Ali Kalora, pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur, diduga tewas dalam baku tembak

3 jam yang lalu

ali kalora, teroris, poso

Sumber gambar, detik. com

Pemimpin kaum Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora, diduga mati dalam baku tembak secara Satgas Madago Raya pada wilayah pegunungan desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/09).

Danrem 132/Tadulako, Brigjen Farid Makruf, selaku Wakil Penanggung Tanggungan Kendali Operasi Satuan Suruhan Madago Raya, membenarkan sudah terjadi kontak tembak itu dan terdapat dua awak MIT yang tewas, salah satunya diduga Ali Kalora.

“DPO diduga Ali Kalora dan Jaka Ramadhan, ” kata Brigjen Farid zaman dimintai konfirmasi wartawan dalam Palu, Eddy Djunaedy, dengan melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Hingga pukul 20. 00 WITA (19. 00 WIB), masih dilakukan evakuasi terhadap kedua jenazah.

BBC News Indonesia memperoleh dua menjepret jenazah dalam kondisi hati yang diduga jenazah Ali Kalora dan Jaka Ramadhan. Salah satu jenazah tampak bersurai panjang dan menggendong ransel. Dia memeluk senjata pandai yang masih berada di dalam sarungnya. Adapun sepucuk senapan serbu tergeletak pada belakangnya.

Namun, Satgas Madago Raya harus memastikan nama kedua jenazah tersebut.

“Saya sedang menuju ke lokasi, bersama Pak Kapolda, nanti akan saya kabari bertambah lanjut, ” sebut Brigjen Farid Makruf.

Mengaji juga:

Tahun lalu, Presiden Jokowi sudah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk mengatasi serangan teror di Sulawesi Tengah.

Dia meminta Kapolri untuk mengusut tuntas pelaku teror had ke akarnya. Dia juga memerintahkan Panglima agar menumpukan pasukannya menjaga kawasan yang menjadi sasaran teror.

Siapa Ali Kalora?

Dia juga ditunjuk sebagai pemimpin kaum itu menyusul diringkusnya motor kelompok Muhajidin Indonesia Timur (MIT) Basri alias Ciling, di tahun yang sebanding.

Ridlwan Habib, pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, memperhitungkan Ali Kalora tidak mempunyai pengaruh sekuat Santoso, dengan mampu merekrut puluhan karakter.

Artikel ini akan diperbarui secara tetap

Related Post

Israel mulai kerahkan ribuan prajurit ke Gaza, Hamas menggugat lanjutkan gempuran roket: ‘Menghantam Tel Aviv lebih mungkin dibanding meneguk air’Israel mulai kerahkan ribuan prajurit ke Gaza, Hamas menggugat lanjutkan gempuran roket: ‘Menghantam Tel Aviv lebih mungkin dibanding meneguk air’

Diperbarui 13 Mei 2021 Sumber gambar, Getty Images Israel mulai menumpukan ribuan tentara ke tapal batas Gaza, sementara sayap bersenjata kelompok Palestina, Hamas, mengancam akan terus melanjutkan serbuan roket