Banjir di NTT: Pejabat salahkan warga dengan tuduhan merambah hutan, aktivis tuding pemda selalu abaikan lingkungan

6 jam yang lalu

Sumber gambar, HUMAS BNPB

Peringatan soal potensi banjir di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah muncul beberapa tarikh terakhir, sebelum akhir pekan lalu banjir bandang pada provinsi itu menewaskan setidaknya lebih dari 60 orang dan memaksa ribuan karakter mengungsi.

Pejabat pemerintahan di salah satu kabupaten yang terdampak menyebut banjir bandang dipicu kerusakan lingkungan akibat aktivitas masyarakat.

Tetapi aktivis lingkungan menyebut pemerintah tidak semestinya menyalahkan awak lokal. Dia menuding banjir ini justru terjadi karena kebijakan otoritas di NTT mengabaikan lingkungan.

Wakil Tumenggung Flores Timur, Agus Payong Poli, menyebut aktivitas asosiasi menyebabkan penggundulan hutan pada kawasan lereng kabupaten itu.

Agus juga menyalahkan warganya yang merambah daerah aliran kali. Dua faktor ini, menurutnya, merupakan pemicu utama banjir di Flores Timur, selain Siklon Tropis Seroja yang menyebabkan hujan lebat dan gelombang laut tinggi.

“Populasi penduduk berbanding terbalik dengan ketersediaan lahan. Itu mendatangkan penebangan lahan di kawasan lereng yang sebelumnya daerah lindung, ” kata Agus via telepon, Senin (05/04).

“Warga juga ada yang menebang pohon buat menanam tanaman komoditas. Itu turut membuat daerah itu rawan longsor karena peresapan air jadi tidak tersedia.

“Di kawasan zona abang juga dibangun rumah. Oleh karena itu jangan heran banyak yang meninggal karena bantaran kali itu zona merah. Taat peraturan kami, daerah deraian sungai tidak boleh dibangun apapun, sampai sekitar 25 meter, ” ujarnya.

Sumber gambar, Getty Images/Anadolu Agency

Agus mengeluarkan pernyataan tersebut untuk menjawab pertanyaan BBC Indonesia terkait peringatan perkara potensi banjir yang mengintai daerahnya.

Kajian lingkungan hidup tahun 2007 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Flores Timur sudah menyebut sejumlah faktor yang berpotensi besar memicu banjir di kabupaten itu.

Selain topografi sebesar wilayah Flores Timur dengan merupakan lereng curam, dikenal pula penebangan hutan dengan seharusnya dilindungi.

Kejadian lain yang disorot pada kajian itu adalah pertambahan penduduk, kebijakan yang tak tepat, serta lemahnya harmonisasi antarinstansi dan penegakan dasar yang tidak optimal.

Era berita ini disusun, total korban jiwa akibat banjir di Flores Timur merupakan yang terbanyak dibandingkan dalam sembilan kabupaten lain dalam NTT yang diterjang banjir.

Sudah terdapat 68 karakter yang ditemukan tewas di Flores Timur, menurut Ujung Bicara Badan SAR Nasional, Yudi Latief.

Angka itu bisa bertambah karena pencarian korban hingga saat ini masih berlangsung.

Sumber tulisan, Antara/PION RATULOLI

Bagaimanapun, bangsa semestinya tidak boleh menjelma kambing hitam dalam kejadian banjir besar ini, sebutan Direktur Wahana Lingkungan Tumbuh (Walhi) NTT, Umbu Wulang.

Wulang berkata, perubahan dunia akibat aktivitas warga ataupun korporasi menunjukkan minimnya upaya pencegahan pemerintah.

Bukan saja di Flores Timur, Wulang menyebut banjir di sebagian besar NTT ini merupakan konsekuensi kebijakan pemerintah yang mengabaikan lingkungan.

“Adonara dalam Flores Timur itu pulau kecil dengan daya dukung yang terbatas. Kalau sudah terjadi penggundulan di lereng, pendidikan kepada masyarakat seharusnya juga harus masif, ” kata Wulang.

” Berarti pemerintah tidak bisa lepas tangan dan menyalahkan masyarakat. Pola hidup warga benar dipengaruhi kebijakan pemerintah, ” ucapnya.

Sumber gambar, EPA

Wulang menyebut NTT sensitif terguncang bencana karena daya dukung lingkungan yang nista. Ia berkata, bentuk NTT yang kepulauan dan beruang di pesisir perairan tidak cocok dieksploitasi untuk beraneka macam jenis usaha.

Menurut Wulang, pemerintah NTT mesti lekas mengubah kebijakan investasi buat mencegah bencana berikutnya.

“Perlu pembatasan investasi yang tamak lahan dan air sebab daya dukung lingkungan NTT tidak memadai untuk seluruh jenis investasi, baik wisata, monokultur atau pertambangan, ” ucapnya.

Merujuk data Bank Indonesia, sebagaimana dilansir kantor berita Antara, pada tahun 2020 NTT harus memiliki investasi senilai Rp37, 18 triliun untuk mengejar tumpuan pertumbuhan ekonomi sebesar 7%.

Sumber gambar, Humas BNPB

Laiskodat mengatakan itu dalam seremoni panen garam pabrik PT Inti Daya Emas, di Kabupaten Malaka.

“Sebagai gubernur, saya sangat benar-benar mendorong investasi. Pro kontra itu biasa di negeri manapun, ” kata Victor.

“Tetapi harus kita yakin sebagai pemimpin, molek gubernur maupun bupati, bahwa ini pilihan terbaik pada mana rakyat Malaka menyusun masa depan lebih cantik, maka ini harus dilakukan.

“Saya tidak back up tapi saya berdiri dalam depan menjaga siapapun dengan akan mengganggu para pengusaha.

“Lain halnya pengusaha curi kekayaan NTT maka siap berhadapan dengan gubernur, ” ujarnya kala tersebut.

Sumber gambar, Getty Images/Anadolu Agency

Proses evakuasi dan penyaluran bantuan korban banjir di NTT terhambat cuaca buruk dan akses pemindahan yang terputus.

Jembatan Benenain di Kabupaten Malaka, misalnya, ambruk. Akses darat antarkecamatan di daerah itu pula akhirnya terputus.

Nalle Anggi, warga Desa Forekmodok di Malaka, mengaku secara mandiri mengevakuasi diri bersama anak saat banjir setinggi 3 meter menerjang permukimannya.

Anggi kini mengharapkan pengungsian yang lebih layak untuk puak dan para tetangganya. Makin, kata dia, mereka lari diri tanpa membawa jatah makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

“Setelah kami ke tempat evakuasi, air banjir sekarang malah makin bertambah. Jadi kami berharap sungguh-sungguh dievakuasi karena hari ini lebih parah dari kemarin.

“Banyak juga yang dibutuhkan. Logistik sama sekali tidak tersedia, seperti pakaian, kebutuhan budak dan lansia, ” introduksi Anggi.

Sumber gambar, Getty Images/Anadolu Agency

Berbagai pihak kini menjanjikan bantuan untuk pengungsi di NTT, tercatat menyalurkannya dengan pesawat.

Di sisi lain, Wakil Bupati Flores Timur, Agus Poli, menyebut pemerintahannya kekurangan dana darurat. Agus berkata, dana alokasi umum buat penanganan bencana dipotong untuk penanganan pandemi Covid-19.

Related Post

Myanmar: Militer ambil alih kekuasaan, situasi darurat diberlakukan, ‘warga dilarang muncul rumah, antrean panjang di gardu sembako’Myanmar: Militer ambil alih kekuasaan, situasi darurat diberlakukan, ‘warga dilarang muncul rumah, antrean panjang di gardu sembako’

Diperbarui 36 menit dengan lalu STR/AFP Militer Myanmar sudah mengambil alih kekuasaan dan melegalkan kondisi darurat, Senin (01/02), setelah melakukan penahanan terhadap sejumlah pemimpin politik Myanmar, termasuk Aung San Suu Kyi,