Belasan ribu murid terpapar Covid-19, perlukah pembelajaran tatap depan terbatas dipertahankan?

4 tanda yang lalu

Sekolah, covid-19

Sumber gambar, AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN

Belum satu bulan pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan, setidaknya sudah 15. 000 murid di bermacam-macam daerah terpapar Covid-19.

Ini terjadi di masa PTM secara terbatas sudah digelar di hampir setengah sekolah yang ada dalam Indonesia.

Klaster terbaru di sekolah, antara lain terjadi di tiga kota dalam Jawa Tengah, yaitu Purbalingga, Blora, dan Jepara. Awal pekan ini 90 murid di satu SMP pada Purbalingga dinyatakan positif Covid.

Meski begitu, pemerintah pusat terus mendorong kepala wilayah segera membuka kembali sekolah, terutama jika wilayah mereka masuk kategori PPKM golongan satu hingga tiga.

Namun pakar pelajaran mendorong pemerintah tidak melacak target jumlah sekolah yang dibuka, melainkan mengutamakan aspek kesehatan.

Selama pandemi, Jawa Barat berada di urutan pertama dalam daftar daerah dengan jumlah murid terpapar Covid di sekolah, yaitu 2. 529 orang. Petunjuk itu merujuk survei terbaru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Eli, orang tua murid di Kabupaten Pelik, Jawa Barat, mengaku kini tidak memiliki opsi buat selalu menyekolahkan dua anaknya secara daring dari sendi.

Jika memaksakan anaknya bersekolah secara daring ketika PTM sudah bergulir, Eli memperhitungkan kemampuan akademis anaknya hendak tertinggal dari teman-teman seangkatannya.

“Sempat ada orang usang murid yang menolak PTM, tapi nanti anak yang rugi. Belajar dari rumah dan PTM sangat bertentangan, terutama untuk anak SD. Daring seperti tidak sekolah, ” ucapnya via telepon, Rabu (22/09).

Sekolah, covid-19

Sumber gambar, Getty Images

Untuk memastikan anaknya tidak terpapar Covid di sekolah, Eli meminta mereka untuk tetap menaati protokol kesehatan.

Eli berkata, anaknya perlu menjaga diri sendiri dan tidak bergantung pada pola maupun kepatuhan orang asing terhadap protokol kesehatan (prokes).

“Saya mewanti-wanti agar bujang saya tidak memegang bahan sembarangan dan sering cuci tangan, ” ujarnya.

“Mau tidak mau mereka kudu ke sekolah karena telah ada ketetapan pemda bahwa sekolah wajib melakukan PTM terbatas.

“Sebelumnya kan murid dipersilakan untuk mengikuti PTM atau belajar secara daring dari rumah. Tapi sebab sudah menjadi aturan pemerintah, mau tidak mau menimbrung kami patuhi, ” cakap Eli.

Sekolah, covid-19

Sumber gambar, Antara Foto/Nyoman Hendra Wibowo

Tengah itu, Siti, orang usang murid di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, justru bersyukur anaknya bisa kembali belajar di sekolah. Dia tetap anaknya tidak akan terpapar Covid jika selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Pendidikan dari dulu dilakukan tatap membuang. Kalau memang kondisinya sudah baik dan normal, ya kembali saja ke pangkal, kecuali ada aturan kalau sekolah harus daring” logat Siti.

“Mungkin banyak dengan menilai pembelajaran secara daring itu positif, tapi buat saya, ternyata menemani anak-anak belajar di rumah itu sulit sekali, ” tuturnya.

Sekolah, covid-19

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Makna Zaezar

Selama September 2021, berdasarkan data Kemendikbud Ristek, 42% sekolah di bermacam-macam jenjang pendidikan sudah menggelar PTM terbatas. Ini adalah persentase tertinggi sejak Agustus tahun lalu.

Merujuk Tulisan Keputusan Bersama (SKB) yang diteken menteri urusan pendidikan, kesehatan, agama, dan dalam negeri, sekolah wajib menerapkan PTM terbatas jika para tenaga pengajarnya sudah divaksin.

Ketentuan itu diutamakan dalam daerah yang masuk bagian PPKM level satu datang tiga.

Meski begitu, orang tua murid dibebaskan untuk memberangkatkan anak mereka ke sekolah atau belajar dibanding rumah.

Pelaksanaan PTM terbatas di setiap sekolah bertentangan. Sekolah boleh menggelar PTM selama tujuh hari, tapi tetap menyediakan opsi pembelajaran daring.

Dalam setiap bagian PTM, jumlah maksimal murid di kelas adalah 18 orang atau 50% dari kapasitas. Aturan ini resmi untuk sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah pada.

Sementara untuk jenjang pendidikan usia dini dan sekolah luar biasa, jumlah maskimal murid di kelas merupakan lima orang atau 62% dari kapasitas.

Sekolah, covid-19

Sumber tulisan, AFP/JUNI KRISWANTO

Dalam kejadian 90 murid tertular Covid di Purbalingga, pejabat setempat membantah kejadian itu berlaku akibat pelanggaran terhadap batas-batas pelaksanaan PTM.

“Sekolah tersebut belum melaksanakan PTM. Anak-anak datang ke sekolah hanya untuk mengambil soal penilaian tengah semester, ” sirih Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga, Tri Gunawan Setiyadi.

“Itu pun dilaksanakan secara bergilir, mereka tak datang secara bersamaan. Madrasah juga sudah menerapkan prokes, menyediakan sarana cuci lengah, hand sanitizer, dan melarang anak untuk berkerumun, ” ujarnya.

Tri berkata, pihaknya masih menyelidiki penyebab tertularnya puluhan murid tersebut. Pemda berupaya mengisolasi mereka di tempat karantina yang terpusat, tapi Tri menyebut banyak orang tua murid yang menegasikan cara itu.

Pernyataan seragam juga dinyatakan pejabat Jawa Tengah terkait sekitar 40 murid yang positif dalam delapan sekolah di Kabupaten Blora.

Sekolah, covid-19

Sumber tulisan, Kurun Foto/Indrayadi TH

Bagaimanapun, munculnya kasus Covid tersebut semestinya tidak menghentikan cara memulai kembali pembelajaran pada sekolah, menurut Totok Menyetujui, pakar pendidikan dari Universitas Paramadina.

Totok berkata, di setiap klaster harus ditangani per. Dari situ, kata dia, pemerintah harus mendapatkan solusi agar klaster yang sepadan tidak terjadi di madrasah dan daerah lain.

“Jangan diperlakukan secara umum, akan tetapi kasus per kasus. Dimitigasi dan dipelajari mengapa berlaku. Itu bisa jadi penelaahan bagi yang lain, ” logat Totok saat dihubungi.

“Tapi tidak bisa karena ada klaster Covid lalu semesta PTM dihentikan, ” ucapnya.

Walau menganggap PTM istimewa dilakukan untuk mengatasi pengaruh negatif pembelajaran jarak jauh selama pandemi, Totok mengecap pemerintah harus tetap mengutamakan aspek kesehatan.

Menurut Totok, pemerintah perlu mempertimbangkan vaksinasi orang tua murid dalam menggelar PTM. Selama tersebut, upaya membuka kembali madrasah hanya dipatok pada tingkat vaksinasi tenaga pengajar.

“Hukum pertama harus aspek kesehatan tubuh, kalau sudah aman segar dibuka. Targetnya adalah kesiapan dari segi infrastruktur, termasuk guru. Tapi idealnya bukan hanya guru yang divaksin, tapi juga orang tua. Tersebut lebih aman, ” perkataan Totok.

Sekolah, covid-19

Sumber gambar, Antara Foto/Teguh Prihatna

Pada sesi diskusi online, Selasa morat-marit, Dirjen PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah, Jumeri, menyuarakan bahwa proses pembelajaran yang hilang selama sekolah daring mesti ditangani lebih lekas.

Menurutnya mayoritas sekolah telah siap menjalankan PTM, jarang lain karena sudah merancang sarana cuci tangan.

Jumeri berkata, pemerintah pula menargetkan seluruh guru di Indonesia selesai tuntas menerima dosis kedua vaksin Covid pada akhir September tersebut.

“Kami butuh dukungan kawasan, agar level 1-3 segera membuka PTM terbatas. Sebagian besar (64%) sekolah belum bisa PTM karena belum diizinkan oleh pemda, ” kata Jumeri dalam webinar tersebut.

Salah satu pemda yang masih melarang PTM adalah Purbalingga. Padahal semasa 21 September hingga pekan pertama Oktober, kabupaten itu masuk PPKM level 3.

Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga, Tri Gunawan, menyuarakan semua sekolah harus memeriksa kesiapan sarana-prasarana yang memungkinkan penularan Covid.

Itu kendati, kata Tri, belum lulus karena pembukaan sekolah harus menunggu kajian satgas Covid terhadap pandemi di Purbalingga.

Sekolah, covid-19

Sumber gambar, Antara Foto/ANIS EFIZUDIN

Pekan lalu badan PBB di bidang kesejahteraan anak UNICEF, untuk unit di negara berkembang,, membakar agar pemerintah Indonesia balik membuka sekolah di bervariasi wilayah.

Penutupan sekolah, menurut UNICEF, tidak hanya berdampak pada aspek pendidikan, tapi juga kesehatan dan ketenteraman anak.

Salah satu konsekuensinya, merujuk survei yang itu lalukan dengan Kementerian Kesehatan, UNICEF menyebut terjadi penambahan pernikahan dini selama pandemi. Permohonan dispensasi pernikahan buat anak naik tiga kali lipat selama setahun belakang.

Kemendikbud Ristek juga memakai data-data itu sebagai pertimbangan kebijakan pembukaan sekolah.

Biar begitu, pro-kontra terkait kecendekiaan ini masih terus terjadi, baik di kalangan orang tua murid maupun spesialis kesehatan.

Sejak pembelajaran tatap muka dibuka oleh negeri pusat, DKI Jakarta, Kawasan Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Timur, dan Bali adalah daerah yang paling sedikit membuka kembali sekolah.

Tengah itu, PTM terbanyak berlangsung di Aceh, Maluku Mengadukan, Sumatera Barat, dan Jambi.

Wartawan di Semarang, Margi Ernawati, berkontribusi untuk liputan ini

Related Post