Konflik China-India di Lembah Galwan: Beijing sanggah tahan tentara India, tetapi mengapa kawasan tinggi dan benar dingin ini diperebutkan?

Konflik China-India di Lembah Galwan: Beijing sanggah tahan tentara India, tetapi mengapa kawasan tinggi dan benar dingin ini diperebutkan? post thumbnail image

China membalas menahan tentara India dalam antagonisme fatal antara tentara dua negeri, menanggapi laporan media Kamis (18/06) bahwa 10 tentara India dibebaskan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri China, Zha Lijian mengatakan Jumat (19/06) bahwa China “tidak menahan eorang pun awak India. ”

Jalan India melaporkan bahwa seorang letnan kolonel dan tiga mayor termasuk tentara yang ditahan oleh China.

Pemerintah India cuma mengatakan tidak ada tentara itu yang hilang.

Informasi yang bertolak belakang ini merupakan rangkaian terakhir dari kebingungan arah apa yang sebenarnya terjadi pada Lembah Galwan di perbatasan di Senin (15/06) lalu.

Paling tidak 20 tentara India tewas dalam bentrokan tanpa senjata api itu karena perjanjian 1996 melarang penggunaan senjata dan peledak di daerah itu. Paling tidak 76 tentara India terluka.

China belum mengeluarkan keterangan tentang jumlah korban walaupun India menyebut korban jatuh dari kedua belah pihak.

Sebelumnya India membantah klaim kedaulatan China atas Lembah Sungai Galwan, dengan mengatakan klaim Beijing atas ngarai itu “berlebihan dan tidak bisa dipertahankan”.

Sementara itu, gambar senjata-senjata yang diduga digunakan untuk menyerang tentara India menerbitkan kemarahan di negara itu.

Foto batang-batang besi yang dipenuhi paku itu diperlihatkan kepada BBC oleh seorang pejabat senior tentara di perbatasan India-China, yang mengonfirmasi keasliannya.

Tentara dari kedua negara belum berkomentar tentang gambar itu.

Analis pertahanan Ajai Shukla, dengan pertama kali mengunggah gambar tersebut dengan sebuah twit, menyebut penerapan senjata seperti itu “barbarisme”.

Tidak digunakannya senjata dalam bentrokan diatur dalam perjanjian antara kedua negara pada tarikh 1996 yang mencantumkan bahwa senjata api dan bahan peledak dilarang digunakan dalam sengketa di perbatasan, demi mencegah eskalasi.

Kedua pihak telah menggelar kesibukan protes terkait bentrokan di daerah perbatasan Himalaya yang disengketakan itu.

China belum merilis angka kematian. Laporan-laporan pada media India, yang belum dikonfirmasi, mengatakan sedikitnya 40 pasukan China tewas.

Kurang prajurit India diyakini hilang.

Pada hari Rabu (17/06), Beijing mengutip pernyataan militer bahwa China “berdaulat atas wilayah Kaki gunung Galwan”.

Juru bicara kementerian luar negeri India, Anurag Srivastava, mengatakan menteri luar daerah dari kedua negara bercakap-cakap melalui telepon tentang perkembangan terbaru serta “sepakat bahwa situasi secara menyeluruh harus ditangani secara bertanggung jawab”.

“Membuat klaim dengan berlebihan dan tidak bisa dipertahankan berlawanan dengan pemahaman ini, ” kata Srivastava seperti dikutip sebab kantor berita Press Trust of India .

Pernyataan dari pemerintah India setelah percakapan Subrahmanyam Jaishankar secara Menlu China Wang Yi mengucapkan Beijing berusaha mendirikan struktur pada wilayah perbatasan de facto yang dikuasai India, Line of Actual Control (LAC), di Lembah Galwan dengan strategis.

Pemerintah India menyebut tindakan ini “tindakan terencana yang secara langsung bertanggung pikiran atas kekerasan dan korban jiwa” dan meminta China “mengambil kelakuan korektif”.

Sementara itu, pemerintah China mengutip Wang yang mengatakan, “China kembali mengungkapkan penentangan keras kepada India dan menuntut pihak India memulai penyelidikan dengan teliti… dan menghentikan semua kegiatan provokatif untuk memastikan hal serupa tidak terjadi lagi. ”

Lembah Sungai Galwan, dengan iklim yang keras dan dataran luhur, terletak di sepanjang sektor barat LAC dan dekat dengan Aksai Chin, wilayah sengketa yang diklaim oleh India tetapi dikendalikan sebab Cina.

Laporan-laporan jalan mengatakan bahwa pasukan India serta China bentrok di punggung tanah setinggi hampir 4, 3 kilometer di sepanjang medan yang curam.

Beberapa prajurit bahkan jatuh ke Sungai Galwan yang mengalir deras dalam guru di bawah nol.

Pada Selasa (16/06) malam, prajurit India mengkonfirmasi bahwa 17 sebab mereka yang tewas “terluka parah saat bertugas di lokasi kontroversi dan terpapar pada suhu di bawah nol di dataran tinggi”.

Diperkirakan beberapa tentara meninggal karena luka-luka mereka, tak mampu bertahan dalam suhu santai selama satu malam.

Ladakh, wilayah dengan bukit-bukit yang puncaknya tertutup salju dan lembah-lembah biasa, adalah dataran tertinggi di India, 3. 000 m (9. 800 kaki) di atas permukaan laut.

Tempat ini adalah gurun dingin dengan guru mencapai -20C pada musim tebal telinga.

Jarang ditemukan tumbuh-tumbuhan di tanahnya yang longgar serta berpasir, kecuali di sepanjang arus sungai dan lahan basah, serta di beberapa lereng tinggi serta lahan irigasi.

Penyebab pokok kematian pada ketinggian dan suhu yang ditemukan di Ladakh merupakan radang dingin ( frostbite ), kondisi yang dikenal edema paru di ketinggian ( high-altitude pulmonary oedema ) yang terjadi orang daripada dataran rendah naik dengan segera ke ketinggian lebih dari dua. 500 m, dan kondisi medis lain yang disebut edema serebral di ketinggian ( high-altitude cerebral oedema ), yaitu pembengkakan otak dengan cairan sebab efek fisiologis dari perjalanan ke tempat yang tinggi.

Pengamat militer mengatakan bahwa wilayah yang tidak ramah ini dengan tradisional merupakan wilayah damai LAC.

Jadi apa dengan menyebabkan bentrokan pada hari Selasa, yang pertama di lembah Ladakh sejak 1962 ketika India ditaklukan China dalam satu-satunya perang mereka?

“Wilayah Galwan sekarang telah menjadi titik panas karena di situlah LAC paling dekat dengan jalan baru yang dibangun India di sepanjang daerah memutar terpencil dan rentan di sepanjang LAC di Ladakh, ” sebutan Ajai Shukla, seorang pengamat tentara India yang merupakan mantan kolonel di tentara, kepada BBC pada bulan Mei.

Hidup sepanjang beberapa ratus kilometer tersebut, dibangun pada tahun 2019 serta terhubung dengan pangkalan udara yang telah diaktifkan kembali oleh India di Daulat Beg Oldi, dikenal sebagai tempat pendaratan tertinggi di dunia.

China curiga dalam pembangunan India di daerah itu.

Jalan tersebut bisa meningkatkan kemampuan Delhi buat menggerakkan tentara dan alat-alat dengan cepat jika terjadi konflik.

Pada bulan Mei, laporan-laporan media mengatakan pasukan China mencantumkan tenda, menggali parit, dan mengungsikan alat berat sejauh beberapa kilometer di dalam wilayah yang oleh India dianggap berada dalam kekuasaannya.

Ini bukan pertama kalinya dua negara bertetangga dan bersenjata nuklir itu bertikai minus senjata api di perbatasan.

India dan China memiliki riwayat sengketa dan permintaan wilayah yang tumpang tindih pada sepanjang lebih dari 3. 440 km LAC yang memisahkan kedua negara.

Penembakan belakang di perbatasan terjadi pada tahun 1975, ketika empat tentara India terbunuh di sebuah jalan terpencil di negara bagian Arunachal Pradesh di timur laut.

Bentrokan itu digambarkan sebagai penyergapan oleh sebagian mantan diplomat, dan kecelakaan oleh lainnya. Akan tetapi tidak ada peluru yang ditembakkan sejak saat itu.

Akar dari pertikaian tanpa senjata api ini adalah perjanjian bilateral pada tahun 1996 yang mengatakan “tidak ada pihak yang boleh menembak… melakukan operasi ledakan ataupun berburu dengan senjata atau target peledak dalam jarak dua kilometer dari LAC”.

Namun telah terjadi konfrontasi yang sering di sepanjang perbatasan dalam beberapa pekan terakhir.

Pada bulan Mei, tentara India dan China saling baku tinju di wilayah perbatasan, tepatnya di Danau Pangong, juga di Ladakh, dan di negara bagian Sikkim di timur laut India.

India menuduh China mengirim ribuan tentara ke Lembah Galwan di Ladakh dan mengatakan China menduduki 38. 000 km persegi dari wilayahnya.

Beberapa perundingan dalam tiga dekade terakhir telah gagal menyelesaikan sengketa soal perbatasan ini.

Related Post