berangkat Rabu (03/02) untuk mendorong penyelamatan Suu Kyi.

Beberapa petugas medis menggunakan simbol sebagai protes diam-diam.

Setidaknya satu dokter sudah berhenti bekerja sebagai bentuk penentangan, dengan mengatakan “kudeta semacam tersebut tidak dapat ditoleransi sama sekali”.

Dr Naing Htoo Aung, seorang pakar anestesi berusia 47 tahun di Rumah Sakit Mongywa di Daerah Sagaing, mengatakan kepada BBC Burma:

“Saya mengundurkan diri karena saya tidak bisa bekerja di lembah seorang diktator militer yang tidak peduli dengan negara dan rakyatnya. Ini adalah tanggapan terbaik yang bisa saya berikan pada mereka. ”

Dokter asing yang terlibat dalam kampanye menuntut pembebasan Suu Kyi, Myo Thet Oo, berkata kepada kantor informasi Reuters: “Kami tidak bisa menerima diktator dan pemerintah yang tidak dipilih.

“Mereka bisa menahan kami teks saya. Kami memutuskan untuk menghadapinya… Kami semua telah memutuskan untuk tidak datang ke rumah sakit”

Tampuk kekuasaan kini dipegang oleh Panglima Tertinggi Min Aung Hlaing. Sebelas menteri dan deputi, termasuk di bidang keuangan, kesehatan, dalam daerah dan luar negeri, telah diganti.

Dalam pertemuan pertama kabinetnya pada Selasa, Min Aung Hlaing mengulangi kalau pengambilalihan itu “tak terelakkan” setelah militer membuat tudingan adanya manipulasi pemilu.

Dimana Aun San Suu Kyi era ini?

Hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait keberadaan Suu Kyi setelah ia ditangkap pada Senin dini hari.

Namun, menurut sumber dari NLD mengatakan bahwa ia dan Presiden Win Myint menjalani tahanan rumah.

Suu Kyi – yang menghabiskan 15 tarikh dalam penahanan sejak 1989-2010 berantakan telah mendesak pendukungnya untuk “protes menentang kudeta” dalam sebuah tulisan yang ditulisnya sebelum ditahan.

Dalam surat itu, ia juga memperingatkan kalau tindakan yang dilakukan militer mampu membawa negara itu kembali dibawah kekuasaan diktator.

Ia dilarang menjadi presiden karena ia memiliki budak yang lahir dari warga negara asing.

Namun, sejak kemenangan NLD dalam pemilu yang menentukan di dalam 2015, ia secara luas dipandang sebagai pemimpin de facto Myanmar.

Sekilas tentang Myanmar

Myanmar adalah negara dengan populasi 51 juta jiwa di kawasan Asia Tenggara, yang berbatasan dengan Bangladesh, India, China, Thailand dan Laos.

Negara itu dipimpin oleh negeri militer sejak 1962-2011.

Hampir semua ekspresi perbedaan pendapat dilarang dan tuduhan pelanggaran hak asasi bani adam yang parah menuai kecaman & sanksi internasional.

Aung San Suu Kyi menghabiskan waktu bertahun-tahun berkampanye buat reformasi demokrasi. Transisi demokrasi berantara dimulai pada 2010, meskipun buah militer masih cukup besar.

Pemerintahan yang dipimpin sebab Suu Kyi berkuasa setelah pemilu pada 2015.

Namun aksi represi militer terhadap Muslim Rohingya besar tahun kemudian, membuat ratusan seperseribu orang melarikan diri ke Bangladesh dan memicu memudarnya dukungan publik internasional terhadap Suu Kyi.

Sekalipun begitu, ia tetap populer pada Myanmar dan partainya menang tepat dalam pemilu 2020. Namun tentara sekarang telah turun tangan buat mengambil kendali sekali lagi.

Bagaimana reaksi dunia?

Departemen Luar Negeri AS kemudian menyatakan apa yang terjadi di Myanmar sebagai sebuah kudeta dan mengutarakan akan mengkaji ulang kebijakan tumpuan terhadap negara itu.

Selain GANDAR, PBB, Inggris dan Uni Eropa juga mengutuk pengambilalihan kekuasaan sebab militer di Myanmar.

Menteri muda untuk Asia pada Kemenlu Inggris, Nigel Adams, mengutarakan ia berharap komunikasi via telpon dengan Suu Kyi yang dijadwalkan pada pekan ini bisa langgeng berlangsung untuk memastikan keselamatannya.

Belum jelas seberapa besar pengaruh keterangan dari negara-negara Barat itu. Para pemimpin kudeta kemungkinan telah memperkirakan adanya sanksi yang akan dijatuhkan dan telah memasukan hal itu dalam rencana mereka.

China, dengan sebelumnya menentang intervensi internasional dalam Myanmar, mendesak semua pihak di negara itu untuk “menyelesaikan perbedaan”.

Kantor berita China Xinhua menggambarkan transisi itu sebagai “perombakan kabinet”.

Sementara, negara lain di kawasan Asia Tenggara, termasuk Kamboja, Thailand dan Filipina, mengatakan apa yang terjadi pada Myanmar sebagai “masalah internal”.

Related Post

Film G30S/PKI: Sinema buatan Orde Anyar ditayangkan kembali, keluarga penyintas perkara 1965: 'Seperti menghidupkan hantu-hantu kala dulu'

Film G30S/PKI: Sinema buatan Orde Anyar ditayangkan kembali, keluarga penyintas perkara 1965: ‘Seperti menghidupkan hantu-hantu kala dulu’Film G30S/PKI: Sinema buatan Orde Anyar ditayangkan kembali, keluarga penyintas perkara 1965: ‘Seperti menghidupkan hantu-hantu kala dulu’

sejam dengan lalu Sumber gambar, NurPhoto/Getty Images Penayangan ulang film Pengkhianatan G30S/PKI yang dibuat oleh pemerintahan Pemimpin Soeharto dan mulai diputar dalam 1980-an, kini kembali menjadi pertengkaran.