Biden langsung batalkan kebijakan Trump melalui perintah eksekutif usai dilantik

5 tanda yang lalu

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, langsung berjalan membatalkan sejumlah kebijakan kunci Donald Trump, hanya beberapa jam sesudah resmi dilantik.

“Tidak mampu membuang waktu jika menyangkut penanganan krisis yang kita hadapi, ” cuit Biden dalam perjalanan menuju Gedung Putih menyusul pelantikannya.

Presiden Biden sedang menandatangani 15 suruhan eksekutif yang ditujukan untuk meningkatkan tindakan pemerintah federal terkait genting virus corona.

Tindakan Biden lainnya adalah membatalkan kebijakan Trump soal transisi iklim, imigrasi, dan hubungan rasial.

Presiden Biden “akan mengambil tindakan—tidak hanya membalikkan kerusakan terbesar yang dilakukan pemerintahan Trump—tapi serupa mulai menggerakkan negara kami ke depan, ” sebut pernyataan menimpa perintah eksekutif Biden.

Lantas apa sekadar perintah eksekutif Biden?

Pandemi virus corona

Biden memutuskan beragam perintah untuk mengikhtiarkan pandemi Covid-19, yang telah merenggut nyawa lebih dari 400. 000 orang di AS. Perintah manajer presiden mencakup:

  • Mengembalikan keanggotaan AS di Organisasi Kesehatan Negeri (WHO). Pakar virus, Dr Anthony Fauci, siap berpartisipasi mewakili AS dalam pertemuan dewan eksekutif internasional WHO yang berlangsung pekan itu.

  • Memusatkan pengerjaan Covid-19 secara nasional guna menyelaraskan distribusi peralatan pelindung, vaksin, dan tes.

  • Mewajibkan pemakaian masker dan melestarikan jarak di semua gedung federal.

  • Menggelar ‘Tantangan memakai masker 100 hari’, yang meminta masyarakat memakai masker selama 100 hari.

Perubahan iklim

Biden hendak membatalkan sejumlah perintah kontroversial pendahulunya terkait kebijakan lingkugan dengan cara:

  • Kembali bergabung dalam suara iklim Paris 2015 setelah Trump menarik AS dari kesepakatan itu tahun lalu.

  • Membatalkan Jalur Pipa Keystone XL yang kontroversial. Para pegiat dunia dan sejumlah penduduk asli Amerika telah memperjuangkan pembatalan jalur saluran itu selama lebih dari mulia dekade.

Imigrasi

Presiden Biden telah berikrar untuk:

  • Mencabut larangan Trump terhadap warga negara kebanyakan Muslim untuk memasuki wilayah GANDAR.

  • Menghentikan pendirian tembok di perbatasan AS-Meksiko

Ini bagian yang (relatif) mudah

Selama tiga bulan terakhir, Joe Biden dan staf kepresidenannya sudah merencanakan serangkaian tindakan pertama begitu dirinya menjabat presiden. Donald Trump telah menggunakan wewenang eksekutifnya dengan luas guna memajukan sebagian luhur agenda politiknya. Sehingga ketika Biden membatalkan keputusan-keputusan Trump, itu bakal menjadi hal yang penting.

Tidak menetapkan waktu lama bagi presiden dengan baru dilantik untuk beraksi. Secara khusus dia menyasar sejumlah rencana Trump yang paling kontroversial. Pemerintahan Biden juga akan membekukan semua regulasi Trump yang dibuat di dalam menit-menit akhir, setelah terlebih dulu mengkajinya secara mendalam.

Perintah eksekutif ialah bagian yang (relatif) mudah. Buat memunculkan kebijakan guna membuat perubahan yang bertahan lama dan tidak bisa begitu saja diubah oleh presiden-presiden mendatang, Biden harus menyala sama dengan Kongres demi membiarkan undang-undang terkait bantuan pada era pandemi, kewarganegaraan untuk migran tak berdokumen resmi, reformasi layanan kesehatan tubuh, serta perlindungan terhadap hak menetapkan.

Buat saat ini, Biden menolak menjemput keputusan eksekutif terkait pembatalan pinjaman mahasiswa serta mencabut larangan perdagangan era Trump atau menetapkan adat pidana yang baru.

Biden kini punya kesempatan untuk mencapai sesuatu memikirkan Partai Demokrat telah menguasai DPR dan Senat, meskipun dia kudu melewati rintangan prosedur dari Kelompok Republik sekaligus menjaga barisan partainya sendiri.

Pengalaman Biden selama puluhan tahun sebagai anggota Kongres mampu berguna.

Related Post