Kok Gatot Nurmantyo, deklarator KAMI serta mantan Panglima TNI, tidak hadiri penganugerahan Bintang Mahaputera di Istana?

Kok Gatot Nurmantyo, deklarator KAMI serta mantan Panglima TNI, tidak hadiri penganugerahan Bintang Mahaputera di Istana? post thumbnail image

Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, tidak menghadiri acara penganugerahan Bintang Mahaputera dari Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (11/11).

Semenjak tidak lagi menjabat Panglima TNI, Gatot Nurmantyo acap mengkritik pemerintahan Jokowi.

Puncaknya masa dia menjadi deklarator Koalisi Gerak-gerik menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang sering kali mengkritisi kebijakan kabinet Jokowi.

Jadwal pemberian penghargaan itu juga dianggap beberapa kalangan sebagai upaya negeri untuk “meredam” Gatot dan barisannya. Sebuah tuduhan yang berulangkali dibantah oleh Menkopolhukam Mahfud MD.

Belum ada penjelasan langsung dari Gatot Nurmantyo tentang ketidakhadirannya, namun menurut Menkopolhukam, Mahfud MD, Gatot menyatakan “menerima pemberian bintang jasa ini, tetapi beliau tidak bisa hadir. ”

Di dalam suratnya kepada Presiden Jokowi, menurut Mahfud, Gatot disebutkan menjelaskan “beberapa alasan” ketidakhadirannya.

“Pertama, karena ini situasi covid-19, ” ungkap Menko Polhukam Mahfud MD kepada wartawan dalam Istana Negara, usai acara mas bintang jasa tersebut.

Ditanya wartawan apakah Gatot akan menerima bintang kebaikan itu, Mahfud mengatakan “iya, nanti akan dikirim melalui Sekretaris Tentara. ”

“Beliau menyatakan di sini (dalam surat kepada Presiden Jokowi) menerima ini. Hanya tidak bisa ada penyematannya, ” jelas Mahfud.

Pada Rabu (11/11) pagi, Presiden Jokowi menyampaikan penghargaan Bintang Mahaputera kepada 71 orang. Tapi salah satu bahan penerimanya, mantan Panglima TNI Jenderal (purnawirawan) Gatot Nurmantyo, tidak datang.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Watak Hartono, mengungkapkan bahwa Gatot telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo karena tak bisa ada.

“Pak Gatot (Nurmantyo) bersurat kepada Presiden tidak hadir. Isinya nanti abu Menko Polhukam yang akan mengantarkan, ” kata Heru Budi Hartono, kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/11).

Taat Heru, satu diantara isi surat dengan disampaikan Gatot adalah meminta Pemimpin Joko Widodo lebih perhatian terhadap TNI. Disebutkan pula bahwa Gatot menyinggung soal kondisi Covid-19 pada balik alasan ketidakhadirannya.

“Ya, mungkin isinya ada beberapa yang beliau tak setuju mungkin kondisi Covid, harus banyak memberikan perhatian kepada TNI di suratnya seperti itu, ” jelasnya.

Kala pertama kali rencana pemberian penghargaan Bintang Mahaputera kepada Gatot tersebut muncul anggapan di masyarakat, bahwa hal ini dilakukan pemerintahan Jokowi untuk “meredam” kelompok oposisi.

Menanggapi anggapan seperti itu, Menko Polhukam, Mahfud MD, mengatakan pemberiaan penghargaan Bintang Mahaputera merupakan “sesuatu yang biasa”. Lagipula, menurutnya, itu hak yang bersangkutan sebagai mantan Panglima TNI.

“Kalau Gatot Nurmantyo tidak diberi bintang, orang curiga, kalau diberi dibilang mau membungkam. Tidak tersedia urusan bungkam membungkan dan tak ada urusan diskriminasi, ini haknya dia, ” ujar Mahfud MD, Kamis (05/11).

Menurutnya, Bintang Mahaputera diberikan kepada siapa saja dengan pernah menjabat sebagai pimpinan lembaga tinggi negara, termasuk Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI periode 2015-2017.

Sebelumnya, beberapa media mengutip keterangan Gatot Nurmantyo yang mengaku “hingga masa ini saya belum terima undangan ataupun Keppres. ” kata Gatot Nurmantyo, Senin (09/11).

Namun keesokan harinya, Selasa (10/11), Kepala Sekretariat Pemimpin, Heru Budi Hartono, mengatakan, Gatot telah mengonfirmasi kehadirannya ke Istana untuk menerima tanda kehormatan Kartika Mahaputera.

“(Gatot Nurmantyo) hadir. Sudah ambil undangan dan pernyataan kerelaan menerima tanda kehormatan, ” cakap Heru.

Polemik pemberian tanda bantuan oleh Presiden Joko Widodo pernah mengemuka tahun ini, ketika keterangan jasa itu diberikan kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Pihak Istana saat itu menyatakan pemberian bukti kehormatan Bintang Mahaputera Nararya sudah melalui pertimbangan matang. Namun, seorang pengamat menilai hal tersebut jadi upaya pemerintah membungkam kritik.

Related Post

Per judian OnlinePer judian Online

BetOnline adalah perusahaan taruhan on line yang menawarkan kasino online, taruhan olahraga, dan taruhan pada berbagai acara pacuan kuda. CEO industri adalah Eddie Robbins III. Perusahaan itu telah beroperasi mulai