Covid di Indonesia tembus nilai harian tertinggi sejak tahun lalu, Presiden Jokowi ucap PPKM mikro ‘pilihan tepat tanpa matikan ekonomi rakyat’

24 Juni 2021

covid-19

Sumber gambar, ANTARAFOTO/ADENG BUSTOMI

Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah membatalkan untuk menerapkan Pemberlakuan Penyekatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ukuran mikro secara menyeluruh, berjalan mengendalikan kasus Covid-19 dengan kembali pecah rekor menyentuh lebih 15. 000 Rabu kemarin (23/06).

Dalam lapangan, warga mulai menghadapi kepanikan saat terinfeksi Covid-19 dan sebagian rumah melempem mulai penuh, diwarnai kelakuan pemborongan tabung gas oksigen.

Sejumlah peneliti mengutarakan fenomena ini membuktikan kalau kebijakan yang dirumuskan negeri telah gagal mengendalikan virus corona.

covid-19

Sumber gambar, ANTARAFOTO/FAUZAN

Kesulitan mencari tempat tidur di RS

Seorang bagian keluarga warga di Jakarta menceritakan pengalaman sulit dengan dialami.

Supomo, 68 tahun, terkulai lemas di atas tempat tidurnya. Ia dirawat di rumah sendiri hampir satu pasar terakhir. Warga Jakarta Timur ini dinyatakan terinfeksi Covid-19 yang diikuti penyakit tifus, flek paru-paru, dan naik tenggorokan.

Panas badannya stabil 39-40 drajat Celsius, dengan tingkat saturasi mencapai titik 88%, atau diambang tak sadarkan diri.

“Cuma karena sudah ada [persediaan tabung] oksigen ya untuk sementara, sambil tunggu rumah sakit yakni perawatannya [tempat tidur], sebisanya di rumah, ” sebutan M. Ihsan, anak dari Supomo.

covid-19

Sumber gambar, ANTARAFOTO/ADENG BUSTOMI

Sejak akhir pasar kemarin, Ihsan kesulitan membongkar-bongkar peraduan kosong di panti sakit. Tiga rumah melempem pemerintah, dan satu panti sakit swasta yang dia datangi, sudah penuh penderita Covid-19.

“RS Polri [Sukanto], pagi dicek bisa, agak siangan pasien bahkan banyak, tak terkontrol. Tepat saya masuk, sudah bertumpuk-tumpuk berkas pasien Covid-19 yang masuk. Jadi, mau dibilang apa, ” katanya.

Selama merawat ayahnya di rumah, Ihsan berbagi tugas secara kakaknya. Kakaknya yang sudah positif Covid-19, merawat di dalam rumah. Sementara Ihsan mengurus dari luar rumah seperti membeli keperluan obat-obatan sampai mencari rumah rendah.

covid-19

Sumber gambar, ANTARAFOTO/IRWANSYAH PUTRA

Sejauh ini, Supomo mutakhir sekali dikunjungi dokter sebab Puskemas terdekat. Hal dengan diharapkan Ihsan bisa dilakukan secara rutin selama ayahnya dirawat dari rumah.

“Paling tidak, ada pantauan rutin. Jadi kita kalau tersedia sesuatu, nggak panik, ” tambah Ihsan.

Kasus kesulitan mencari tempat tidur dalam rumah sakit serta bagian isolasi mandiri juga diceritakan beberapa orang melalui media sosial. Di antaranya, akun @puspitazia yang mengunggah rencana tentang diri dan keluarganya yang terinfeksi Covid-19.

Dia sampai harus terpaksa mudik, dan kemungkinan kehilangan order.

Darurat ketersediaan tempat terbaring

covid-19

Sumber gambar, ANTARAFOTO/FAUZAN

Peristiwa harus merawat diri tunggal atau orang terdekat dengan terinfeksi virus corona dibanding rumah merupakan konsekuensi sebab tingkat ketersediaan rumah sakit rujukan atau tempat-tempat isolasi yang mulai penuh.

Satgas penanganan Covid-19 melaporkan level ketersediaan tempat tidur di lima provinsi Indonesia telah mencapai lebih dari 80%. Provinsi tersebut antara lain Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Banten.

Sebagai gambaran di Jakarta, tingkat keterisian di RS rujukan Covid-19, Wisma Olahragawan, sudah mencapai 90, 22%.

Sementara itu, dalam Jawa Barat tingkat keterisian RS rujukan Covid-19 menyentuh 88, 51%. Bahkan delapan di antaranya melebihi ambang kapasitas maksimum, seperti RS Universitas Indonesia di Kota Depok mencapai 110. 58% atau dari kapasitas 104 tempat tidur, telah terisi 115 tempat tidur.

covid-19

Sumber gambar, ANTARAFOTO/GALIH PRADIPTA

Awut-awutan, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Banten rata-rata keterisian wadah tidur mencapai 85%.

Kesibukan borong tabung oksigen serupa terjadi di daerah-daerah serupa Jakarta dan Rembang, Jawa Tengah, seperti dilaporkan sejumlah media.

Per Rabu (23/06), jumlah kasus harian di Indonesia mencapai 15. 308 kasus. Jumlah itu menjadi yang tertinggi selama pandemi berlangsung. Akumulasi pasti Covid-19 berjumlah 2. 033. 421 kasus.

Direktur Kebijaksanaan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Olivia Herlinda mengatakan ini sebagai “indikasi kuat bahwa layanan kesehatan sudah tidak berlaku sebagaimana mestinya. ”

Patuh analisis CISDI, kasus Covid-19 yang meningkat minggu-minggu itu karena upaya pelacakan kontak, tes covid, dan pembelaan (3T) semakin melemah. Dalam tingkat masyarakat, perilaku 3M juga melemah.

“Pelonggaran sosial yang tidak terkontrol, libur panjang, lebaran, serta varian delta yang terbukti lebih infeksius, ” logat Olivia.

Penelusuran kontak disebut melemah

covid-19

Sumber gambar, ANTARAFOTO/IDHAD ZAKARIA

Dalam sebuah pengkajian CISDI baru-baru ini menunjukkan banyak kasus Covid-19 yang tidak terlaporkan. Dalam survei yang dilakukan di Kecamatan Semenanjung Priok, tercatat kasus yang tidak dilaporkan 12 kali lebih tinggi dari yang terdata.

CISDI mengumpulkan masukan primer sampel darah serta demografi serta perilaku 3. 196 responden dalam mengencangkan waktu 23 November 2020 hingga 19 Februari 2021.

“Survei ini mengindikasikan upaya tes dan pelacakan belum optimal hingga tidak semua kasus terdeteksi, banyak kejadian asimptomatis dan ringan isyarat serta sistem surveilans & pelaporan data mungkin masih menjadi kendala hingga tidak semua kasus terlaporkan, ” kata Olivia.

covid-19

Sumber gambar, ANTARAFOTO/IDHAD ZAKARIA

Sementara tersebut, Epidemiolog, Masdalina Pane memperhitungkan RS yang penuh, & aksi borong tabung udara merupakan dampak dari kebijaksanaan yang ia sebut “tidak dilakukan secara sistematis”.

Prawacana Lina—sapaan Masdalina Pane—untuk mengarahkan penularan sejak awal, sepatutnya pemerintah menggencarkan pelacakan relasi atau tracing yang diikuti dengan karantina.

Sejauh ini, kata Lina, penelusuran kontak erat pada penderita Covid-19 semakin menurun. “Rasio yang dulu itu 1: 10, 1: 12 di beberapa wilayah. Sekarang satu: 1, 1: 1, 5, ” kata Lina. Artinya, saat ini, penelusuran kontak erat dari satu pasien Covid-19 hanya dilakukan pada satu hingga dua karakter terdekat.

covid-19

Sumber gambar, ANTARAFOTO/M RISYAL HIDAYAT

Berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) penelusuran kontak yang transendental dari satu pasien Covid-19 antara 20 hingga 30 orang.

“Nah tersebut yang sekarang kita menentang, kita tidak mengurus tersebut sama sekali, sehingga Nusantara tidak baik-baik saja saat ini, ” kata Lina kepada BBC News Nusantara, Rabu (23/06).

Bertaruh dengan kebijakan PPKM mikro

Presiden Joko Widodo mengutarakan pemerintah telah memutuskan PPKM skala mikro menjadi pilihan tepat untuk diterapkan saat ini.

“Pemerintah melihat kebijakan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini, untuk mengendalikan Covid-19, karena bisa berjalan minus mematikan ekonomi rakyat, ” kata Presiden Jokowi di dalam keterangan persnya, Rabu (23/06).

covid-19

Sumber gambar, ANTARAFOTO/FIKRI YUSUF

Presiden juga meyakini penerapan PPKM skala mikro had tingkat desa bisa melayani penyebaran virus corona. “Jika PPKM mikro terimplementasi dengan baik, tindakan-tindakan di lapangan yang terus diperkuat, sepatutnya laju kasus bisa terarah, ” katanya.

Ia serupa memerintahkan gubernur, bupati mematok wali kota “mempertajam penetapan PPKM mikro, optimalkan posko-posko Covid-19 yang telah terbentuk di masing-masing wilayah kampung atau kelurahan. ”

“Fungsi utama posko adalah mengganti perilaku masyarakat agar dispilin 3M, memakai masker membentengi jarak, mencuci tangan, kedisiplinan 3M menjadi kunci dan menguatkan pelaksanaan 3T, testing, tracing, treatment hingga ke tingkat desa, ” sirih Presiden Jokowi.

Related Post