Covid di India: Lonjakan kejadian diperkirakan akan hambat agenda vaksinasi di negara-negara asing

8 jam yang cerai-berai

Sumber tulisan, Reuters

Suasana mengerikan di India yang kesulitan menangani lonjakan kasus Covid-19 telah mengguncangkan dunia. Meski demikian, wabah itu tidak hanya menjadi krisis dalam negara tersebut semata, mengecualikan bagi semua orang dalam dunia.

“Virus tidak mengenal perbatasan negara, kewarganegaraan nasional, umur, jenis kelamin ataupun agama, ” kata ilmuwan kepala di Organisasi Kesehatan tubuh Dunia (WHO), Dr Soumya Swaminathan, sebagaimana dilaporkan kuli masalah sains global BBC News, Rebecca Morelle.

“Dan apa yang terjadi di India sekarang malangnya telah terjadi di negara-negara asing. ”

Pandemi menyingkap sungguh saling terkoneksi dunia itu. Jika suatu negara mengalami tingkat penularan tinggi, oleh karena itu kemungkinan akan menyebar ke negara-negara lain.

Baca juga:

Sumber gambar, Getty Images

Bahkan dengan pemisahan perjalanan sekalipun, berbagai tes dan isolasi, infeksi pasti bisa terjadi. Dan jika seseorang baru tiba lantaran tempat dengan prevalensi benar tinggi, kemungkinan besar dia akan membawa serta virus itu.

Sebagai contoh, di penerbangan belum lama dari New Delhi ke Hong Kong, sekitar 50 penumpang terbukti positif Covid-19.

Varian anyar lebih ganas?

Tetapi tersedia kekhawatiran lain terkait secara tingginya penularan di India, yakni varian virus.

Varian baru muncul pada India dengan nama B. 1. 617. Varian itu dijuluki sebagai “mutan ganda” karena adanya dua pergantian utama selama periode lonjakan virus.

Sumber gambar, EPA

Ada bukti dari lab. yang menunjukkan varian tersebut sedikit lebih mudah menular dan antibodi dalam tubuh manusia mungkin kesulitan menegah virus. Bagaimanapun, para sarjana sekarang masih dalam tahap mengkaji berapa besar kekebalan tubuh yang hilang.

“Saya tak berpikir sudah ada bukti bahwa tersebut adalah virus mutasi dengan lolos, yang berarti tak dapat dilawan dengan vaksin, ” jelas Dr Jeff Barrett, direktur Covid-19 Genomics Initiative di Wellcome Sanger Institute, kepada BBC News.

“Saya berpendapat kita jelas harus memperhatikannya dengan saksama, tetapi pada tahap sekarang tidak ada dalih untuk panik. ”

Tetapi semakin banyak jumlah kejadian Covid yang dialami semacam negara, semakin besar jalan muncul varian-varian baru.

Vaksin salah satu pokok

Hal itu disebabkan pada setiap kali penularan memberikan jalan kepada virus untuk berubah dan yang dikhawatirkan adalah mutasi dapat mengancam kemujaraban vaksin.

“Cara menghalangi munculnya varian ganas pertama-tama adalah mencegah virus bereplikasi pada manusia… jadi bulevar terbaik mengendalikan varian-varian merupakan mengendalikan jumlah penyakit dalam dunia yang ada masa ini, ” jelas Guru besar Sharon Peacock, direktur asosiasi Covid-19 Genomics UK (Cog-UK).

Sumber gambar, Reuters

Karantina wilayah dan penerapan terbuka jarak bisa mengatasi kejadian itu, namun vaksinasi serupa penting.

Program vaksinasi pada India berjalan lamban. Sejauh ini kurang dari 10% penduduknya telah mendapat vaksin dosis pertama dan kurang dari 2% mendapat dosis penuh.

Itulah sketsa yang terjadi dalam kalender vaksinasi di India, meskipun negara itu menjadi basis dari produsen vaksin terbesar di dunia, yakni Serum Institute of India.

Faktor tersebut juga mampu menjelaskan mengapa lonjakan kasus di India juga berdampak pada negara-negara lain di dunia.

Sebagai meniru, pada Maret lalu ketika kasus mulai meningkat pada sana, pihak berwenang setempat menghentikan sementara ekspor vaksin Oxford-AstraZeneca.

Larangan ekspor tersebut mencakup alokasi vaksin untuk skema PBB, Covax, yang ditujukan kepada negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Kecendekiaan tersebut tentu akan berdampak pada program vaksinasi dalam banyak negara. Pasalnya, India akan mengalokasikan lebih banyak vaksin untuk keperluan pribumi, ketimbang mengekspornya, di pusat upaya menggenjot produksi.

Pada situasi yang genting ini, para ilmuwan mengingatkan bahwa vaksinasi adalah prioritas.

“Kita harus menggalakkan vaksinasi secepat mungkin, jika tidak virus akan mencoba dan melangsungkan semua cara untuk langsung menyebar dari satu karakter ke orang lainnya, ” kata ilmuwan WHO, Dr Soumya Swaminathan.

Secara global, pandemi ini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, setelah virus menghancurkan negara demi negeri. Dengan demikian, lapor wartawan BBC News urusan sains global, Rebecca Morelle, status di India merupakan pengingat suram bahwa tak seorang pun di dunia damai sampai semua orang tenang.

Related Post