Kapal selam, KRI Nanggala dengan 53 awak, hilang di Bali utara, insiden pertama di Indonesia

21 Apr 2021, 18: 33 WIB

Diperbarui 7 jam yang selanjutnya

KRI Nanggala 402 tengah melakukan latihan penembakan saat hilang kontak Rabu pagi (21/04).

Sumber gambar, TNI AL

Operasi pencarian terus diterapkan untuk kapal selam TNI Angkatan Laut KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan di Bali utara.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Julius Widjojono mengungkapkan kepada BBC News Philippines bahwa pencarian tidak akan berhenti serta akan dilakukan 24 quickly pull. Dia juga mengungkapkan ini baru kali pertama kapal selam TNI AL hilang.

Julius mengatakan pencarian dilakukan di perairan Bali Utara dengan kedalaman sekitar 700 meter.

TNI ‘S juga telah mengirimkan distres ISMERLO ( International Submarine Escape and Rescue Liaison officer ). Keterangan lain menyebutkan terdapat tumpahan minyak pada lokasi kontak terakhir.

Ketika ditanya mengapa bisa hilang, Julius mengatakan, “Kapal ini sudah 40 tahun lebih, dengan risiko tekanan yang cukup tidak kecil, materialnya cukup bisa lelah. ”

KRI Nanggala 402 dibuat di HDW (Howaldtswerke Deutsche Werft) Jerman dalam 1977 dan mulai dimanfaatkan pada 1981, dengan kecepatan jelajah 21, 5 knot.

Kapal selam ini hilang kontak ketika tengah latihan penembakan senjata strategi di perairan Selat Bali.

“KRI Nanggala yang akan melaksanakan penembakan Torpedo SUT meminta izin menyelam pada pukul 03. 00 WIB. Setelah diberikan izin menyelam sesuai prosedur, kapal hilang kontak dan tidak bisa dihubungi, ” demikian pernyataan dri Kementerian Pertahanan.

Apa yg dapat menyebabkan kapal selam hilang?

Peta lokasi hilangnya kapal selam.

Kecelakaan kapal selam di dunia militer termasuk jarang, kata Muhammad Haripin, pengamat pertahanan LIPI.

Peralatan militer punya standar yang lebih tinggi dibandingkan produk komersial / produk sipil, katanya.

Haripin mengatakan ada dua faktor penyebab kecelakaan kapal selam.

Foto file. Awak kapal KRI Nanggala 402. Foto diambil di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/2/2019).

Sumber gambar, Antara

“Yang pertama, kendala teknis. Mungkin ada kerusakan teknis yg tidak terdeteksi atau yg dibiarkan berlarut-larut. Yang kedua, human error, atau faktor manusia, ” kata Haripin.

“Bisa jadi, personel kurang latihan atau dihadapkan pada medan atau lapangan yang menantang atau tidak lazim, ” tambahnya.

Melalui pengamatan udara dari helikopter, pada pukul 07: 00 WIB ditemukan tumpahan minyak di sektiar posisi depan kapal menyelam.

Beberapa negara sudah merespons dan siap memberikan bantuan termasuk dari AL Singapura, AL Sydney, dan AL India.

Kapal selam ini mengangkut 53 orang, terdiri dari 49 anak buah kapal, satu komandan dan 3 orang pakar persenajtaan.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan seperti dikutip sejumlah laporan, seluruh kapal pencari dikerahkan untuk melacak KRI Nanggala-402.

KRI Nanggala-402 dalam latihan di Surabaya, Jawa Timur pada 2014

Sumber gambar, Anadolu Agency/Getty Images

Kapal selam itu hilang kontak sesudah KRI Nanggala 402 diberi lampu hijau untuk menyelam lebih dalam.

Keterangan dari TNI AL menyebutkan analisa sementara menunjukkan, “kemungkinan ketika menyelam statis terjadi dark out (atau mati listrik) sehingga kapal tidak terkendali dan tidak melakukan prosedur kedaruratan sehingga kapal jatuh pada kedalaman 600-700 meter.

Di seputar area tenggelam menunjukkan “kemungkinan terjadinya tumpahan minyak di sekitar region tenggelam, kemungkinan terjadi kerusakan tangki BBM (retak) karena tekanan air laut / pemberian sinyal posisi dri KRI NGL-402. ”

Tumpahan minyak dari helikopter di seputar tempat hilangnya KRI Nanggala 402.

Sumber gambar, TNI AL

Kapal selam KRI Nanggala 402 adalah satu dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia.

Kapal selam terkait sempat diperbarui dan dilengkapi lagi selama dua tahun di Korea Selatan dan selesai pada 2012, berdasarkan kantor berita Reuters.

Kecelakaan kapal selam pernah terjadi pada 2017 di Argentina di selatan Samudra Atlantik dengan 44 awak.

Puing-puing kapal ditemukan setahun kemudian dan para pejabat memastikan kapal selam itu pecah karena tekanan.

Related Post

Pertemuan ASEAN: Pemimpin kudeta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, diminta hentikan kekerasan serta memulai proses dialogPertemuan ASEAN: Pemimpin kudeta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, diminta hentikan kekerasan serta memulai proses dialog

Diperbarui 24 April 2021 Sumber {gambar|tulisan}, Biro Pers Setpres {Presiden|Pemimpin|Kepala} Joko Widodo meminta {militer|tentara} Myanmar untuk menghentikan {kekerasan|kebengisan} dan memulai proses {dialog|perbincangan|percakapan} yang inklusif dalam Pertemuan Pemimpin ASEAN di