China klaim lakukan ‘mukjizat’ secara entaskan 100 juta orang dari kemiskinan, namun klaim itu dipertanyakan

3 jam yang lalu

Presiden China Xi Jinping mengumumkan pada hari Kamis (24/02) bahwa negaranya berhasil mewujudkan “mukjizat manusia” dengan memberantas kemiskinan ekstrem, meski sejumlah pihak mempertanyakan kriteria dan data yang dipergunakan pemerintah China.

Ratusan juta warga China dilaporkan berhasil terangkat sebab kemiskinan sejak reformasi ekonomi pada 1980an.

Beijing mengklaim sekitar 100 juta karakter terbantu dari kemiskinan selama delapan tahun Xi Peri Ping berkuasa.

Tetapi para pakar mengatakan di China terdapat perbedaan jurang baik yang begitu besar.

Tahun lalu, Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan 600 juta karakter tak mampu menyewa daerah di kota besar.

Pada upacara mewah di Beijing, Presiden Xi memberikan penghargaan kepada para pejabat dalam pedesaan, beberapa di antaranya mengenakan pakaian tradisional, serta berjanji akan membagikan “pengalaman China” ini kepada negara2 berkembang.

“Tak ada negeri lain yang bisa mengentaskan jutaan orang dari kemiskinan dalam waktu yang kecil, ” kata Presiden Xi, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

“Mukjizat manusia sudah kita ciptakan, yang bakal menjadi catatan sejarah, ” kata Presiden Xi.

China tahun lalu mengeklaim bahwa warga miskin sudah berhasil dientaskan.

Pemerintah di Beijing menetapkan kriteria miskin merupakan mereka yang berpenghasilan US$2, 30 (Rp32. 000) bohlam hari. Standar ini di atas kriteria Bank Dunia yaitu US$1, 90 (Rp26. 00) per hari, namun di bawah rekomendasi bagi negara berpenghasilan menengah kaya China.

Para pejabat lokal menentang rumah warga satu bagi satu untuk menentukan sapa yang masuk kategori miskin berdasarkan penghasilan, kondisi vila, ketiadaan asuransi kesehatan dan apakah ada anggota keluarga yang putus sekolah.

Keluarga yang memiliki mobil atau peralatan pertanian dengan besar, secara otomatis tidak akan dianggap sebagai keluarga miskin.

Bank Dunia mengutarakan China mengentaskan lebih dibanding 800 juta orang sejak kemiskinan ekstrem sejak perombakan ekonomi pada 1970-an.

Presiden Xi mengatakan bahwa China sekarang “akan membantu negara-negara berkembang” yang masih berjuang melawan kemiskinan.

Pada 2015, ia bertekad untuk memberantas kemiskinan esktrem pada 2020, yang merupakan salah satu tujuan ambisius Partai Komunis untuk “membangun masyarakat yang makmur”.

Kriteria terlalu kecil?

Menjelang batas akhir tahun 2020, pemerintah menggelontorkan miliaran yuan untuk membangun pekerjaan dan gedung-gedung apartemen baru serta menawarkan insentif retribusi dan subsidi ke komunitas-komunitas miskin di pedesaan.

Sejumlah pihak menilai standar hidup di China memang menyusun secara dramatis sejak 1970-an ditandai dengan banyaknya warga yang menikmati gaya hidup yang tak terbayangkan oleh generasi-generasi sebelumnya.

Tingkat kemiskinan ekstrem turun dari 66, 3% pada 1990 menjadi hanya 0, 3% dalam 2018, menurut data lembaga kajian Center for Strategic and International Studies.

Hampir setiap orang menyelesaikan rencana wajib belajar, menyamai status di negara-negara maju, dan PBB mengatakan, tingkat moralitas anak juga turun garang dalam 20 tahun final.

“Bagi banyak orang dalam China, standar hidup menyusun siginifikan hanya dalam kurun satu generasi, ” perkataan Martin Raiser, direktur Bank Dunia.

Namun klaim bahwa jutaan orang sudah dientaskan lantaran kemiskinan ditanggapi secara sangsi.

Kriteria kemiskinan dinilai terlalu rendah bagi China dan para pengkritik selalu mengatakan ada korupsi di program pengentasan kemiskinan. Selain itu, data resmi “disesuaikan sedemikian rupa” untuk menutup target Partai Komunis.

Terry Sicular, guru besar kemahiran ekonomi di University of Western Ontario, Kanada, kepada AFP mengatakan bahwa “ada ratusan ribu kasus manipulasi di program pengentasan kemiskinan”.

Ini termasuk para penguasa lokal “yang memalsukan data dengan memasukkan teman & anggota keluarga sebagai awak miskin untuk menerima bantuan finansial dari pemerintah”.

Sicular juga menekankan bahwa kriteria penghasilan US$2, 30 per hari terlalu rendah untuk China. Bank Dunia menyarankan US$5, 50 per keadaan bagi negara-negara berpenghasilan menengah seperti China.

Martin Raiser, direktur Bank Negeri, mengatakan jika menggunakan kriteria US$5, 50 per keadaan, sekitar 13% penduduk China masuk dalam golongan bangsat.

Banyak pihak juga mengucapkan ada problem lain yang dihadapi pemerintah: kesenjangan baik.

Tahun lalu, Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan 600 juta orang tak berpunya menyewa kamar di tanah air besar.

Related Post