Covid-19: India umumkan vaksinasi 8 juta orang dalam satu hari, mengapa baru dikebut sekarang?

  • Shruti Menon
  • BBC Reality Check

7 jam yang berarakan

Sumber gambar, Getty Images

India telah meluncurkan program vaksin baru dan mengumumkan rekor delapan juta suntikan pada hari pertama dimulainya kebijaksanaan itu.

Pemerintah pusat membeli vaksin Covid-19 dari produsen-produsen dan langsung memasoknya ke negara-negara bagian.

India adalah salah satu tempat pembuatan vaksin terbesar dalam dunia, tetapi upaya vaksinasinya sendiri berjalan lambat.

Baca juga:

Sejauh ini, warga yang telah divaksinasi penuh baru lebih dari 5% dari total populasi yang memenuhi syarat dan kurang negara bagian kekurangan sediaan vaksin.

Demi memajukan upaya vaksinasi, Perdana Gajah Narendra Modi mengumumkan awal bulan ini bahwa pada setiap orang akan mendapatkan “vaksin gratis” mulai 21 Juni.

Pada hari pertama kecendekiaan baru itu, dia memuji kecepatan program vaksin India.

Sebelumnya, jumlah Covid-19 di India meningkat garang pada bulan April had Mei.

Jumlah karakter yang meninggal karena virus corona pernah mencapai 3. 000 hingga 4. 000 orang per hari di bulan Mei.

Dengan jalan apa kebijakan berubah?

Perdana Gajah Modi mengumumkan program tersebut dalam pidato nasional pada TV. Saat itu dia berbicara tentang sejarah serta logistik program vaksin pada India.

Di bawah kebijakan vaksin Covid sebelumnya, separuh dari semua vaksin dengan diproduksi di India diberikan kepada pemerintah federal serta sisanya dikirim ke negeri negara bagian dan sendi sakit swasta.

Sumber gambar, Reuters

Meskipun negara arah bersaing di pasar terbuka untuk dosis vaksin gabungan usia 18-44, penerima bisa mendapatkannya secara gratis pada pusat vaksinasi pemerintah negeri bagian.

Sementara itu, negeri federal memvaksinasi pekerja besot depan dan mereka dengan berusia di atas 45 tahun – juga dikasih gratis.

Di bawah kecendekiaan baru, pemerintah federal hendak membeli 75% dari seluruh vaksin yang diproduksi.

Pemerintah negara bagian akan menyambut dosis vaksin mereka secara gratis dari pemerintah federal, alih-alih bernegosiasi langsung dengan produsen.

Namun, perlu dicatat bahwa sisa 25% vaksin masih disisihkan untuk vila sakit swasta seperti sebelumnya.

Di rumah sakit swasta, vaksinasi tak gratis.

Pemerintah federal telah menetapkan harga untuk tiga vaksin yang disetujui pada 780 rupee (Rp151. 000) buat Covishield, 1. 145 rupee (Rp222. 000) untuk Sputnik V, dan 1. 410 rupee (Rp274. 000) untuk Covaxin.

Apa artinya?

Tersebut berarti bahwa pemerintah negara bagian akan menerima dosis vaksin yang dialokasikan lantaran pemerintah federal berdasarkan warga negara bagian tersebut, tingkat penyakit, kemajuan vaksinasi, & vaksin yang tak terpakai.

Kebijakan ini meringankan otoritas negara bagian karena kudu membeli dosis dari pembuat dengan harga lebih tinggi daripada yang ditawarkan pada pemerintah federal.

Sumber tulisan, Getty Images

Kebijakan ini juga memberikan lebih banyak kendali peluncuran vaksin pada pemerintah federal.

Pengumuman tersebut terjadi hanya beberapa keadaan setelah kebijakan sebelumnya menanggung kritik dari pengadilan luhur India, yang menyebutnya “sewenang-wenang” dan “tidak rasional”.

Pengadilan mempertanyakan alasan di pulih membuat negara bagian membalas lebih untuk vaksin daripada yang harus dilakukan negeri federal.

Negara bagian kudu membelinya di pasar terbuka, sehingga beban keuangan pada beberapa negara bagian termiskin seperti Bihar, Jharkhand, serta Uttar Pradesh meningkat dengan signifikan.

“Ini adalah kiprah ke arah yang betul dan akan mengatasi kira-kira tantangan terkait pengadaan, ” kata Dr Lahariya.

Barang apa artinya bagi warga pokok?

“Pengumuman ini tidak banyak membawa perubahan bagi warga, ” kata pakar kebijakan kesehatan Dr Chandrakant Lahariya.

Ia mengatakan tersebut karena vaksin sudah tersedia gratis di pusat-pusat tadbir.

Kebijakan baru ini sesungguhnya mirip dengan apa dengan dilakukan India ketika mengasaskan peluncuran vaksinnya pada Januari tahun ini.

Hal ini bahkan diakui oleh Modi sendiri, yang mengatakan “sistem lama, yang berlaku pra 1 Mei, akan diterapkan lagi. ”

Kebijakan asli diubah pada bulan April ketika India dilanda lonjakan dramatis dalam jumlah urusan dan upaya vaksin India melemah.

Negara-negara bagian kemudian diizinkan untuk menawar vaksin langsung dari produsen, yang diharapkan akan mendorong perakit vaksin lain untuk mengikuti pasar India dan meningkatkan pasokan.

Tetapi itu tidak berhasil dan kekurangan vaksin mulai muncul di sejumlah tempat karena pasokan tak dapat memenuhi permintaan.

Beta juga telah melihat tantangan yang dihadapi produsen vaksin India dalam mencoba memajukan produksi.

Bagaimana perjalanan vaksinasi?

India telah memberikan lebih dari 276 juta ukuran vaksin sejak Januari, invalid dari 30% dari populasi orang dewasa yang menutup syarat.

Populasi orang kala India diperkirakan sekitar 950 juta.

Penggerak vaksin meningkat pada awal April, dengan 3, 66 juta dosis diberikan pada 10 April.

Tetapi angka tersebut kemudian turun hampir setengahnya pada pertengahan Mei serta beberapa negara bagian menangguhkan vaksinasi untuk kelompok leler 18-44 karena kekurangan stok.

Para ahli mengutarakan bahwa India gagal mengambil cukup vaksin tahun awut-awutan untuk menghindari kekurangan.

Negeri India telah berjanji buat memvaksinasi semua orang masa pada akhir tahun, target dengan menurut banyak ahli mau sulit dipenuhi dengan kecepatan vaksinasi seperti sekarang ini.

Related Post

Kejadian Covid-19 dunia tembus rekor mutakhir: AS termasuk tertinggi, Trump dituduh 'memalukan dan berbahaya' karena tentu kampanye pilpres

Kejadian Covid-19 dunia tembus rekor mutakhir: AS termasuk tertinggi, Trump dituduh ‘memalukan dan berbahaya’ karena tentu kampanye pilpresKejadian Covid-19 dunia tembus rekor mutakhir: AS termasuk tertinggi, Trump dituduh ‘memalukan dan berbahaya’ karena tentu kampanye pilpres

Diperbarui 6 jam yang lalu Sumber gambar, Reuters Presiden Donald Trump dituduh Gubernur Nevada Steve Sisolak melakukan hal yang "memalukan, kritis dan tak bertanggung jawab" karena menyelenggarakan kampanye pemilihan