Anak sekolah SMP tawarkan layanan syahwat, ‘terindikasi korban eksploitasi seksual’ dan ‘titik kritis’ pelajaran seks anak

5 jam yang lalu

Sumber gambar, Jilla Dastmalchi/BBC

Komisi Perlindungan Budak Indonesia untuk Daerah (KPAID) Tasikmalaya, Jawa Barat mengutarakan pelajar SMP yang videonya viral karena menawarkan servis seks, saat ini pada kondisi sulit makan dan trauma. Pelajar itu berharta di rumah aman KPAID Tasikmalaya untuk menjalani bimbingan psikologis.

KPAI pusat menyebut peristiwa ini merupakan satu dari ratusan urusan anak sebagai pelaku & atau korban kekerasan seksi di Indonesia.

Penanganan yang buruk dikhawatirkan menjerumuskan anak ke dunia prostitusi.

Sementara Komnas Perempuan meminta penegak hukum perlu menyelidiki lebih lanjut untuk kemungkinan eksploitasi seksual.

Baca pula:

Video Pelajar SMP di Tasikmalaya viral di masyarakat karena diduga mengusulkan layanan seks. Video berdurasi enam detik direkam kadet tersebut tanpa busana beserta seorang pria.

Saat ini pelajar SMP itu sudah berada di rumah tenteram KPAID Tasikmalaya untuk melakukan proses pemulihan psikologis semenjak ditangkap pekan lalu.

Pembantu pelajar SMP Tasikmalaya tersebut, Ato Rinanto, yang selalu anggota KPAID Tasikmalaya, mengutarakan remaja berusia 16 tarikh tersebut saat ini dalam kondisi trauma.

“Agak sulit makan, mungkin karena trauma, malu, dan gamang karena videonya tersebar beserta viral, ” kata Ato kepada wartawan Rommy Roosyana yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Senin (31/05).

Sumber gambar, Davies Surya/BBC

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya ini menambahkan selama berkecukupan di rumah aman, kadet itu akan mendapatkan hipnoterapi dari psikolog selama jalan penyelidikannya berlanjut.

Di bagian lain, berdasarkan keterangan Ato, pelajar SMP ini tak punya latar belakang masalah dalam keluarga, juga ekonomi.

“Secara ekonomi juga tidak begitu memprihatinkan, berarti cukuplah. Karena ayahnya masih melakukan aktivitas kerja dengan normal untuk memenuhi kesibukan sehari-harinya, ” katanya.

Sekitar ini, persoalan utama muda itu, menurut Ato, adalah pola asuh.

“Kontrol yang kurang, kemudian karakter tua tidak menyadari betul tentang bahaya gadget serta sebagainya, ” tambah Ato.

Sumber gambar, AFP

Sejauh ini Kepolisian Tasikmalaya belum memberikan keterangan lebih jauh. Namun pada kesempatan sebelumnya Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Hario Prasetyo Seno, pada media mengatakan “Sampai era ini masih kami sedang melakukan pemeriksaan. ”

Sementara, berdasarkan penelusuran KPAID Tasikmalaya, pelajar SMP ini sempat beberapa kali berganti bagian, yang diduga orang dewasa.

Ketua Komnas Perempuan, Andi Yentriyani, mengatakan kepolisian perlu berhati-hati dalam memproses kejadian ini dan diteliti tanda eksploitasi seksual.

“Sebetulnya jika ini sudah dilakukan berulang, saya pikir aparat penegak hukum harus berhati-hati. Mereka perlu memeriksa indikasi eksploitasi seksual yang terjadi di proses perdagangan itu, di proses penggunaan jasanya, ” kata Andi kepada BBC News Indonesia, Senin (31/05).

‘Korban situasi’ serta ‘titik kritis’ pendidikan syahwat

KPAI menyebut seorang pelajar SMP di Tasikmalaya dengan diduga menawarkan layanan seksual itu merupakan ‘korban situasi’ dan ‘titik kritis’ pelajaran seks terhadap anak.

Anggota KPAI pusat, Ai Maryati Solihah, menyatakan pelajar SMP di Tasikmalaya ini sebagai korban atas “serangkaian situasi yang kemudian memposisikan bani sedemikian buruk”.

“Anak ini masih luput lantaran informasi kespro (kesehatan reproduksi), dari informasi tentang ketahanan tubuh, tentang perlindungan tubuh yang sangat memperihatinkan, ” kata Ai – panggilan Ai Maryati Solihah kepada BBC News Indonesia, Senin (31/05).

Menurut Ai, kehidupan anak ini tak memiliki pengawasan dari lingkungannya sendiri, yang bisa ia pastikan sebagai “korban pengasuhan”. Kejadian lainnya, kata Ai, madrasah juga tak mampu memeriksa aktivitas siswanya selama penelaahan jarak jauh di pusat pandemi.

“Karena anak ini begini, dalam situasi daring saja. Tahun sebelum itu, ia tak melakukan itu. Setelah situasinya daring, celah-celah untuk berada di negeri maya, melakukan kegiatan dengan tidak terpantau orang lain, ” katanya.

Dikendalikan karakter dewasa

Sumber gambar, Davies Surya-BBC

Dalam rekaman gambar, pelajar SMP itu bergandengan dengan seorang pria yang teridentifikasi berusia 17 tahun atau masuk kategori bujang. Saat ini ia masih dalam proses pemeriksaan dalam Unit Perlindungan Perempuan Budak Satreskrim Polreskab Tasikmalaya.

Namun, sebelumnya KPAID Tasikmalaya mengadukan pelajar SMP ini tahu melakukan hubungan seksual terhadap sejumlah pria dewasa.

Dalam sejumlah pasal Undang Perlindungan Anak No. 35 tahun 2014 disebutkan ancaman aniaya bagi mereka yang mendapatkan manfaat seksual dari anak yang belum mencapai 18 tahun. Ancaman hukuman penjara antara 5-15 tahun, & denda paling besar Rp5 miliar.

Sumber gambar, Jilla Dastmalchi/BBC

Jika pelakunya merupakan orang tua, wali, jongos anak, pendidik atau gaya pendidik, maka hukuman pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) lantaran ancaman pidana.

Menurut Ai, orang dewasa memiliki sumbangan terhadap kekerasan seksual terhadap anak. Salah satu pemutus mata rantai ini, sirih dia, adalah pemberian dasar seberat-beratnya bagi pengguna syahwat anak di bawah sempurna.

“Sehingga kita harus melayani situasi itu, sehingga siapapun yang melakukan seks kepada anak, kendati anaknya dengan mengajak, maka ‘Say No! ‘ seks terhadap bani, karena ini pidana, ” katanya.

Ancaman terjerumus ke dunia prostitusi

KPAI menancapkan kasus pelajar SMP Tasikmalaya ini ke dalam kategori Anak Berhadapan Hukum (ABH) dengan status sebagai pelaku sekaligus korban.

Masukan KPAI menyebutkan ABH ialah laporan tertinggi dari seluruh kategori kasus perlindungan bujang selama 12 tahun terakhir.

Dalam kategori ABH kasus anak sebagai pelaku dan/atau korban kekerasan seksi menjadi penyumbang tertinggi atau mencapai 42% dari 1098 kasus yang dilaporkan di 2020.

Laporan anak sebagai pelaku kekerasan seksual pada 2020 mencapai 44 urusan. Di tahun dan bagian yang sama, laporan budak sebagai korban kekerasan erotis mencapai 419 kasus ataupun meningkat dua kali ganda dari tahun sebelumnya.

Sumber gambar, Davies Surya/BBC

“Itu permukaannya [saja] yang terlaporkan. Saya kudu bilang 2020 ada 35 kasus [periode Januari-April], itu korbannya 234. Padahal agak-agak lebih dari itu.

“Paling tinggi 65% prostitusi online. Dan siapa pengguna pelacuran online itu? Memang bani remaja, yang terendah bagian lima SD, ” sekapur Ai.

Menurut Ai, kalau kasus kekerasan seksual bani sebagai pelaku atau korban tak tertangani dengan indah, maka tak menutup prospek akan terjerumus dalam aliran prostitusi di masa kelak.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

“Karena anak korban pelacuran juga punya latar buntut, misalnya, korban perkosaan pacar, korban kekerasan seks masa kecil, bahkan korban perkawinan anak.

“Prostitusi budak biasanya lebih terorganisir, ada yang rekrut, iklan pada medsos dan ada tempat yang menampung aktivitas seks mereka, apakah di hotel, apartemen atau kos-kosan… Tersebut yang memperkuat tindak pidana perdagangan orang, ” katanya.

Related Post

Genting ekonomi akibat Covid-19: IMF perkirakan 'luka ekonomi' karena krisis global akibat pandemi virus corona bertambah buruk dari perkiraan

Genting ekonomi akibat Covid-19: IMF perkirakan ‘luka ekonomi’ karena krisis global akibat pandemi virus corona bertambah buruk dari perkiraanGenting ekonomi akibat Covid-19: IMF perkirakan ‘luka ekonomi’ karena krisis global akibat pandemi virus corona bertambah buruk dari perkiraan

Sedekah Moneter Internasional (IMF) mengatakan pandemi virus corona merusak ekonomi dunia lebih buruk dari angka prediksi yang dikeluarkan sebelumnya. IMF saat ini memprediksi output ekonomi dunia tahun ini akan