Kepala Trump minta Kongres ubah paket bantuan dampak virus corona yang ‘mubazir’ termasuk bantuan untuk negara-negara lain

Kepala Trump minta Kongres ubah paket bantuan dampak virus corona yang ‘mubazir’ termasuk bantuan untuk negara-negara lain post thumbnail image

Pemimpin Amerika Serikat menolak menandatangani bagian bantuan sebesar US$900 miliar (Rp12. 782 triliun) untuk membantu masyarakat negara itu dalam menghadapi efek pandemi virus corona dan sebaliknya meminta Kongres untuk menambahnya tenggat tiga kali lipat.

Rancangan peraturan (RUU) paket bantuan stimulus itu akhirnya disahkan oleh Kongres di dalam Senin malam (21/12) setelah berlaku tarik ulur selama berbulan-bulan, tetapi menurut Trump paket tersebut “benar-benar memalukan”, dan penuh hal-hal yang “mubazir”.

“Ini disebut RUU bantuan Covid, tetapi tidak ada sangkut pautnya dengan Covid, ” kata Trump dalam pesan video yang diunggah ke Twitter.

Paket bantuan yang disetujui Kongres US$900 miliar antara lain adalah bantuan tunai sekali bayar US$600 (sekitar Rp8, 5 juta) untuk sebagian besar warga negara, tetapi menurut Trump jumlah tumpuan seharusnya US$2. 000 (Rp28 juta).

Paket bantuan tersebut digulirkan untuk membantu warga bertahan di masa pandemi dan bantuan tersebut tercakup dalam RUU belanja negeri, termasuk anggaran untuk badan-badan federal sebesar US$1, 4 triliun selama sembilan bulan ke depan dan juta bantuan untuk negara-negara asing.

Pemberitahuan Trump membuat para anggota Kongres tertegun. Pasalnya, kubu Republik & Demokrat telah membahas RUU paket stimulus ini sejak Juli dan berharap Trump akan menandatanganinya menjelma setelah disahkan Kongres pada Senin malam.

Jika Trump memveto ataupun menolak meneken RUU sebelum Senin depan, pemerintah AS bisa berhenti beroperasi karena paket ini selalu mencakup anggaran untuk badan-badan federal sampai September 2021.

Namun demikian, Presiden Trump belum secara khusus menyatakan akan memveto RUU. Kalaupun ia sampai menempuh langkah tersebut, sama dengan dilaporkan media AS, Kongres masih dapat mengabaikan vetonya karena RUU ini mendapat dukungan kuat dari Republik maupun Demokrat.

Trump protes bantuan buat negara-negara lain

Dalam pesan gambar pada Selasa malam (22/12), Kepala Trump menolak keras bagian RUU tentang bantuan yang dialokasikan untuk negara-negara asing dengan alasan kekayaan tersebut mestinya disalurkan kepada rakyat AS yang mengalami kesulitan.

“RUU ini meliputi bantuan sebesar US$85, 5 juta untuk Kamboja, US$134 juta untuk Myanmar, US$1, 3 miliar untuk Mesir dan tentara Mesir yang akan digunakan buat membelu peralatan militer dari Rusia sepenuhnya, US$25 juta untuk rencana demokrasi dan kesataraan gender di Pakistan, US$505 juta untuk Belize, Costa Rica, El Salvador, Guatemala, Honduras, Nikaragua, dan Panama. ”

Trump juga mempertanyakan bantuan dana US$40 juta dengan dialokasikan untuk Kennedy Center, sebuah kompleks pertunjukkan seni di Washington DC, sementara tempat itu saat ini tutup, dan juga bantuan lebih dari US$1 miliar untuk bermacam-macam museum serta galeri di pokok kota AS.

“Kongres mempunyai banyak uang untuk negara-negara lain, kelompok-kelompok pelobi dan kepentingan khusus, tetapi malah memberikan bantuan minimal kepada kaum Amerika yang memerlukannya. Itu bukan salah mereka. Kesalahan itu dibuat oleh China.

“Saya meminta Kongres mengganti RUU dan menaikkan bantuan dengan sangat rendah dari US$600 menjadi US$2. 000 atau US$4. 000 untuk pasangan, ” pungkasnya.

Apa komentar kubu Demokrat?

Presiden terpilih Joe Biden mengatakan RUU paket tumpuan itu hanyalah “uang muka” serta berjanji akan mendorong Kongres meluluskan RUU stimulus lain setelah ia resmi menjabat bulan depan.

“Kongres menutup tugasnya pekan ini, ” prawacana Biden ketika berbicara pada Selasa (22/12) di kota kelahirannya, Wilmington, Negara Bagian Delaware.

Dan anggota Kongres dari Demokrat yang paling berpengaruh karena duduk sebagai ketua, Nancy Pelosi, mengucapkan ia sepakat dengan Presiiden Trump dalam hal kenaikan tunjangan untuk warga AS sebesar US$2. 000. Biasanya Pelosi berseberangan dengan Trump selama ini.

“Mari kita lakukan! ” Begitu cuitnya, seraya menambahkan kubunya akan menggulirkan usulan itu minggu ini.

Akan tetapi, usulan seperti itu harus mendapat persetujuan Senat yang dikuasai Republik dan mungkin mereka akan menentangnya.

Related Post