‘Saya tak bisa bernapas’: Kata-kata final pria kulit hitam yang membuat protes dan bentrok di AS

‘Saya tak bisa bernapas’: Kata-kata final pria kulit hitam yang membuat protes dan bentrok di AS post thumbnail image

Seorang adam kulit hitam berkata ‘saya tak bisa bernapas’ dan juga ‘jangan bunuh saya’ saat ditahan & ditekan lehernya ke tanah secara menggunakan lutut oleh polisi jangat putih.

Kematiannya menyebabkan protes di Minneapolis, Amerika Serikat.

Petugas dan pengunjuk rasa bentrok di malam kedua di kota itu.

Polisi memicu gas air mata, sementara para demonstran melemparkan batu dan meniupkan cat di mobil polisi.

Penyebabnya kematian seorang adam kulit hitam tak bersenjata, George Floyd, 46 tahun, di tangan polisi – yang direkam oleh sebuah video.

Di video itu leher Floyd diinjak dengan menggunakan lutut oleh seorang polisi dan terdengar Floyd berkata ‘saya tak bisa bernapas’.

Sebanyak empat orang polisi dipecat sesudah video itu beredar, sementara wali kota berkata kalau berkulit hitam “bukanlah alasan buat dijatuhi hukuman mati”.

Kejadian ini mengingatkan kembali pada kasus Eric Garner dengan dicekik oleh polisi di New York pada tahun 2014.

Kematian Garner menyebabkan pekik protes besar-besaran menghadapi kebrutalan penjaga di Amerika dan menjadi dalang utama gerakan Black Lives Matter.

Apa yang terjadi?

Protes bermula Selasa (26/5) sore saat ratusan karakter turun ke perempatan lokasi terjadinya peristiwa. Peristiwanya sendiri terjadi di dalam Senin (25/5) malam.

Penyelenggara berupaya mempertahankan protes lestari berlangsung damai dan patuh di penjarakan sosial terkait pandemi.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Para demonstran menyerukan yel-yel: “Saya tak bisa bernapas” & “Itu bisa menimpa saya”.

Salah seorang pemrotes Anita Murray berkata kepada Washington Post: “Sebenarnya saya takut keluar rumah karena kita sedang di tengah-tengah pandemi begini. Tapi tak agak-agak saya diam saja? ”

Kerumunan ratusan orang tersebut lalu berjalan bersama ke kantor polisi tempat bertugasnya anggota penjaga yang diduga bertanggung-jawab untuk pencekikan Floyd.

Mobil patroli kepolisian disemprot dengan cat dan ditulisi, para-para pemrotes lalu melemparkan batu ke kantor polisi. Polisi menembakkan gas air mata dan granat bahana serta semprotan busa.

Seorang pemrotes menyampaikan kepada stasiun TV CBS: “Ini benar-benar buruk. Polisi harus mengerti, inilah iklim yang mereka ingin ciptakan. ”

Seorang lagi berkata: “Saya berlutut dan memberi isyarat damai, tapi mereka menembakkan udara air mata ke arah beta. ”

Menurut polisi, seorang mengalami cedera tidak serius sesudah dipaksa menjauh dari area protes. Namun kepolisian tidak merinci hal itu.

Apa yang terjadi pada George Floyd?

Petugas kepolisian sedang menanggapi laporan penggunaan uang buatan, dan mereka mendekati Floyd dengan sedang berada di kendaraannya.

Menurut polisi, ia diminta untuk menjauh dari kendaraannya dan secara fisik melawan petugas.

Pernyataan polisi menyebutkan: “Petugas berhasil memborgol tersangka dan mencatat dia tampak mengalami tekanan medis”.

Video yang diambil dibanding lokasi peristiwa tidak memperlihatkan bagaimana awal konfrontasi itu.

Video itu memperlihatkan seorang petugas polisi kulit putih menggunakan lututnya untuk menekan leher Floyd ke tanah.

George Floyd mengerang “tolong, saya tak bisa bernapas” dan “jangan bunuh saya” tengah itu orang-orang yang lewat menyerukan kepada para petugas untuk melepaskannya.

George Floyd awut-awutan berhenti bergerak, dan ambulans tiba untuk membawanya ke rumah melempem. Tak lama Floyd meninggal di sana.

Apa simpulan resmi?

Wali tanah air Jacob Frey mengatakan langkah buat memecat pada petugas itu “sudah tepat”.

Katanya: “Berkulit hitam di Amerika bukan dalih untuk dibunuh. Selama lima menit kita menyaksikan petugas polisi indra peraba putih menekan lututnya ke leher seorang pria kulit hitam. Lima menit. Ketika kita mendengar seseorang minta tolong, kita seharusnya membantu. ”

Polisi Federal Amerika atau FBI menyelidiki kejadian ini dan akan menyampaikan temuan mereka kepada kejaksaan Minnesota untuk mencari kemungkinan adanya kejahatan federal.

Senator Minnesota Amy Klobuchar menyerukan adanya penyelidikan bulat. Katanya: “Keadilan harus ditegakkan buat pria ini dan keluarganya, keadilan harus ditegakkan di masyarkaat, keadilan harus ditegakkan di negara kita. ”

Media playback tak ada di perangkat Anda

Banyak seruan biar para petugas ini dituntut secara tuntutan melakukan pembunuhan.

Buku panduan kepolisian Minnesota menyatakan, di bawah kebijakan penggunaan kebengisan, petugas dilatih teknik untuk menekan leher dengan lutut tanpa kudu menghambat aliran napas. Teknik ini digolongkan sebagai pilihan kekerasan yang tidak mematikan.

Kok kasusnya sangat sensitif?

Tuduhan kebrutalan polisi kerap disorot sejak gerakan Black Lives Matter. Ini bermula sesudah dibebaskannya aparat ronda lingkungan George Zimmerman sehabis ia menembak mati seorang cukup umur Afrika-Amerika Trayvon Martin bulan Februari 2012.

Kematian Michael Brown di Ferguson dan Eric Garner di New York tarikh 2014 memicu protes massal.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

“Saya tak bisa bernapas” menjadi seruan protes nasional sesudah Garner, seorang pria tak bersenjata, melontarkannya saat ditahan polisi dengan cara dicekik karena dituduh menjual cerutu ketengan secara ilegal.

Petugas polisi Kota New York yang terlibat dalam pembunuhan Garner dipecat lima tahun kemudian, akan tetapi tak ada yang dituntut azab.

Peristiwa terbaru kekurangajaran polisi adalah penembakan terhadap seorang perempuan kulit hitam di rumahnya di Louisville oleh tiga orang polisi kulit putih dari Kentucky. Lalu ada pula penembakan seorang pria oleh petugas polisi pada Maryland.

Kepolisian di Georgia juga dituduh mencoba menyembunyikan pembunuhan terhadap seorang pemuda kulit hitam yang gemar berolahraga lari, Ahmaud Arbery, yang ditembak sampai mati oleh anak dari seorang pensiunan polisi.

Paige Fernandez dari organisasi American Civil Liberties Union, berkomentar soal peristiwa terbaru di Minnesota ini: “Video tragis ini memperlihatkan sedikit seluruhnya perubahan yang terjadi yang agak-agak bisa menghalangi polisi mengambil orang kulit hitam. ”

Related Post