Israel-Palestina: Naftali Bennett, calon perdana menteri Israel yang tutur ‘tidak pernah ada negeri Palestina’

31 Mei 2021

Diperbarui 5 jam yang berserakan

Sumber gambar, Reuters

Sebesar partai oposisi Israel sudah mencapai kesepakatan untuk membentuk pemerintahan baru yang bahan menjadikan politisi sayap kanan, Naftali Bennet, sebagai perdana menteri. Kesepakatan itu positif juga akan mengakhiri 12 tahun kekuasaan Benjamin Netanyahu.

Yair Lapid, kepala Partai Yesh Atid, mengumumkan koalisi yang terdiri daripada delapan faksi telah disusun. Salah satu faksi itu adalah Partai Raam yang mengusung kepentingan komunitas Muslim Arab.

Media-media pada Israel menampilkan sebuah menjepret Lapid, Bennet, dan Mansour Abbas selaku pemimpin Golongan Raam, sedang menandatangani kesepakatan koalisi yang dikira mustahil oleh banyak kalangan.

Dalam pernyataannya, Abbas mengutarakan: “Keputusan ini sulit & ada sejumlah perdebatan tetapi penting untuk mencapai kata sepakat. ”

Menurutnya, “ada banyak kejadian dalam kesepakatan ini dibuat demi faedah masyarakat Arab”.

Adapun Lapid, dalam suratnya kepada Presiden Reuven Rivlin, menyebutkan dirinya akan mengepalai pemerintahan baru Israel beserta Bennett. Lapid juga mengatakan dirinya akan menjadi pertama menteri Israel menggantikan Bennett pada 27 Agustus 2023.

Meski demikian, sebelum tadbir baru ini dilantik, semesta 120 anggota parlemen Israel atau Knesset harus melakoni pemungutan suara. Jika koalisi tersebut gagal memenangi bahana mayoritas, ada risiko rakyat Israel harus mengikuti pemilu untuk kelima kalinya pada dua tahun.

Partai Likud pimpinan Netanyahu sejatinya memenangi mayoritas kursi dalam pemilu Maret lalu, namun Netanyahu gagal membentuk koalisi tadbir setelah diberikan mandat.

Menyikapi pembentukan koalisi pemerintahan gres bentukan Lapid, dia membicarakan koalisi tersebut “penipuan kala ini” yang akan membahayakan negara dan rakyat Israel.

Sumber gambar, AFP

Naftali Bennett telah lama memendam ambisi menjadi perdana gajah Israel. Namun tak disangka kesempatan itu akhirnya datang walau partai bentukannya, Yamina, hanya memenangi tujuh kursi dalam pemilihan umum berserakan.

Bennet muncul sebagai calon kuat perdana menteri setelah menerima tawaran berkoalisi secara tokoh oposisi, Yair Lapid, sekaligus mendepak Benjamin Netanyahu dari kekuasaan selama 12 tahun.

Padahal, pria berusia 49 tahun itu dulu sempat digadang-gadang sebagai murid didikan Netanyahu. Makin, Bennett pernah menjadi kepala staf Netanyahu pada 2006 sampai 2008 sampai ikatan keduanya retak.

Bennett meninggalkan Partai Likud pimpinan Netanyahu dan bergabung dengan golongan sayap kanan Rumah Yahudi. Bersama partai keagamaan tersebut, dia menjadi anggota parlemen setelah sukses dalam pemilu 2013.

Bennet lantas menjabat sebagai menteri ekonomi serta menteri pendidikan dalam pada setiap pemerintahan koalisi sampai 2019, ketika aliansi Kanan Terakhir bentukannnya gagal meraih status dalam pemilihan tahun tersebut.

Namun, selang 11 kamar kemudian, Bennett mampu kembali ke parlemen sebagai ketua Partai Yamina. Dalam kode Ibrani, Yamina berarti ‘arah kanan’.

Karier politik Bennet dimulai setelah namanya muncul melalui dinas kemiliteran dan dunia usaha. Pensiun jadi anggota pasukan khusus Armada Darat Israel, Bennet berbisnis dengan menciptakan dan menjual perusahaan hi-tech. Usaha itu membuat dirinya berstatus miliarder.

Di dunia politik, Bennett kerap dicap ua-nasionalis. Makin, dia menyebut dirinya bertambah berhaluan kanan ketimbang Netanyahu.

“Tidak pernah ada negeri Palestina”

Pandangannya tercermin dalam suaranya yang gencar menyelamatkan Israel sebagai negara marga Yahudi serta klaim cerita dan keagamaan Yahudi terhadap Tepi Barat, Jerusalem Timur, dan Dataran Tinggi Golan Suriah—wilayah-wilayah yang diduduki Israel sejak Perang Timur Tengah 1967.

Dia pernah membicarakan Tepi Barat tidak berkecukupan dalam pendudukan Israel karena “tidak pernah ada negeri Palestina di sini”.

Adapun konflik Israel-Palestina, menurutnya, tidak bisa diselesaikan akan tetapi harus dilanggengkan.

Menangkap juga:

Sejak lama Bennett mengadvokasi hak permukiman Yahudi di Tepi Barat (dia pernah menjadi ketua Dewan Yesha, kelompok peserta politik untuk pemukim Yahudi), meskipun dia mengatakan Israel tidak punya klaim untuk Gaza (ketika Israel memikat pasukan dan pemukim di dalam 2005).

Lebih dari 600. 000 orang Yahudi menetap di 140 permukiman pada Tepi Barat dan Jerusalem Timur, yang dianggap ilegal oleh hampir seluruh komunitas internasional, namun dibantah Israel.

Keberadaan permukiman-permukiman ini ialah topik paling panas antara Israel dan Palestina. Israel berkeras membelanya, sedangkan Palestina ingin agar semua kawasan ditiadakan serta negara dengan merdeka di Tepi Barat dan Gaza dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kota.

Mencampuri urusan permukiman, makin menghentikan aktivitas permukiman, dianggap Bennett mencari ribut. Bahkan, oleh Bennet, Netanyahu tak bisa dipercaya dalam menggarap urusan ini.

Sumber gambar, Getty Images

Karena dia lancar berbahasa Inggris (mengingat orang tuanya lahir di Amerika Serikat) serta piawai dalam urusan media, Bennett kerap tampil di jaringan televisi asing guna membela aksi-aksi Israel.

Pernah sejenis kali dia berdebat secara seorang anggota parlemen Israel keturunan Arab yang mendekati permukiman Israel di Susur Barat. Saat itu tempat mengatakan: “Ketika Anda sedang berayun di pohon-pohon, kami sudah punya negara Israel di sini. ”

Bennett menegasikan gagasan pendirian negara Palestina yang berdampingan dengan Israel—atau kerap disebut ‘solusi perut negara’ untuk mengatasi permusuhan Israel-Palestina yang diadvokasi komunitas internasional, termasuk Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.

“Selama saya punya kekuasaan & kendali, saya tidak akan menyerahkan tanah Israel utama sentimeter pun. Titik, ” cetusnya dalam wawancara dalam Februari 2021.

Bersamaan secara sikap itu, Bennett mau menguatkan kekuasaan Israel dalam Tepi Barat—wilayah yang dia rujuk dengan nama Yudea dan Samaria—dengan menganeksasi beberapa besar kawasan tersebut.

Bennett juga berpandangan keras zaman berurusan dengan ancaman dibanding kelompok Palestina.

Dalam 2013 dia mengatakan karakter Palestina “teroris seharusnya dibunuh, bukan dibebaskan”.

Real hukuman mati tidak diterapkan di Israel, kecuali saat mengeksekusi Adolf Eichmann—perancang Holokos yang divonis bersalah di 1961 dan digantung setahun berikutnya.

Dia menolak gencatan senjata dengan para majikan Hamas di Gaza, yang justru membuat pertikaian bereskalasi pada 2018. Dia pula menuding kelompok Hamas menghabisi puluhan warga Palestina tunggal, yang tewas akibat serbuan udara Israel guna merespons tembakan roket dari Gaza saat pertikaian pada Mei 2021.

Sumber gambar, Naftali Bennett

Slogan-slogan mengenai mengalami bangga sebagai orang Yahudi dan kemandirian bangsa ialah jargon yang kerap disuarakan Bennet.

Pria yang memakai kippah—atribut agama Yahudi di bagian kepala keluarga pria—ini memarodikan surat informasi New York Times dan harian sayap kiri Israel, Haaretz, karena kedua media itu mengkritik tindakan-tindakan Israel.

Dalam sebuah video di media sosial, dia menyamar sebagai seorang hipster dan berulang kali menyuarakan “maaf”. Adegan selanjutnya, tempat mengungkap penyamarannya dan berceloteh: “Mulai hari ini kita berhenti meminta maaf”.

Related Post