Friends Reunion: Di balik kisah kelahiran Friends, komedi situasi paling populer dan sudah ditonton 100 miliar kali

21 menit yang berserakan

Sumber gambar, Getty Images

Bebodoran situasi legendaris Friends kembali menjadi perbincangan menyusul penayangan Friends Reunion, episode reuni setelah penayangan terakhir seimbang ini pada 2004.

Sejak pertama kala ditayangkan pada 1994, bebodoran situasi yang melambungkan nama-nama pemerarannya tersebut telah ditonton lebih dari 100 miliar kali di seluruh dunia dan dinobatkan sebagai satu diantara acara televisi paling kondang sepanjang masa.

Tapi bagaimana Friends dilahirkan dan bagaimana stasiun televisi Amerika Konsorsium NBC — yang menayangkannya — mendapatkan ide untuk memproduksinya?

Semuanya berawal di keinginan Warren Littlefiled, kepala NBC ketika itu, buat membuat acara, terutama untuk pemirsa di 12 kota di Amerika, yang diharapkan bisa mendongkrak rating NBC.

Dalam ramah dengan BBC, Littlefiled mengucapkan dari angka-angka rating ini, muncul ide untuk mewujudkan acara bagi anak-anak bujang yang tinggal di 12 kota Amerika tersebut.

“[Saya membayangkan] anak-anak bujang yang tinggal di 12 kota, yang baru sekadar memulai hidup mandiri, yang tak lagi bersama orang tua mereka… mereka hidup di kota yang benar mahal biaya hidupnya. Intinya, bagaimana anak-anak muda kudu menjalani kehidupan seperti itu, ” ungkap Littlefield.

Baca juga :

“Apa suka dukanya? [Bagaimana mengatasi berbagai persoalan?] Jawabannya adalah anak-anak muda ini perlu tumpuan, bantuan dari kawan-kawan mereka, bantuan yang selama ini diulurkan oleh orang tua, ” jelas Littlefield.

Sumber gambar, Getty Images

“Jadi, itulah sebenarnya tujuan yang ingin kami capai. Dari sini, kami menyiapkan naskah, menentukan siapa audiens utamanya… [sayangnya] naskah-naskah yang diusulkan sangat membatalkan. Sungguh sangat buruk, ” ungkapnya.

Lantas, menyelundup dua nama penulis tulisan, yaitu David Crane & Marta Kauffman.

“Mereka masuk ke tim, mengusulkan cita-cita cerita yang mereka punya, yaitu kisah tentang anak-anak muda berusia 20-an tahun, tinggal di kota New York, apa suka duka yang dialami anak-anak bujang ini… dan kemudian saya mengatakan inilah cerita dengan kami cari-cari selama tersebut, ” kata Littlefield.

Dia menggambarkan masuknya Crane & Kauffman seperti “jawaban berasaskan doa-doa yang selama tersebut ia panjatkan”.

Para tokoh bukan siapa-siapa

Setelah kadar besar dan alur cerita disepakati, tugas selanjutnya adalah mencari peran dari tokoh-tokoh komedi situasi Friends.

Littlefield mengungkapkan keenam pemeran sari yang dipilih ketika itu bukan siapa-siapa.

Itu sama sekali bukan kartika atau pun punya nama besar.

Sumber gambar, Warnermedia

“Tak ada yang memahami mereka [tapi] bagi kami tak urusan. Kita tak harus mencantumkan bintang, ” tutur Littlefield.

“Ada perasaan [ketika itu] kita tak akan memakai nama-nama yang sudah tenar. [Justru] kami ingin menjumpai nama-nama baru dengan jalan para pemain baru itu bisa cocok satu setara lain, ” katanya.

Dibanding sini, didapat nama-nama seperti Jennifer Aniston, Courteney Cox, Lisa Kudrow, Matt LeBlanc, Matthew Perry, dan David Schwimmer.

“[Saat itu] kami tak pernah bergerak sama dengan Matt, ana tak tahu siapa sesungguhnya Matthew Perry, ” sebutan Littlefield.

Mengapa banyak orang kecanduan dengan Friends?

Keunggulan utama Friends adalah kisah-kisah yang digarap dalam banyolan situasi ini.

Yang lainnya adalah kekuatan tokoh-tokoh yang dibangun.

Sumber gambar, Getty Images

“Awalnya kami tak terlalu menyadari [kekuatan ini]. Kami baru ingat bahwa ada kekuatan mengarang dan tokoh-tokoh yang ada dalam Friends setelah season pertama bahwa ternyata Friends ini adalah opera sabun yang sangat bagus, ” ujar Littlefield.

Jalan cerita yang menarik dengan fokus kehidupan keseharian anak-anak muda yang dituturkan secara sangat lucu dan tokoh-tokoh yang kuat menjadi metode utama komedi situasi berdurasi setengah jam ini.

“Itulah yang membuat kita kecanduan, kita ingin memasukkan kisah mereka, mengikuti penjelajahan mereka, ” kata Littlefield.

“Ketika itu, tak ada acara seperti ini, [Friends] muncul jadi acara yang sangat istimewa, ” katanya.

Apakah formula Friends akan sukses jika diproduksi pada 2021?

Sumber gambar, HBO Max

Littlefield dengan jujur mengesahkan bahwa formula yang setara tidak akan mendulang lulus jika diproduksi pada 2020 atau 2021.

Zaman sudah berubah dan banyolan situasi dengan fokus kesibukan anak muda kulit putih dari keluarga kelas menengah tak bisa lagi dijual, kata Littlefield.

“Jelas Anda tak akan memproduksi banyolan situasi dengan formula itu, ” kata Littlefield.

“Kalau Anda ingin memproduksi [komedi situasi untuk era sekarang], maka jelas para pemerannya harus lebih beraneka macam, ” katanya.

Related Post