Genting ekonomi akibat Covid-19: IMF perkirakan ‘luka ekonomi’ karena krisis global akibat pandemi virus corona bertambah buruk dari perkiraan

Genting ekonomi akibat Covid-19: IMF perkirakan ‘luka ekonomi’ karena krisis global akibat pandemi virus corona bertambah buruk dari perkiraan post thumbnail image

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pandemi virus corona merusak ekonomi dunia lebih buruk dari angka perkiraan yang dikeluarkan sebelumnya.

IMF kini memprediksi output ekonomi dunia tahun ini akan menyusut hampir 5%, atau hampir 2% lebih buruk dari perkiraan dengan dirilis pada bulan April.

Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan pada Rabu (24/06), disebutkan dengan penurunan maka negeri bakal kehilangan output ekonomi senilai US$12 triliun selama dua tahun.

China merupakan satu-satunya negara besar yang diperkirakan akan tetap mencatat pertumbuhan walaupun hanya 1% tahun ini, tatkala sejumlah negara Eropa Barat, termasuk Inggris dan Prancis, diperkirakan bakal mengalami penyusutan lebih dari 10%, sebagaimana dilaporkan oleh wartawan BBC urusan ekonomi, Andrew Walker.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, sudah memperingatkan bahwa bervariasi peristiwa telah menggugurkan perkiraan cara bulan April. Ditambahkan arah perekonomian global kini lebih buruk.

Tak biasa

Perkiraan yang suram itu jarang lain mencerminkan kenyataan bahwa data sejak April menunjukkan penurunan lebih tajam dibanding perkiraan sebelumnya.

Namun IMF memperhitungkan konsumsi konsumen akan sangat termakan. Laporan IMF menggarisbawahi bahwa tersedia sesuatu yang tidak biasa dalam tren penurunan ini.

Biasanya konsumen menggunakan tabungan, atau mendapat bantuan dari keluarga dan sistem jaminan sosial untuk menekan fluktuasi pengeluaran.

Penurunan ekonomi biasanya berpengaruh bertambah kecil terhadap konsumsi konsumen dibanding terhadap investasi bisnis, lapor Andrew Walker.

Tetapi kali ini, karantina wilayah & jaga jarak secara sukarela sebab masyarakat khawatir tertular virus corona menyebabkan permintaan turun.

Menurut IMF, warga diperkirakan mau lebih banyak “menabung untuk jaga-jaga”, mengurangi konsumsi karena masa pendahuluan yang tidak menentu.

Laporan IMF juga memperingatkan kemungkinan timbulnya “luka” ekonomi. Dengan adanya lebih banyak perusahaan yang berantakan dan orang lebih lama menganggur maka lebih sulit bagi roda perekonomian untuk menggelinding lebih lekas sebagaimana diharapkan.

Penurunan dramatis

Pengurangan terbesar dalam kegiatan ekonomi tahun ini, menurut IMF, terjadi pada negara-negara maju khususnya di Eropa. Inggris kemungkinan besar masuk kategori lengah satu yang terburuk.

Bagi 16 negara dengan secara khusus dijabarkan perkiraannya oleh IMF, terjadi penurunan tahun tersebut dibanding proyeksii bulan April.

Perubahan terbesar diperkirakan mau dialami India.

IMF sebelumnya memperkirakan India akan mengalami pertumbuhan jauh lebih lamban, tetapi tetap tumbuh. Sekarang India diperkirakan akan mengalami kontraksi pandai 4, 5%.

Dari 16 negara yang disertai analisis, satu-satunya negara yang diperkirakan akan tetap tumbuh adalah China, tetapi hanya 1% yang tetap mencerminkan penurunan dramatis.

Penilaian Dana Moneter Internasional ini sekali lagi menunjukkan hasil ekonomi yang sangat buruk akibat dari pandemi virus corona dan langkah-langkah yang ditempuh untuk mengatasinya.

Related Post