Covid-19: India dilanda ‘tsunami Covid’ setelah gelar ritual massal keagamaan dan pawai kebijakan – 230. 000 urusan dalam sehari

18 April 2021, 13: 46 WIB

india

Sumber tulisan, Reuters

India merekam sebanyak 230. 000 peristiwa baru Covid-19 pada Sabtu (17/04) sehingga jumlah peristiwa secara keseluruhan di negara itu mencapai 140 juta sejak pandemi dimulai tahun lalu.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan bahwa “kasus-kasus & kematian terus meningkat di dalam laju yang mengkhawatirkan”.

Dia menambahkan, “secara global, jumlah kasus baru bohlam pekan hampir berlipat ganda selama dua bulan terakhir”.

Baca juga:

AS, India, dan Brasil—tiga negara secara jumlah kasus penularan Covid-19 terbanyak di dunia—mencatat bertambah dari satu juta mair, menurut Universitas Johns Hopkins.

Pekan lalu, rata-rata sebanyak 12. 000 kematian dilaporkan terjadi setiap hari di seluruh dunia, demikian dilaporkan kantor berita AFP.

Akan tetapi, pencatatan angka formal sedunia mungkin tidak mencitrakan angka secara utuh di banyak negara.

Apa dengan terjadi di India?

Kira-kira pekan lalu, India tampak mampu mengendalikan pandemi. Di dalam Januari hingga Februari, peristiwa Covid-19 di negara itu berada di bawah 20. 000—relatif rendah di negara dengan 1, 3 miliar penduduk.

Untuk memutar video tersebut, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Pada periode itu, perkantoran, pasar tradisional, kepala, dan berbagai moda pemindahan beroperasi dengan kapasitas penuh. Pesta pernikahan, acara keyakinan, dan pawai politik turut digelar, yang para pesertanya sebagian besar tidak menjalankan masker dan menjaga langkah.

Akibatnya, sebagaimana dikatakan seorang dokter kepada kuli BBC, Vikas Pandey & Anshul Verma, terjadi “tsunami Covid”.

india

Sumber gambar, Getty Images

Selama tiga keadaan berturut-turut, dari Kamis (15/04) hingga Sabtu (17/04) jumlah kasus Covid-19 mencetak rekor. Khusus pada Sabtu (17/04), sebanyak 234. 000 peristiwa dilaporkan terjadi.

Acara keyakinan diikuti jutaan orang

kumbh mela

Sumber gambar, Reuters

Perhatian anak buah India kini tertuju dalam Festival Kumbh Mela yang diikuti jutaan umat Hindu. Sedikitnya 1. 600 orang teruji positif mengidap Covid-19 setelah mengikuti acara tersebut antara 10-14 April.

Foto-foto menunjukkan sekian banyak orang berkumpul di Kota Haridwar, Negara Bagian Uttarakhand, kemudian berendam bersama di Kali Gangga.

kumbh mela

Sumber gambar, Getty Images

Umat Hindu di India meyakini sungai itu suci dan berendam di dalamnya akan membersihkan dosa-dosa sekaligus membawa keselamatan.

Sebuah perkumpulan umat Hindu membatalkan menarik diri dari pesta tersebut.

“Kumbh Mela sudah selesai bagi ana, ” kata Ravindra Puri, sekretaris perkumpulan Niranjani Akhada kepada media setempat.

Keputusan itu diambil sehari sesudah Swami Kapil Dev, besar perkumpulan Hindu lainnya, meninggal dunia dengan diagnosa Covid-19.

kumbh mela

Sumber gambar, Getty Images

Meski demikian, banyak dengan tidak mengambil sikap sebentuk.

Ujwal Puri, misalnya. Pebisnis berusia 34 tarikh itu tiba di Haridwar pada 9 Maret dengan bersenjatakan sejumlah botol hand sanitiser, masker, dan tablet vitamin.

Kepada BBC, tempat mengaku tidak diperiksa guru tubuhnya oleh petugas di bandara atau di Haridwar. Saat beribadah di Haridwar, beberapa orang tampak tidak menggunakan masker. Kalaupun ada yang memakai, masker diturunkan ke dagu.

“Tidak ada renggang sosial. Orang-orang duduk berdekatan dengan rapat untuk berharap, ” ujarnya.

Menanggapi situasi tersebut, sejarawan India bertanda Gopal Bhardwaj menilai hajatan itu seharusnya ditunda.

“Kumbh harus ditunda. Kumbh dimaksudkan untuk memberi kedamaian dalam nurani. Bagaimana mungkin karakter menemukan kedamaian diri kalau orang tercinta tertular Covid? ”

Related Post