Bom Makassar: Kapolri ungkap individualitas terduga pelaku, disebut ‘terkait serangan teror di Jolo, Filipina selatan’

28 Maret 2021, 10: 17 WIB

Diperbarui 4 jam yang semrawut

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba dalam mesin pencari lain

Salah satu terduga pelaku serangan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, hari Minggu (28/03), oleh Polri dikenal “berinisial L yang punya kaitan dengan orang-orang dengan melakukan serangan di Jolo, Filipina selatan”.

“Yang bersangkutan merupakan bagian dari kelompok… yang terkait dengan kelompok yang sudah melaksanakan kegiatan operasi di Jolo Filipina…, ” sebutan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hari Minggu (28/03).

“Kita tindak lanjuti dengan melaksanakan pemeriksaan DNA yang bersangkutan untuk bisa kita pertanggung jawabkan secara ilmiah, namun demikian hari tersebut untuk inisial pelaku aku kira kita sudah tuntas dan kita sedang kembangkan untuk mencari kelompok lainnya, ” kata Kapolri.

Ia mengatakan pelaku bom bunuh diri yang tewas sebesar dua orang terdiri sebab satu laki-laki dan utama perempuan.

Ia juga mengatakan pihaknya sudah mengamankan kurang lebih empat orang di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat, yang diduga terkait dengan kegiatan kelompok teroris.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan serangan di Makassar “bukan merupakan bagian dari perjuangan agama dan tidak mewakili agama apa pun”.

“Ini adalah betul-betul teror, ini adalah musuh kemanusiaan. Kalau pelakunya mengatasnamakan perjuangan keyakinan tertentu, berarti dia telah bergama secara salah. Semua agama itu pro kemanusiaan dan anti terorisme, ” kata Mahfud.

Bom Makassar

Sumber gambar, Jarang

Mahfud juga menggelar kemungkinan bahwa serangan itu “bukan bermotif agama memperbedakan upaya mengadudomba masyarakat, seakan-akan kelompok tertentu sedang menghajar kelompok lain berdasarkan ikatan primordial”.

Pada akhir Januari 2019, terjadi serbuan terhadap gereja Katolik pada Pulau Jolo menyebabkan 22 orang meninggal dan 100 lainnya luka-luka.

Menyuarakan juga:

Selain mengungkap identitas terduga pekaku, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengatakan anggota Polri — dengan didukung oleh personel TNI — menjamin keamanan masyarakat, khususnya pada rangkaian perayaan Paskah.

Dia mengatakan “masyarakat tidak usah panik. ”

Menko Polhukam Mahfud MD memastikan ledakan bom tersebut adalah pukulan bom bunuh diri, yang menewaskan dua terduga pelakul, sementara 20 petugas & jemaat gereja mengalami luka-luka.

Bom di Gereja Katedral, Makassar.

Sumber gambar, Getty Images

Terkait kronologi kejadian, Besar Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan, “Ada dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic . ”

“Dari bahan di lapangan, ditemukan organ yang sudah hancur. Tersedia beberapa potongan tubuh, yang akan jadi bagian untuk meyakinkan penyidik.

Petugas membawa potongan tubuh yang diduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar.

Sumber tulisan, Getty Images

Argo pula mengatakan kepolisian menjamin ketenteraman peringatan wafatnya Isa Almasih pada Jumat (02/04) dan perayaan Paskah pada pekan depan tanggal 4 April.

Lokasi ledakan di depan Gereja Katedral Makassar.

Polisi berjaga-jaga di seputar Gereja Katedral Makassar.

Sumber gambar, Reuters

Dalam keterangan pers, Presiden Joko Widodo meminta Kapolri mengusut tuntas jaringan peledak bunuh diri ini.

Ia menyebut aksi terorisme seperti ini tidak terkait dengan agama tertentu & merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusutuntas jaringan-jaringan karakter, dan membongkar jaringan tersebut sampai ke akar-akarnya, ” kata Jokowi.

“Terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan & tidak ada kaitannya secara agama apapun. Semua keyakinan menolak ajaran terorisme apapun alasannya.

“Seluruh aparat negara tak akan membiarkan kegiatan terorisme semacam ini serta saya meminta masyarakat agar tetap tenang menjalankan ibadah, ” ucapnya.

Pelaku menerobos masuk dan dicegat aparat gereja

Kepolisian mengatakan menjamin keamanan masyarakat dalam perayaan Paskah.

Sumber gambar, Getty Images

Sejumlah saksi lengah ledakan mengatakan pelaku menerobos masuk dan dicegat petugas gereja ketika “puluhan orang keluar masuk gereja” bilamana jeda antarmisa rangkaian ibadah Paskah.

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Polisi Merdisyam mengatakan pemboman itu diduga bom bunuh diri.

“Kami sedang melakukan pendalaman secara Densus 88, ” ujar Merdisyam di sekitar Gereja Katedral Makassar, seperti dilaporkan Darul Amri, wartawan dengan melaporkan untuk BBC Indonesia.

Gereja Katedral di Makassar.

Sumber gambar, Getty Images

Merdisyam mengatakan korban luka-luka yang dilarikan ke vila sakit berjumlah sembilan karakter, lima merupakan petugas serta pengurus gereja sedangkan 4 lainnya adalah umat.

Sesudah ledakan ini, personel Udara dan Brimob Polda Sulsel dikerahkan untuk melakukan perlindungan di sekitar gereja.

Tiga akses jalan di sekitar gereja ditutup.

Ledakan terjadi pada saat jeda antarmisa.

Sumber gambar, Kemenkopolhukam

Merdisyam serupa mengatakan pihaknya bersama Densus 88 tengah mengolah jati pelaku bom bunuh muncul itu.

Ledakan di depan gereja di Makassar diduga sebagai bom bunuh diri.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 10. 20 Waktu Indonesia Sedang.

Apa yang terjadi?

Ledakan terjadi saat jeda antarmisa, kata Alphonso, seorang pengurus Gereja Katedral Makassar, kepada BBC News Indonesia.

Dia berada di halaman gereja saat ledakan terjadi.

Alphonso berkata, pelaku berusaha masuk ke gereja zaman ibadah yang dimulai memukul 8. 00 baru sekadar berakhir.

Namun seorang aparat gereja berinisial K membatalkan pelaku yang mengendarai motor.

Petugas gereja itu porakporanda melalui rekaman video saat luka-lukanya tengah dibersihkan semrawut mengatakan “Saya tahan tempat (yang naik motor) pada depan pagar, dia bersetuju masuk. ”

Sebelum perayaan Pekan Suci jelang paskah yang jatuh akhir minggu ini, pihak Gereja Katedral mengimbau umatnya untuk tidak membawa barang yang mencurigakan.

Ledakan di depan gereja di Makassar diduga sebagai bom bunuh diri.

Sumber gambar, EPA

3 petugas gereja ditugaskan dalam depan gerbang untuk menjajaki tas yang dibawa sebab umat.

“Pelaku datang kurang lebih jam setengah 11. Biasanya umat dipersilakan masuk baru diperiksa. Tapi pelaku langsung menerobos hadir, jadi tidak sempat diperiksa, ” kata Alphonso.

Pelaku menerobos masuk dan petugas gereja sempat menahan.

Sumber gambar, Umat Gereja Katedral

“Dia sempat ditahan sebab nekat untuk masuk ke halaman gereja. Setelah itu pelaku meledakkan dirinya.

“Petugas gereja yang menahan pelaku terkena sedikit serpihan ledakan. Dia berada betul dekat dengan ledakan sebab berdiri di depan mesin pelaku.

“Dia dilarikan ke rumah sakit di kondisi sadar, masih bisa berbicara, tapi pendengarannya terhambat, ” ujar Alphonso.

Selain petugas gereja tersebut, Alphonso menyebut ada lima umat yang juga dilarikan ke rumah sakit sebab terkena serpihan kaca.

Jalan di seputar Gereja Katedral ditutup.

Sebelum ledakan berlaku, sekitar seratus orang mengikuti ibadah di gereja ini. Alphonso berkata angka itu setengah dari kapasitas gereja.

Para pastor gereja dikenal Alphonso dalam kondisi baik-baik saja. Pastor yang dijadwalkan memimpin misa pukul 11. 00 belum masuk ke lingkungan gereja saat ledakan terjadi.

Informasi saksi mata – ledakan kencang sekali

Pelaku naik sepeda motor, kata Yahonna.

Petugas relawan Misa pada Gereja Katerdral, Yahonna Massie, 48 tahun, mengaku berada 10 meter dari sumber ledakan.

Saat tersebut ia bertugas untuk membagikan daun palma pada jemaat yang datang pada Misa yang akan diselenggarakan jam 11. 00 WIT.

“Ada puluhan yang keluar masuk gereja saat itu, ” kata Yohanna zaman ditemui BBC News tak jauh dari lokasi perkara, Minggu (28/03).

“Kencang sekali. Suara ledakan yang belum pernah saya dengar, ” katanya.

Saat pekaku menerobos masuk, puluhan orang keluar masuk gereja, kata saksi mata.

Zaman itu, kata dia, jemaat yang berada di gerbang langsung ditarik masuk ke dalam gereja. Semua panik, dan Yohanna menutup telinganya.

Kondisi di dalam gereja, ibadah menjelang Paskah.

Yohanna mengatakan ledakan berasal dari seorang pengendara sepeda motor. Yohanna juga mengaku melihat ada model tubuh di sekitar letak kejadian.

“Saya menentang ada ususnya, ” katanya.

Saat ini segenap jemaat sudah dipulangkan. Yohanna juga mengatakan ada perut orang yang dia lihat terluka.

Hansom, seorang saudara korban, menyebut serpihan benda tajam memicu luka di tubuh anggota keluarganya. Tempat berharap kepolisian dan pemerintah Kota Makassar dapat menyekat kejadian seperti ini terulang.

“Luka-luka yang diderita sebab tiga korban hampir mendekati semuanya ada luka menjilat, meliputi tangan dan menguasai, ada serpihan-serpihan benda garang pada sekujur tubuh korban, ” kata Hansom.

“Harapan kami dari pihak tim adalah kepolisian dan jajarannya semoga mengusut tuntas kejadian ini. Juga bagi pemerintah kota.

“Ke depan moga hal-hal seperti ini jangan disepelekan, lebih serius teristimewa terutama terkait keamanan, ” ujarnya.

Ledakan terjadi saat ibadah tengah berlangsung.

Related Post