Afghanistan: Ledakan bom bunuh diri di luar Bandara Kelulusan, 11 orang meninggal

  • Malik Mudassir
  • BBC News, Kabul

34 menit yang lalu

Sumber gambar, Reuters

Militer Amerika Serikat mengatakan terjadi ledakan di luar Bandara Kabul, Afghanistan, sesudah sejumlah negara menyatakan ada ancaman besar serangan teroris sehingga warga negara mereka telah diperingatkan untuk tak berada di sana.

Pejabat Taliban mengatakan setidaknya 11 orang meninggal, termasuk perempuan dan anak-anak serta sejumlah pengawal Taliban.

Belum ada kepastian soal tersebut.

Sejumlah laporan menyebutkan adanya bunyi tembakan.

Media Afghanistan, Tolo, mengadukan sejumlah orang yang terluka telah diangkut ke sendi sakit.

Ledakan terjadi di gerbang Abbey tempat pasukan Inggris ditempatkan baru-baru tersebut. Gerbang ini adalah utama dari tiga gerbang dengan ditutup menyusul peringatan adanya ancaman teroris.

Seorang penguasa AS mengatakan kepada dewan berita Reuters bahwa ledakan itu disebabkan oleh pembom bunuh diri.

Gedung Putih memastikan bahwa Pemimpin Joe Biden telah diberitahu soal perkembangan itu.

Sebelumnya, Australia, Amerika Serikat, serta Inggris termasuk negara dengan merilis peringatan tersebut pada warga mereka. Adapun awak yang telah berada dalam luar bandara diimbau untuk meninggalkan area itu secepatnya.

Lebih dari 82. 000 orang telah diangkut menggunakan pesawat dari Kabul, sesudah kota itu jatuh ke tangan Taliban 10 keadaan lalu.

Sejumlah negara bergegas mengevakuasi warga mereka beserta orang-orang Afghanistan sebelum tenggat pada 31 Agustus kelak.

Taliban menolak memperpanjang tenggat tersebut, namun berjanji mengabulkan warga asing dan awak Afghan untuk meninggalkan negara itu setelah 31 Agustus, menurut Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken.

Baca juga:

Pada Kamis (26/08), Menlu Australia Marise Payne menyatakan: “Saat ini terdapat ancaman pukulan teroris yang sangat luhur. ”

Pernyataan itu muncul setelah Deplu AS mengimbau warganya yang menunggu di Gerbang Abbey, Gerbang Timur, atau Gerbang Utara Bandara Kabul untuk “segera pergi”.

Pemerintah Inggris mengeluarkan imbauan serupa, yaitu agar warga di sana “menjauh ke lokasi aman dan menunggui anjuran selanjutnya”.

Kemlu Inggris mengatakan situasi keamanan dalam Afghanistan “tetap berbahaya” & ada “ancaman besar serbuan teroris”.

Menurut Departemen Pertahanan AS, ada sekitar 10. 000 orang sedang menunggui dievakuasi dari Kabul menggunakan pesawat-pesawat AS. Dikhawatirkan masih ada ribuan orang Afghanistan yang ingin meninggalkan negeri mereka, namun tidak bisa mencapai bandara.

Bandara Kelulusan saat ini dijaga sebab 5. 800 tentara GANDAR dan 1. 000 prajurit Inggris.

Taliban merebut dan menguasai ibukota Afghanistan, Kabul, pada 15 Agustus lalu atau 20 tahun setelah mereka digulingkan Amerika Serikat dan sekutunya lantaran kekuasaan. Seperti apa kesibukan di kota itu setelah dikendalikan Taliban?

Pasukan Taliban ada di berbagai bercak di Kabul, termasuk pada pos-pos pemeriksaan yang dulunya merupakan barikade polisi atau tentara Afganistan.

Kepanikan tak begitu terlihat di Kelulusan, Senin (16/08). Ini bertentangan dengan satu hari sebelumnya,

Pada Selasa (17/08), jalan-jalan masih kosong, sangat sedikit kendaraan di jalan raya.

Warga takut dan merasakan kondisi dapat berubah menjelma buruk kapan saja, maka mereka memilih untuk pasti tinggal di rumah.

Situasi di tengah kota Kelulusan ini sangat berbeda dengan bandar udara, tempat banyak orang berbondong-bondong dan mencoba meninggalkan Afghanistan.

Di sejumlah lokasi, pasukan Taliban mengatur lalu lintas. Mereka menggeledah mobil, terutama kendaraan yang dulunya milik polisi serta tentara.

Mereka sudah mengambil semua kendaraan tersebut dan menggunakannya.

Kalaupun ada orang yang mengaku Taliban mengendarai kendaraan itu, dia tetap dihentikan di pangkalan pemeriksaan. Pasukan Taliban berceloteh kepada kami bahwa mereka ingin memastikan para pengendara itu bukan penjarah ataupun pencuri yang menyamar sebagai anggota Taliban.

Sementara itu yang terjadi di bandara adalah sebuah ‘bencana’. Tersedia banyak keluarga, terdiri sebab anak-anak, orang tua, orang muda, semuanya berjalan di jalur pesawat sepanjang dua kilometer.

Mereka berjuang melarikan diri dari Afganistan. Sebagian gede dari mereka hanya menduduki, di sekitar bandara. Total mereka lebih dari 10. 000 orang.

Pada dekat gerbang masuk sari bandara, pasukan Taliban dengan senjata berat terlihat membuktikan membubarkan kerumunan dengan mengarahkan ke udara.

Orang-orang yang ingin masuk lalu memanjat tembok, gerbang, bahkan kawat berduri. Setiap orang memajukan untuk masuk.

Sumber gambar, Reuters

Kami berbicara secara seorang saksi mata yang terjebak di bandara di dalam hari Minggu lalu. Dia memiliki jadwal penerbangan ke Uzbekistan, tapi pesawat itu batal terbang.

Para pimpinan dan karyawan bandara telah kabur dari tempat kerja mereka.

Orang-orang datang ke bandara tanpa kartu atau paspor. Mereka berputar bisa naik pesawat barang apa saja dan bisa lelap ke tempat lain di dunia, kata seorang saksi mata.

Ribuan orang terperangkap di dalam bandara, minus makanan atau air. Ada banyak perempuan, anak-anak, & difabel.

Was-was kota tenang

Namun kalau Anda pergi ke was-was Kabul, kehidupan tampak normal. Lalu lintas terlihat lengang. Sebagian besar toko menutup.

Sumber gambar, Getty Images

Meski begitu, masyarakat tampak jauh lebih diam daripada hari-hari sebelumnya, era banyak orang terlihat betul marah. Ketika itu terjadi kemacetan yang parah.

Sumber gambar, Getty Images

Hamba hanya melihat beberapa hawa di jalan, beberapa sebab mereka berjalan tanpa pendamping. Beberapa perempuan mengenakan burka biru, tapi saya serupa melihat beberapa mengenakan masker wajah dan jilbab. Dan pasukan Taliban terlihat tidak mengusik mereka.

Dalam jalanan sama sekali tak terdengar alunan musik. Lazimnya hotel memainkan musik, akan tetapi itu tak terjadi sedang. Staf hotel terlihat takut.

Sumber gambar, Getty Images

Namun, kota ini sedang terus berjalan. Nuansanya tenang. Saya belum berbicara secara banyak penduduk, tapi sopir taksi lokal yang mengantar saya berkata dia tak ambil pusing soal Taliban yang kini menguasai negeri.

Sumber gambar, Getty Images

Anehnya, saya melihat orang-orang menyapa milisi Taliban. Itu antara lain mengatakan, “Halo, lebih banyak kekuatan buat Anda, semoga berhasil”.

Rombongan Taliban juga tampak suka. Saya berbicara dengan kira-kira dari mereka, termasuk yang sedang berpatroli.

Awak mencoba masuk ke istana kepresidenan tapi mereka tidak mengizinkan kami. Mereka bilang kami butuh izin lantaran komando yang lebih luhur. Namun para milisi dengan saya lihat itu ramah kepada kami.

Saya sesungguhnya agak takut kemarin, takut akan terjadi kekerasan serta hal-hal lainnya. Tapi untungnya tidak terjadi apa-apa.

Kota ini begitu sunyi dan tenang. Saya tidak percaya bahwa kekuasaan berasaskan ibu kota Afganistan itu telah berpindah tangan setelah 20 tahun. Semuanya sejenis sunyi.

Related Post